BLANGPIDIE| ACEH HERALD – Para Ketua dan Pengurus Partai Politik (Parpol) baik partai nasional (parnas) dan partai lokal (parlok) tampak berkumpul di Meuligoe Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) beralamat di Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Rabu (16/11/2022) sore.
Kedadatangan sejumlah pimpinan dan pengurus parnas dan parlok tersebut ke kediaman dinas orang nomor satu di Kabupaten Abdya itu, sempat menarik perhatian sejumlah pihak.
Belakangan diketahui kalau para pimpinan parnas dan parlok tersebut berkumpul di Meuligoe Bupati Abdya dalam rangka kunjungan silaturrahmi. Malah, dalam acara tersebut tampak hadir Kepala Kesbangpol Abdya, Salman SH.
Pantauan Aceh Herald, pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Di hadapan sejumlah pimpinan dan pengurus partai daerah setempat, Pj Bupati Abdya, H Darmansah SPd MM menjelaskan bahwa pihaknya telah memasuki 100 hari pertama memimpin Kabupaten Abdya, setelah dilantik oleh Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki sebagai Pj Bupati pada 15 Agustus 2022.
“Alhamdulillah, saya sudah memasuki 100 hari kerja di Abdya. Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat, tokoh ulama, tokoh masyarakat, DPR, termasuk partai politik dan elemen lainnya yang mendukung kami. Semoga sinergitas ini terus terbangun dengan baik,” kata Darmansah juga menjabat Kepala Sekretariat MAA Aceh, ini.
Sebagai manusia biasa, Darmansah tetap meminta nasehat, masukan, bahkan teguran dari semua komponen masyarakat Abdya. Sebab, ia mengaju tidak bisa bekerja sendiri membangun Kabupaten Abdya menuju lebih baik lagi. “Kalau bapak-bapak semua punya relasi ke pusat, tolong bantu kami tentang apa yang bisa kita perbuat untuk kemasalahatan daerah dan masyarakat Abdya. Mari, bersama-sama membangun Abdya,” ajak Darmansah.
Ia menjelaskan kurun waktu 100 hari berada di Abdya, ada banyak saran, masukan dan keluhan masyarakat yang direspon. “Tiga bulan pertama ini, kita gerak cepat, diantaranya merespon sejumlah keluhan masyarakat, seperti permintaan normalisasi sungai Pante Perak, Paya Laot, pembedayaan pasar yang terbengkalai, dan lain-lain. Tentu, semua ini dapat kita lakukan tak terlepas dari dukungan Bapak-bapak sekalian,” katanya.
Darmansah menambahkan bahwa Abdya sekarang sangat membutuhkan keberadaan pasar yang representatif di pusat Kota Blangpidie yang sudah lama dikenal sebagai ‘kota dagang’ di pantai barat selatan Aceh. Sedangkan pasar yang tersedia sekarang ini sangat tidak layak digunakan lagi.
Atas pertimbangan tersebut, pihaknya akan berupaya melanjutkan pembangunan Pasar Modern Abdya yang sudah terbengkalai kurun waktu sekitar 7 tahun terakhir. Pasar Modern yang sudah selesai pembangunan pondasi dan tiang beton itu berada di kawasan Gampong Keude Siblah atau lokasinya bersisian dengan aliran sungai Krueng Beukah, sebuah aliran sungai besar yang membelah wilayah Kecamatan Blangpidie.
Anggaran lanjutan pasar modern ini dikatakan sudah tersedia dalam jumlah memadai. Namun, sebelum pembangunannya dilanjutkan, menurut Pj Bupati Darmasah dilakukan audit oleh instansi berwenang, apakah konstruksi yang telah dibangun masih layak atau tidak.
Akan halnya, gedung yang semua diperuntukkan sebagai Rumah Sakit, kemudian sempat beberapa tahun dimanfaatkan sebagai Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Abdya Program Studi di Luar Domisili (PPD) Politeknik Pertanian Megeri Payakumbuh, Sumatera Barat, tapi akhirnya tutup sejak 2019 lalu, juga akan dimanfaatkan
Pj Bupati Darmansah menjelaskan, bekas gedung AKN Abdya yang berlokasi di kawasan perbukitan Desa Cot Manee, Kecamatan Jeumpa atau pada lintasan Jalan Guhang, itu direncanakan dimanfaatkan sebagai tempat rehabilitasi para pengguna narkoba di kawasan barat selatan Aceh. Upaya ke arah itu dikatakan dalam proses dengan bantuan Forkopimkab Abdya, sama-sama membantu.
Sedangkan bangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berlokasi di lintas Jalan 30 kawasan Desa Lhok Gayo, Kecamatan Babahrot yang pembangunannya terbengkalai setelah selesai pembangunan rumah mesin tahun 2010 lalu juga diupayakan untuk dimanfaatkan. Rumah mesin PKS konstruksi rangka baja itu tergolong besar berdiri kokoh dengan lahan tersedia seluas 26 hektare (ha) sehingga sangat cocok dimanfaatkan untuk kegiatan usaha lain.
“Bangunan mesin PKS tersebut mulai kita tawarkan kepada pihak investor. Ada dua calon investor yang melirik, malahan sudah turun meninjau lokasi. Kita berharap bisa terealisasi,” kata Darmansah.
Demikian juga pembangunan Pelabuhan Susoh di Teluk Surien di Pantai Lama Tuha Kecamatan Kuala Batee, menurut Pj Darmansah terus digaungkan. Darmansah mengaku telah turun langsung melihat potensi Teluk Surien di pisisir Samudera Hindia yang diakui sangat menjanjikan ke depan.
Labih lanjut Darmansah menginformasikan kepada Ketua dan pengurus partai setempat bahwa tentang kunjungan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI ke Abdya yang direncanakan tanggal 21 November mendatang.
Kunjungan perdana Wamentan RI ke Abdya dalam rangka melaksanakan panen raya di areal sawah Desa Lhueng Tarok, Blangpidie, sekaligus menghadiri kunduri raya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Ghafur, Desa Seunaloh, Blangpidie bersama Pj Gubernur dan Forkopimda Aceh.
Ia berharap, agar lintas partai sama-sama menyambut kedatangan Wamentan RI yang direncanakan pesawat Helicopter dari Banda Aceh mendarat di Bandara Kuala Batu Susoh.
Untuk ensukseskan kunjungan Wamentan RI di Abdya, termasuk kunduri maulid akbar, Pj Bupati Darmansah melakukan persiapan maksimal melalui serangkaian rapat yang melibatkan para Camat dan Pimpinan SKPK jajaran Pemkab setempat. Final persiapan diputuskan dalam rapat usai shalat subuh di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, usai shalat subuh, Sabtu (19/11/2022).
Agenda Wamentan di Abdya yang direncanakan tiba dengan pesawat heli copter dari Banda Aceh tanggal 21 November, pertama menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikemas dalam sebuah kenduri raya di Kompleks Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya.
Maulid akbar tingkat kabupaten ini bakal dihadiri 10.000 orang dari perbagai elemen masyarakat. Kenduri raya tersebut menyediakan menu masakan khas Aceh, yaitu kuah beulagoeng yang dimasak dalam kuali atau kancah besar. Tak tanggung-tanggung akan dimasak kuah beulangoeng dalam 100 unit kuali besar oleh juru masak khusus untuk itu.
Agenda kedua, Wamentan bersama Pj Gubernur Aceh dan Forkopimda melakukan panen raya tanaman padi di areal sawah Desa Lhueng Taroek, Blangpidie. Acara ini akan dihadiri 1000 petani, terutama dari Kecamatan Blangpidie dan Susoh.
Pada kesempatan itu, Wamentan RI bersama Pj Gubernur dan Forkopimda, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tentang suplai beras antardaerah, yaitu antara Pj Bupati Abdya dengan Pj Bupati Aceh Singkil. Nota kesepahaman ini terkait di Abdya terjadi suplus beras (pangan) dimana menurut laporan yang diterima Pj Bupati bahwa terjadi suplus beras menembus angka 42 ton lebih.(*)
Penjulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)



















