Pelaporan Tak Konsisten, Ada Yang ‘Lapor’ Sekali Sebulan

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″] BANDA ACEH | ACEH HERALD BERFLUKTUASINYA trend perkembangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh saat ini, bukan semata karena perkembangan kasus yang signifikan, namun lebih karena kurang disiplinnya pelaporan dari satgas Covid, kabupaten/kota. Bahkan laboratorium pemeriksaan swab sendiri juga tak disiplin melapor secara harian, dengan bernagai alasan. “Akibatnya, data perkembangan terlihat … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Mayjen (purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin (Dok. Foto Aceh Herald)

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]

BANDA ACEH | ACEH HERALD

BERFLUKTUASINYA trend perkembangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh saat ini, bukan semata karena perkembangan kasus yang signifikan, namun lebih karena kurang disiplinnya pelaporan dari satgas Covid, kabupaten/kota. Bahkan laboratorium pemeriksaan swab sendiri juga tak disiplin melapor secara harian, dengan bernagai alasan. “Akibatnya, data perkembangan terlihat sangat fluktuatif, karena kadang ditumpuk beberapa hari baru kemudian dilaporkan ke Satgas Propinsi. Padahal seharusnya laporan dikirim secara harian, hingga akan diketahui perkembangan yang sebenarnya secara real time,” kata LO BNPB untuk percepatan penanganan pandemic covid di Aceh, Mayjen (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin, SH SIP MH.

Sinyalemen mantan Pangdam IM itu terbukti dari laporan harian trend perkembangan Covid-19 di Aceh, yang dirilis Jubir Covid Aceh Saifullah Abdulgani (SAG), malam ini. Setelah lima hari terakhir tak ada korban Covid-19 di Aceh yang meninggal. Tiba tiba kita dihentakkan dengan laporan yang menyebutkan, data hari Rabu (11/11/2020) sebanyak sembilan orang terpapar covid yang meninggal.

Belakangan setelah dicek, kasus meninggal dunia yang dilaporkan hari ini sebanyak 9 orang, bukan kasus baru, melainkan kasus-kasus lama. Yaitu 4 orang warga Simeulue meninggal pada 14 September  hingga 12 Oktober 2020, dan 5 orang warga Pidie yang meninggal tanggal 21 Oktober  hingga 8 November 2020. “Meski kasus lama tetap dicatat dan dilaporkan sebagai data kumulatif kasus meninggal dunia Covid-19 di Aceh, sehingga data epidemiologis Satgas Covid-19 Aceh singkron dengan data kabupaten/kota, dan bahkan data nasional,” tutur SAG.

Saifullah Abdulgani

 

Praktis, nyaris sepekan terakhir, tak ada korban jiwa dalam kasus covid-19 di Aceh. Satu hal yang memang pantas disyukuri semua pihak. Lebih jauh dilaporkan oleh SAG, jumlah kasus aktif c orona virus di Aceh hingga Rabu (11/11/2020) mencapai 1.233 orang atau 15,9% dari seluruh kasus akumulatif yang mencapai 7.770 orang. Kasus positif sembuh 6.246 (80,4%), dan kasus meninggal dunia 291 orang (3,7%). “Kasus aktif merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang masih dirawat, baik dengan isolasi mandiri, isolasi di tempat khusus, maupun penderita simtomatik (bergejala) yang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga:  Kepatuhan Pakai Masker Meningkat, Kasus Baru Covid-19 Tambah 14 Orang

SAG menjelaskan, kasus aktif Covid-19 bisa terus berkurang atau malah bertambah lagi tergantung dari dinamika kasus harian. Kasus aktif akan berkurang apabila kasus konfirmasi baru lebih rendah daripada jumlah penderita yang sembuh, atau meninggal dunia.

Covid-19 Aceh

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan kasus Covid-19 Aceh secara akumulatif sejak kasus konfirmasi pertama dilaporkan pada 27 Maret 2020. Jumlah kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 7.770 orang, sedang dalam perawatan 1.233 orang, sudah sembuh 6.246 orang, dan meninggal dunia 291 orang.

Ada penambahan kasus konfirmasi baru yang dilaporkan sebanyak 51 orang, yang meliputi warga Kota Banda Aceh sebanyak 15, warga Aceh Besar dan Pidie masing-masing 11 orang.

Kemudian warga Aceh Selatan dan warga Aceh Tamiang sama-sama 4 orang. Selanjutnya warga Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Utara, dan Subulussalam masing-masing 1 orang. Sedangkan 2 orang lainnya merupakan warga dari luar daerah.

Sementara itu jumlah penderita Covid-19 yang dilaporkan yang sembuh selama 24 jam terakhir bertambah sebanyak 29 orang, yang meliputi warga Kota Banda Aceh sebanyak 18 orang, warga Kota Lhokseumawe 6 orang, warga Kabupaten Aceh Tamiang 4 orang, dan 1 orang warga Aceh Timur. “Alhamdulillah tidak ada penderita Covid-19 di Aceh yang dilaporkan meninggal dunia dalam empat hari terakhir, kecuali kasus lama yang pencatatannya disingkronkan,” tambah SAG.

Lebih lanjut,  Jubir Covid-19 Aceh itu, melaporkan kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi sebanyak 630 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 47 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 550 sudah selesai isolasi, dan 33 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspect di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 3.946 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.614 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 324 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 8 orang isolasi di rumah sakit, tutup SAG.(*)

Baca Juga:  Tim Safari Ramadhan Pemerintah Aceh Tanam 714 Pohon di 54 Masjid

 

PENULIS     :     NURDINSYAM

Berita Terkini

Haba Nanggroe