Pelatda Terus Bergulir, Abu Razak Optimis Aceh 10 Besar PON 2024

“Kita telah mengetahui peta lawan di PON mndatang, tentu kita akan terus berbenah, dimana kekurangan untuk tampil menjadi yng terbaik di PON September nanti. KIta akan terus mengintensivkan dan menambah porsi latihan para atlet. Insya Allah, posisi 10 besar bukan hanya sekadar cita cita,” tandas Abu Razak.

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Ketua Umum KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau lazim disapa Abu Razak, kembali menyatakan rasa optimisnya tentang capaian prestasi atlet Aceh di PON ke-21, yang kini hanya menghitung hari. “Kita menyadari sepenuhnya, meskipun persaingan pada PON 2024 tahun ini lebih ketat, karena mempertandingkan banyak cabang olahraga, dan untuk pertamakali diikuti oleh 38 provinsi, kita haqqul yakin akan mencapai target yang telah ditetapkan. Tentu semua itu juga atas izin Allah,” kata Abu Razak, Senin (24/06/2024) malam.

Rasa optimisme Abu Razak juga didasarkan pada trend capaian prestasi Aceh pada empat edisi terakhir PON yang terus membaik. Terakhir kala PON Papua, Aceh sukses bercokol di posisi 12 besar, dengan raihan 11 emas 7 perak dan 11 perunggu. “Ini buah dari kerja keras dan dedikasi semua pihak, termasuk Pemerintah Aceh yang konsern dalam mendukung perkembangan olahraga di Aceh,” tutur Abu Razak.

Kini dengan status tuan rumah bersama Sumut, serta pelaksanaan Pelatda yang jauh lebih intensive, Abu Razak lebih optimis jika capaian 10 besar itu bukan mimpi belaka. Hal itu dibuktikan dengan rangkaian prestasi atlet Aceh yang kut Kejurnas hingga event internasional dalam setahun terakhir.  Masalahnya, para atlet itulah yang akan saling berlaga kembali memburu prestasi di PON 2024 mendatang. “Kita telah mengetahui peta lawan di PON mndatang, tentu kita akan terus berbenah, dimana kekurangan untuk tampil menjadi yng terbaik di PON September nanti. KIta akan terus mengintensivkan dan menambah porsi latihan para atlet. Insya Allah, posisi 10 besar bukan hanya sekadar cita cita,” tandas Abu Razak.

Sejarah mencatat, sebelum tahun 2016, setidaknya dari empat edisi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Tanah Air yang telah dilalui kala itu. Kontingen Aceh selalu berada di posisi angka 20. Itu pun berkisar di antara peringkat 22 hingga 25.

Baca Juga:  Jasad Remaja Tampok Jrat Raya ‘Menepi’ Kala Dinihari

Di PON 2000 Jawa Timur, Aceh finish di posisi 25 dengan hanya 1 medali emas, satu perak, dan 13 perunggu. Boleh jadi, Tanah Rencong lebih baik satu tingkat dari juru kunci PON untuk Pulau Sumatera ketika itu, Sumatera Barat. Satu emas dari pencak silat dan satu perak dari dayung, menyelamatkan wajah Aceh dari posisi terakhir se Sumatera.

Di PON 2004 Sumatera Selatan, Aceh boleh sedikit tersenyum karena berada di urutan Ke-22.

Sumbangan emas dari angkat besi melalui tiga lifter yakni Tarso, Yudi Suharsono, dan Muhammad Taufik sukses mengantarkan Aceh merebut 6 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.

Selanjutnya, prestasi Serambi Mekkah bukan malah membaik. Di PON 2008 Kalimantan Timur, posisi Aceh kembali merosot. Dari posisi 22 menjadi 23. Dengan capaian 4 emas, 4 perak, dan 10 perunggu.

Kemudian pada PON tahun 2012 di Riau, rangking Aceh kembali terjun, dengan capaian, tiga medali emas, yaitu dari cabang tarung derajat, terjun payung dan kempo, dan 5 perak, serta 18 perunggu, membuat Tanah Rencong kembali ke posisi 25. Artinya, Aceh kembali mundur ke PON tahun 2000 di Jawa Timur.

Setelah terseok-seok di empat edisi PON, Aceh akhirnya mulai berbenah. Di bawah komando Ketua Umum KONI Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem, bersama Ketua Harian H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, dan Sekretaris Umum M. Nasir Syamaun serta pengurus lainnya, dunia olahraga Tanah Rencong harus bekerja ekstra keras. Dan hasilnyan pun, Mualem-Abu Razak dua kali sukses menciptakan sejarah baru yang belum dicapai sebelumnya.

Abu Razak dan Mualem. Foto Ist

Mualem dua kali dipercayakan untuk memimpin induk organisasi cabang olahraga di Aceh, yaitu pada periode 2014-2018 dan 2018-2022.

Baca Juga:  Skuad Bank Aceh Bersusah Payah Singkirkan Pasukan Belia Pemkab Aceh Besar

Bermodal pengalaman pertama mengikuti PON sebagai pimpinan Kontingen Aceh, Mualem-Abu Razak datang ke Bumi Pasundan dengan percaya diri, menghadapi PON XIX tahun 2016 Jawa Barat. Hasilnya?

Para atlet di bawah binaan KONI Aceh langsung menghadirkan prestasi mengesankan. Ya, untuk pertama kali dalam sejarah keikutsertaan di PON, Kontingen Aceh berhasil bercokol di urutan Ke-12 dari 34 provinsi, dengan capaian 8 medali emas, 7 perak, dan 9 perunggu.

Kemudian, pada PON 2021 di Papua, KONI Aceh kembali mencatatkan sejarah baru, dengan merebut 11 medali emas, 7 perak, dan 11 perunggu. Dan, untuk pertama kalinya, duta-duta Serambi Mekkah berhasil melampaui prestasi dari Sumatera Utara, yang dikenal sebagai salah satu raksasa olahraga di Pulau Sumatera.

Dan kini, Abu Razak melanjutkan estafet Mualem sebagai Ketua Umum KONI Aceh. Tentu saja trend prestasi itu harus terus positif, setidaknya menyamai period sebelumnya..

Kata Kunci (Tags):
abu razak, koni aceh, pon 2024, mualem

Berita Terkini

Haba Nanggroe