Peringatan HUT ke 20 Abdya Khidmat, Bupati Akmal Ibrahim Pamit

BLANGPIDIE | ACEH HARALD.com- HARI Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2022, diperingati secara meriah dan khidmat, Selasa (10/5/2022) pagi. Prosesi peringatan hari bersejarah bagi 153.967 jiwa warga Abdya itu, digelar di Lapangan Upacara Halaman Depan Kantor Bupati setempat Bukit Hijau, Gampong Keude Paya, Kecamatan Blangpidie. Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Bupati Akmal Ibrahim SH dengan mengenakan pakaian adat Aceh saat menjadi Isspektur Upacara HUT Abdya ke-20, Selasa (10/5/2022). Foto Zainun Yusuf

BLANGPIDIE | ACEH HARALD.com-
HARI Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2022, diperingati secara meriah dan khidmat, Selasa (10/5/2022) pagi.

Prosesi peringatan hari bersejarah bagi 153.967 jiwa warga Abdya itu, digelar di Lapangan Upacara Halaman Depan Kantor Bupati setempat Bukit Hijau, Gampong Keude Paya, Kecamatan Blangpidie.

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH menyebutkan Kabupaten Aceh Barat Daya itu dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002 tanggal 10 April 2002. Abdya merupakan kabupaten pemekaran dari kabupaten induk Aceh Selatan.

Hari jadi ke 20 Kabupaten Abdya sebenarnya jatuh pada April 2022. Berkenaan bulan Ramadhan, upacara peringatan diundur untuk dilaksanakan tanggal 10 Mei, hari ini.

Seluruh undangan, baik pejabat sipil dan militer serta pimpinan organisasi yang hadir dalam acara tersebut memakai pakaian kebesaran adat Aceh, sehingga menambah semarak suasana.

Acara dimulai sekitar pukul 9.30 Wib, Bupati Akmal Ibrahim SH bertindak selaku inspektur upacara. Sedangkan Danramil Kuala Batee, Kapten Inf Mohd Arifin dipercaya sebagai Komandan Upacara, sementara Kasat Pol PP dan WH, Hamdi sebagai Perwira Upacara.

Daerah otonom yang telah berusia 20 tahun itu terdiri wilayah 152 desa/gampong tersebar dalam sembilan dalam sembilan kecamatan, mulai dari Kecamatan Babahrot (berbatasan dengan Nagan Raya) hingga Lembah Sabil yang berbatasan dengan Aceh Selatan.

FOTO ZAINUN YUSUF – Bupati Akmal Ibrahim menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh usai acara peringatan HUT ke 20 Abdya tahun 2022 digelar di halaman depan Kantor Bupati setempat, Selasa (10/5/2022)

Peserta upacara peringatan HUT, terdiri dari personel TNI, Polri, Pejabat Pemerintah, Anggota Satpol PP dan WH, KORPRI, keuchik/kepala desa serta anggota Pramuka Abdya.

Di tribun utama, hadir Wakil Bupati, Muslizar MT didampingi istri, Sekda Salman Alfarisi ST dan istri serta Anggota Forkopimkab, terdiri Ketua DPRK bersama seluruh anggota, Dandim 0110, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Mahkamah Syariyah, dan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Abdya.

Para Pimpinan SKPK dan para Camat yang masing-masing didampingi istri dengan memakai pakaian adat Aceh. Juga hadir beberapa pendiri Kabupaten Abdya yang masih hidup, Pimpinan Parpol, Pimpinan Ormas, pimpinan organisasi kepemudaan (OKP), Pimpinan, Organisasi profesi, pimpinan perbankan serta sejumlah tokoh masyarakat.

Para undangan yang hadir antara lain, Wakil Ketua DPRA, Safaruddin, bersama Anggota DPRA, H Teuku Sama Indra, Fuadi dan Infanusir. Juga hadir dua orang mantan Pj Bupati Abdya, Drs HT Burhanuddin Sampe dan Azhari Hasan.

Baca Juga:  Abu Razak : Pembukaan PON XXI Dipastikan di Aceh

Juga mantan Ketua/Pimpinan DPRD Abdya, H Said Syamsul Bahri dan Hermansyah. Termasuk sejumlah tokoh antara lain, Drs HT Meurah Hasan.

Diawali atraksi Anggota Paskibra membawakan lambang Kabupaten Abdya ke dalam arena upacara. Sedangkan pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara, Akmal Ibrahim SH.

Dilanjutkan, Pembacaan Pembukaan UUD-45 oleh Firadha Desvia Rahman, Staf Protokol Sekdakab Abdya.

Pada upacara yang meriah dan khidmat tersebut juga tampil Fahkri A Rahim SH membacakan Sinopsis lintasan sejarah perjuangan Pembentukan Kabupaten Abdya.

Sejarah kelahiran Kabupaten Abdya dikupas secara singkat dengan narasi yang memukau, sejak tahun 1959 hingga disahkan UU Nomor 4 Tahun 2002 tanggal 10 April 2002.

Susana Haru

Suasana haru menyelimuti panggumh utama Upacara HUT ke-20 Abdya saat Bupati Akmal Ibrahim menyalami dan menyerahkan bingkisan untuk tokoh-tokoh yang berjasa dalam pembangunan Kabupaten Aceh Barat Daya. Foto Zainun Yusuf

Kemeriahan peringatan hari jadi sempat diwarnai suasana haru ketika Bupati Akmal Ibrahim menyampaikan amanatnya.

Selain menyampai beberapa capaian lima tahun terakhir kepemimpinannya, didampingi Wakil Bupati, Muslizar MT, kesempatan itu digunakan Bupati, Akmal untuk menyampai permintaan ‘pamit’ kepada tokoh masyarakat, sekaligus permintaan maaf atas segala salah dan kilaf selama kepemimpinannya.

“Momentum hari jadi ini adalah terakhir bagi saya dan Muslizar MT karena kami akan mengakhiri tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Abdya pada 14 Agustus 2022 mendatang,” ungkap mantan Wakil Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia ini.

“Kalau ada capaian yang kami perbuat, tapi masih banyak harapan masyarakat yang belum terwujud. Kepada Allah SWT kami mohon ampunan dan kepada masyarakat kami mohon maaf,” tambah Bupati Akmal yang dalam acara tersebut didampingi Istri, Ny Ida Agustina.

Setelah berakhir masa tugas sebagai bupati yang sudah dijabat dua periode (2007-2012 dan 2017-2022), Akmal Ibrahim memastikan bahwa sudah cukup berkarir. Namun, Akmal mengaku akan tetap untuk menetap di Blangpidie.

“Setelah berakhir masa tugas, saya pastikan cukup sampai di sini. Saya tidak punya niat lagi kemana-mana, cukup sampai di sini,” ungkapnya.

Akmal mengatakan segera kembali satu shaf bersama masyarakat, fokus dalam kegiatan ibadah dan membantu kegiatan/bisnis anak-anak.

Akmal yang dinilai sukses membangun sektor pertanian dan perkebunan di Abdya, pada kesempatan itu memastikan dirinya bersama keluarga tidak akan pindah dari Abdya setelah tidak lagi menjabat Bupati.

Baca Juga:  Usai Mundur Massal Tuha Puet dan Imum Chik, Warga Pawoh Segel Kantor Keuchik

“Saya tetap di sini (tinggal di Abdya), tidak ke mana-mana setelah ini,” katanya.

Bahkan dipenghujung jabatan sebagai Bupati Akmal Ibrahim akan mengundang sejumlah figur yang belakangan ini disebut-sebut maju sebagai Calon Bupati Abdya ke depan dengan menyebut beberapa nama tokoh yang hadir dalam acara tersebut.

“Saya segera undang sejumlah tokoh yang disebut-sebagai calon, seperti Bapak Safaruddin (Wakil Ketua DPR Aceh)  dan Bapak Said Syamsul Bahri untuk berdiskusi tentang apa yang bisa diperbuat ke depan,” kata Bupati Akmal.

Forum diskusi dengan bakal calon Bupati Abdya yang segera digelar itu dinamakan ‘Abdya Berwasiat’. Melalui forum ini akan didiskusikan tentang apa saja yang bisa diperbuat untuk kemajuan Abdya ke depan.

Pada kesempatan itu, Akmal menjelaskan, beberapa hal yang dinilai sudah baik. Seperti pembinaan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat. “Mudah-mudah ke depan menjadi kalian (ASN) semakin baik lagi,” katanya.

Capaian bidang keuangan, Bupati Akmal menyampaikan terima kasih kepada DPRK setempat karena Abdya mampu meraih penilaian WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK lima tahun terakhir secara berturut-turut.

Dia mengakui bahwa perbedaan tetap ada, namun dinilai masih dalam batas sangat wajar. “Suara perbedaan harus ada, tapi tidak menghambat kegiatan,” katanya.

Malahan Akmal menilai, hal seperti itu merupakan modal awal yang bagus. Sebab untuk memperbaiki kekurangan perlu kecerdasan dan keseriusan.

Di sisi politik juga dinilai sangat bagus dikarenakan pola pikir nasyarakat Abdya semakin dewasa. “Selama lima tahun terakhir suasana relatif aman, dan ini potensi besar. Saya akui berbeda jauh dengan suasana ketika saya dipercaya menjabat bupati periode pertama (2007-2012),” ungkap Akmal.

Pada peringat HUT Abdya juga tampil sejumlah siswa SMA Negeri 1 Blangpidie membawakan hymne Abdya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Abdya, Khairul Huda SHI, penyerahan penghargaan dan bingkisan kepada sejumlah tokoh, termasuk pendiri Abdya.

Pada kesempatan itu, Bupati Akmal Ibrahim bersama Wakil Bupati Muslizar MT dan Anggota Forkopimkab meninjau acara lomba masak yang diikuti ibu-ibu Darmawanita.(*).

Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)

Berita Terkini

Haba Nanggroe