Pemkab Abdya Hidupkan Kilang Padi Moderen

Politisi partai berlambang Ka'bah ini berpendapat, pabrik penggilingan padi modern ini memiliki berbagai manfaat strategis, terutama bagi sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Tentunya rencana ini memberikan peningkatan efisiensi produksi, dimana mesin modern tersebut mampu mengolah padi lebih cepat dan dalam jumlah besar serta mengurangi kehilangan hasil (losses) saat penggilingan".
Rahmad Irfan

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIE | ACEHHERALD.Com -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya mendukung rencana Pemerintah Abdya menghidupkan kembali pabrik penggilingan padi moderen atau Rice Milling Unit (RMU) yang telah dibangun sejak tahun 2019 di Kecamatan Tangan-tangan, Abdya.

Sekretaris Komisi II DPRK Abdya, Rahmat Irfan kepada Acehherald, kemarin mengatakan, rencana Pemkab salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan perekonomian daerah, selain itu juga langkah tepat dalam menstabilkan harga-harga beras di Abdya,” katanya.

Ia menerangkan, bahwa pabrik penggilingan padi modern merupakan upaya untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah yang terkenal dengan sebutan daerah Sigupai itu.

“Kita juga mendukung kelanjutan pabrik penggilingan karena selama ini sebagian petani masih menjual hasil panennya ke luar daerah,”ujarnya.

Politisi partai berlambang Ka’bah ini berpendapat, pabrik penggilingan padi modern ini memiliki berbagai manfaat strategis, terutama bagi sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Tentunya rencana ini memberikan peningkatan efisiensi produksi, dimana mesin modern tersebut mampu mengolah padi lebih cepat dan dalam jumlah besar serta mengurangi kehilangan hasil (losses) saat penggilingan”.

Kalau ini terwujud maka dapat meningkatkan pendapatan petani, harga gabah bisa lebih tinggi karena diprosesnya dilakukan secara profesional. Nantinya produksi dan pasokan beras lebih terjaga, menghindari kelangkaan dan fluktuasi harga beras.

Politisi PPP ini juga meminta pihak perbankan di Abdya ikut andil dan dapat mendukung rencana tersebut dengan memberikan dukungan modal usaha kepada para petani di Abdya, pungkasnya.

Seperti diketahui, RMU  yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 7,7 Milyar lebih itu diperkirakan mampu menampung gabah 40 ton per hari.

Baca Juga:  Media Asing Soroti Arak-arakan Timnas U-22: Lautan Manusia di Jakarta

Berita Terkini

Haba Nanggroe