Pemukiman Translok Alue Demam Mulai Bangkit

MEUREUDU I ACEHHERALD.com KONDISI pemukiman Alue Demam Gampong Lampohlada Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, dalam setahun terakhir cendrung semakin membaik dibandingkan sebelumnya. Kawasan berjarak kurang lebih 6 kilometer arah pegunungan dari pemukiman penduduk itu kaya dengan hasil pertanian dan perkebunan. Keberadaan lokasi pemandian tak jauh dari bendungan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin berwisata … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sebuah rumah di Translok Alue Demam Lampoh Lada, Pidie Jaya. Foto Ist

MEUREUDU I ACEHHERALD.com

KONDISI pemukiman Alue  Demam Gampong Lampohlada Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, dalam setahun terakhir  cendrung semakin membaik dibandingkan sebelumnya. Kawasan berjarak kurang lebih 6 kilometer  arah pegunungan dari pemukiman penduduk itu kaya dengan hasil pertanian dan perkebunan.  Keberadaan lokasi pemandian  tak jauh dari  bendungan menjadi daya tarik tersendiri  bagi warga yang ingin berwisata dan selama ini mulai dilirik para pengunjung.

Keuchik Lampohlada, Asril, kepada Acehherald.com menyebutkan,  jika beberapa tahun lalu akses jalan menuju kesana sangat sulit karena medannya yang berliku, terjal dan kondisi jalan berbatu cadas, kini berangsur-angsur mulai membaik. Dari  jarak tempuh 6 km, saat ini hanya tersisa sekitar 2 km lagi yang kurang bagus.  Sarana pendukung lainnya seperti  listrik, sekolah dan balai pengajian sudah tersedia disana. Pihaknya, lanjut Asril, berjanji akan terus membenahi Alue Demam ke arah yang lebih maju.

Menyusul semakin membaiknya kawasan tersebut, warga transmigrasi lokal (tarnslok) tampak semakin betah di sana. Dari 150 unit rumah disana, hanya beberapa kepala keluarga (KK) yang tidak menetap secara full atau hanya sewaktu-waktu. Mata pencaharian utama masyarakat adalah bertani dan berkebun.  Padi dan palawija (kacang-kacangan) termasuk sayur-mayur serta tanaman perkebunan seperti kakao (cokelat), durian, rambutan, pinang, pisang berproduksi lumayan bagus. “Dari segi pemanfaatan lahan sudah mengarah membaik, hanya saja, karena keterbatasan modal sehingga belum dapat digarap secara maksimal,” timpal keuchik setempat.

Karenanya, ia sangat berharap perhatian pemkab melalui dinas terkait, kiranya ikut membantu modal usaha atau setidaknya benih atau bibit tanaman pertanian dan perkebunan, sehingga usahanya berjalan lancar setiap tahun.  Kepala Mukim Beuracan, Tgk Syamsuddin membenarkan, kini Alue Demam sudah lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Pidie Jaya Meningkat, Warga Ogah Ogah Saja

Camat Meureudu, Jailani SE, MM menjawab Acehherald.com , Jumat (7/8/2020) mengaku, keberadaan pemukiman Translok Alue Demam Lampohlada selama ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Bendungan Irigasi menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lainnya untuk berkunjung kesana terutama pada hari-hari libur seperti Minggu. Akses jalan pun berangsur-angsur membaik.

Pihaknya mengharapkan keuchik setempat supaya Alue Demam  dibenahi sehingga warga betah menetap di sana. Dari sekitar 6 km jalan menuju kesana, hanya sebagian diantaranya masih sangat sulit dilalui baik dengan sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Selain berbatu cadas juga medannya yang menikung.  Sedihnya sebagian warga terpaksa mengantarkan dan menjemput  anaknya ke sekolah yang berada di pemukiman penduduk  seperti ke Gampong Mulieng dan Meunasah Kulam-Beuracan.

 

PENULIS  : ABDULLAH GANI (PIDIE JAYA)

Berita Terkini

Haba Nanggroe