
IDI,ACEHHERALD.com – Tenaga pendamping desa diminta benar benar menjadi pendamping, dan mampu memberi solusi jika terjadi masalah di desa, bukan malah terkesan sekadar mencari gaji. Karena pemerintah berharap agar dana desa menjadi jalan pintas untuk memakmurkan desa, dalam arti manfaatnya dirasakan masyarakat desa.
Harapan tersebut disampaikan Sekda Aceh, Dr Taqwallah MKes dalam kunjungannya ke Aceh Timur, Jumat (6/12). Pada acara yang dipusatkan di gedung Idi Sport Center (ISC), dihadiri ratusan geusyik, camat, kepala dinas dan petugas terkait pengelola dana desa. Juga turut dihadiri oleh Bupati dan Sekda Aceh Timur.
Menurut Taqwallah, pendamping desa mulai tingkat propinsi hingga desa agar sungguh-sungguh membantu desa, baik dalam proses perencanaan, pengerjaan hingga pertanggungjawaban dana desa.
Pendamping juga harus mampu memberi solusi untuk merubah wajah desa, dengan berbagai kegiatan yang inovatif, kreatif dan punya nilai jual, ujar Taqwallah.
Sementara Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM.Thaeb, SH menyebutkan, bahwa tugas Keusyik memang sangat berat dalam mengelola dana desa. “Tapi ini tugas mulia yang harus dilaksanakan penuh tanggungjawab,” tambah Bupati yang lazim disapa Rocky ini.
Dikatakan Rocky, dana desa harus dipergunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Prinsipnya tepat sasaran, layak guna, azas kepatutan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran di desa.
Selanjutnya, harapan dari Sekda pada tahun 2019 tidak terjadi Silpa dana desa pada Gampong dan di awal Januari 2020 bisa dicairkan dana desa.
Penulis : Ridwan Suud: Aceh Timur/Langsa
Editor : Nurdinsyam




















