KOTA JANTHO I ACEHHERALD.com – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, SSTP MM, melalui sambutannya yang terhitung sebagai sebuah suara hati, di depan Rapat Paripurna DPRK Aceh Besar dalam rangka HUT ke-39 Kota Jantho, Rabu (03/05/2023) di gedung Dewan Aceh Besar, berharap agar semua kalangan meramaikan Kota Jantho. “Hanya ada satu pilihan, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Kota Jantho, yang kini membentang harapan dan masa depan,” tandas Iswanto yang disambut applaus gemuruh peserta rapat di gedung dewan.
Pj Bupati Muhammad Iswanto mengatakan, kelahiran Kota Jantho dibidani oleh terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1976 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Besar dari wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh ke Kemukiman Jantho di Kecamatan Seulimeum.
”Sebuah kerja besar yang menguras tenaga dan pikiran pun dimulai. Hamparan padang rumput yang biasa dijadikan tempat mengembala kerbau dan sapi warga Kemukiman Jantho yan lazim disebut Data Geumpung itu, secara perlahan berubah menjadi lahan perkantoran, sebagai wujud pusat administrasi Kabupaten Aceh Besar yang selama ini berada nyaris di jantung Kota Banda Aceh,” jelasnya.
Iswanto menerangkan, memindahkan sebuah pusat pemerintahan bukanlah hal mudah semudah membalik telapak tangan.
Hal itu telah berusaha dilakukan sejak tahun 1959, kala terbentuknya Kabupaten Aceh Besar. Baru pada tahun 1969, rencana pemindahan itu dimatangkan, dan sempat memilih Indrapuri sebagai lokasi ibukota Aceh Besar.
Namun, kesepakatan lintas tokoh, antara lain Bupati Aceh Besar, H.T Bahctiar Panglima Polem, Prof Ali Hasjmy dan Gubernur A Majid Ibrahim, akhirnya menetapkan Jantho yang kemudian menjadi Kota Jantho sebagai pusat Ibukota Kabupaten Aceh Besar. Semuanya dimulai dari nol, mulai infrastruktur yang hanya berupa jalan berbatu satu jalur yang terhitung sempit, listrik yang hanya didukung genset serta kadang hanya memakai lampu stroomking, hingga fasilitas PDAM yang nihil.
Untuk tahap pertama dilakukan peletakan batu pertama enam buah kantor oleh Bupati H.T Bahtiar Panglima Polem. Oleh karena itu, ungkap Pj Bupati, sebagai bentuk hormat dan bakti kepada para pendiri Kabupaten Aceh Besar dan Kota Jantho, mari bulatkan tekad, bahwa kita akan bekerja lebih keras, komit, jujur dan inovatif untuk mewujudkan Aceh Besar yang jaya, makmur dan sejahtera.
Dikatakannya, bila menyimak denyut Kota Jantho ke depan yang sarat dengan optimisme, rasanya terlalu naif jika kita bercita cita meninggalkan kota yang indah dan sejuk ini, mencari wilayah lain dengan segala argumen dan sarat dengan pertaruhan, karena itu juga menyangkut dengan PP yang ada. ”Namun pilihan paling bijak adalah mengembangkan Kota Jantho hingga sejauh mata memandang sekalipun. Karena masa depan telah membentang, seiring hadirnya jalan tol,” katanya.
Pilihan telah ada pada kita semua, dan itu hanya satu, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan kota ini, apalagi melupakannya. Bentang masa depan ada di sini, di tanah tempat para peternak pernah menggantungkan harapan selaku penghasil ternak terbesar di Aceh. Layar telah terkembang, surut berpantang. Dengan kondisi prihatin, secara perlahan dan bertahap, Kota Jantho terus didenyutkan. Fasilitas pendukung terus diadakan. Pembangunan infrastruktur kantor dan transportasi terus direalisasikan. Termasuk membangun perumahan, agar seluruh ASN yang bertugas di Kota Jantho menjadikan Ibukota Aceh Besar itu sebagai hunian tinggal, bukan hanya sekadar tempat bertugas. Hingga bisa bekerja lebih fokus, efesien dan terukur.
”Alhamdulillah, walau dalam kondisi tertatih hingga nyaris lelah, Kota Jantho yang diresmikan oleh Mendagri Suparjo Rustam tanggal 3 Mei 1984 itu terus bertumbuh dan menggeliat, hingga kini di usianya yang ke-39 tahun, dengan tema HUT Kota Jantho, menuju Aceh Besar Maju dan Sejahtera, semakin matang sebagai sebuah pusat administratif,” pungkas Muhammad Iswanto.
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali SPd, mengatakan, Kota Jantho saat ini punya potensi kuat untuk dikembangkan. Salah satu yang paling dinanti adalah pembangunan perumahan di koridor Kota Jantho-Simpang Jantho yang brjarak 11 kilometer. “Sangat layak dibangun perumahan, hingga tak ada lagi ASN yang berdinas di Kota Jantho, tak memiliki rumah hunian,” kata Iskandar Ali.
Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali SPd MSi, wakil ketua DPRK, anggota DPRK, Forkopimda, Sekdakab Aceh Besar Drs Sulaimi MSi, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekdakab, Kepala OPD, camat, dan tokoh-tokoh masyarakat.



















