Pensiunan Dinkes Meninggal Saat Mengemudi

Diduga Serangan Jantung BANDA ACEH I ACEHHERAD.com – Innalillahi wainna ilaihi raajiuun. Mahdi (58), warga Gampong Lampreh Kecamatan Inginjaya, Aceh Besar, meninggal saat mengemudikan mobil minibus Avanza warna biru no pol BL – 367 – LS. Saat berita ini diturunkan, jasad almarhum masih berada di kamar jenazah RSUDZA dan sedang dalam proses pemulangan oleh keluarganya. … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Proses evakuasi jasad Almarhum Mahdi (58) di Jalan Iskandar Muda, Punge. Foto Ist

Diduga Serangan Jantung

BANDA ACEH I ACEHHERAD.com – Innalillahi wainna ilaihi raajiuun. Mahdi (58), warga Gampong Lampreh Kecamatan Inginjaya, Aceh Besar, meninggal saat mengemudikan mobil minibus Avanza warna biru no pol BL – 367 – LS. Saat berita ini diturunkan, jasad almarhum masih berada di kamar jenazah RSUDZA dan sedang dalam proses pemulangan oleh keluarganya.

Berat dugaan almarhum terkena serangan jantung, karena selama ini ada riwayat gangguan jantung. Bahkan disebut-sebut, tadi pagi, almarhum yang dikenal ramah itu, lupa mengkonsumsi obat rutin pagi.

Karena sempat beredar rumor sebagai PNS di Dinkes Aceh, acehherald.com menghubungi Sekretaris Dinkes Aceh Ferdiyus M Kes. Dari pria itu didapat konfirmasi jika almarhum adalah pensiunan Dinkes Aceh sejak tahun 2019.

Disebutkan juga, selama ini almarhum sering mengambil uang pensiun di Bank Aceh kantor Capem Punge atau di belakang Rumdin Pangdam IM. Berat dugaan, dari arah mobil ke pusat kota sejenak keluar dari Kantor Capem Bank Aceh Syariah di Punge, almarhum baru selesai mengambil uang pensiun dan sesaat beranjak dari bank. Karena mobil itu terparkir di ujung kembatan Punge arah pusat kota.

Mobil itu sempat terparkir sekitar setengah jam tepatnya di Jl. Sultan Iskandar Muda Simpang Punge Blang Cut (Samping Rumdin Pangdam IM).

Beberapa orang saksi mata menyebutkan, mobil itu sedang berjalan ketika secara tiba iba berusaha minggir dengan memberikan lampu sein. Namun belum sempat mobil ke sisi jalan, lalu terhenti agak ke tengah.

Warga yang melihat itu tak berani melakukan tindakan, karena situasi saat ini seperti isu corona. Nyaris setengah jam mobil itu terparkir, lalu barulah datang aparat keamanan dan polisi yang bergerak cepat setelah diberi tahu warga.

Baca Juga:  Penjabat Gubernur: PKA VIII Sarana Mengabadikan Sejarah dan Memupuk Persatuan

Bersamaan dengan itu juga datang petugs medis dengan ambulans evakuasi. Tampak juga petugas memakai pakaian sesuai SOP Covid, untuk berjaga dari segala kemungkinan.

Polisi langsung menetralisir arus lalu lintas, saat petugas medis mengevakuasi jasad Mahdi yang ternyata telah meninggal dunia. Jasad itu langsung dibawa ke RSUDZA karena sempat belum diketahui identitas pasti dan alamatnya.

 

Penulis  : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe