BLANGPIDIE I ACEHHERALD.Com – Bawaslu/Panitia Pengawas Pemilihan (Paswaslih) Provinsi Aceh, meresmikan Gampong/Desa Blang Padang Kecamatan Tangan-tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sebagai Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif.
Pembentukan gampong demokrasi pengawasan partisipatif Desa Blang Padang, diresmikan Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Panwaslih Aceh, Maitanur, S.Pd. MM., dalam sebuah acara sosialisasi di Grand Leuser Hotel Blangpidie, Sabtu (23/11/2024).
Acara ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Abdya, Ir. Sunawardi, M.Si., Dandim 0110 Letkol Inf Beni Maradona, S.Sos., Kajari, Bima Yudha Asmara, SH. MH., Anggota Panwaslih Abdya, Khadafi Syah, A.Md., dan Ketua MPU, Tgk. Muhammad Dahlan, Ketua MPD, H. Husaini Haji S.Pd., dan Ketua MAA, Cut Amri.
Dalam acara tersebut, Anggota Panwaslih Abdya, melantik Forum Warga Pengawasan Partisipatif (Formatif) Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-tangan.
Penanggungjawab forum ini adalah Marta Dinata (Keuchik Gampong Blang Padang), Yaman (Ketua Tuha Peut Gampong Blang Padang) sebagai Wakil Penanggungjawab. Sedangkan jabatan ketua forum ini dipercayakan kepada Eri Mustajidan, Wakil Ketua, Wahyu Setiawan, Sekretaris Murtaza, dan Bendahara, Santri Wahyuni.
Bawaslu/Panwaslih Abdya dalam acara tersebut juga menyerahkan plakat ucapan terima kasih atas partisipasi menyukseskan Pemilu (Pileg) 2024 di Kabupaten Abdya.
Plakat ini diserahlan oleh Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Panwaslih Aceh, Maitanur dan Anggota Panwaslih Abdya, Khadafi Syah, kepada Pj Bupati Abdya, Dandim 0110, Kapolres, Kajari, Ketua MPU dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Abdya.
Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Panwaslih Aceh, dalam sambutannya mengatakan pembentukan dan penunjukan Gampong Blang Padang sebagai gampong demokrasi adalah sebagai upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan partisipatif pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang tahapannya sedang dilaksanakan.
Kehadiran gampong demokrasi partisipatif, katanya, harus dapat menjadi contoh bagi desa-desa yang lain. Karena masyarakat gampong demokrasi partisipatif punya kesadaran mengawasi setiap pelanggaran dalam proses Pilkada.
Tentu melalui program-program dan kegiatan di desa dapat menjadi pembelajaran positif yang bisa dicontoh oleh desa lain.
Seperti kegiatan-kegiatan pencegahan pelanggaran permainan money politik (politik uang), ASN terlibat dalam berpolitik secara aktif, dan pelanggaran lainnya.
“Program gampong demokrasi partisipatif ini menjadi salah satu program dari Bawaslu RI yang menjadi prioritas untuk diterapkan. Ada beberapa desa yang kami tetapkan sebagai gampong demokrasi, salah satunya Gampong Blang Padang Abdya,” ungkap Maitanur.
Formatif diminta secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada dan mendukung program pembentukan gampong demokrasi ini sehingga dapat berkelanjutan dan demokrasi dapat terus ditegakkan.
Formatif, tambah Maitanur, selain harus meningkatkan partisipatif masyarakat, juga berusaha keras untuk mencegah terjadi pelanggaran.
Setiap pelanggaran dalam Pilkada yang terjadi, menurut dia, masyarakat dapat melaporkan kepada Bawaslu/ Panwaslih Abdya, tertentu dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Tanpa adanya peran aktif dari semua elemen masyarakat, demokrasi tidak akan berjalan dengan baik. Karenanya, mari bersama-sama untuk menciptakan semua tahapan Pilkada maupun Pilkada,” papar Maitanur.
Dia juga menjelaskan tugas fungsi Bawaslu/Panwaslih mengawasi proses Pilkada, sedangkan Panwaslih mengawasi Pemilu Legislatif (Pileg). Tapi, kedua lembaga pengawasan ini berada di bawah Bawaslu.
Pj Bupati Abdya, Ir Sunawardi M.Si., mengapresiasi Bawaslu/Panwaslih Provinsi Aceh dan Bawaslu/Panwaslih Abdya dan Paswaslih Abdya atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan Pembentukan Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif di Abdya.
“Dari 152 gampong/desa di Abdya, satu diantaranya ditetapkan sebagai gampong demokrasi partisipatif,” katanya.
Kegiatan ini, menurut Pj Bupati, merupakan langkah nyata untuk memperkuat demokrasi ditingkat akar rumput. Tidak hanya melibatkan masyarakat sebagai objek, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam menjaga dan mengawasi proses demokrasi, khususnya dalam konteks Pilkada 2024.
Pj Bupati, Sunawardi menekankan bahwa sebagai gampong demokrasi partisipatif bukan saja dituntut meningkatkan partipasi masyarakat menggunakan hak pilih sesuai hati nurani, melainkan harus mampu menjadi pioner melakukan transpormasi perubahan segala asfek dalam masyarakat. Seperti berpartipasi berubah kehidupan, termasuk menjaga lingkungan.
Ia menambahkan bahwa demokrasi bukanlah semata-mata soal memilih pemimpin setiap lima tahun sekali.
Demokrasi adalah tentang partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan, baik ditingkat lokal maupun nasional.
Salah satu pilar utama demokrasi adalah kejujuran dan transparansi dalam pelaksanaan Pemilu. Disinilah peran masyarakat menjadi sangat penting.
“Dengan adanya Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif, kami berharap agar masyarakat tidak hanya memahami hak dan kewajibannya dalam Pemilu, tetapi juga mampu berperan sebagai pengawas independen untuk mencegah terjadinya praktik-praktik yang melanggar aturan. Gampong yang memiliki partisipasi aktif akan menjadi contoh bagi daerah lain dan menjadi cerminan kualitas demokrasi di Abdya,” demikian Pj Bupati, Sunawardi.
Sementara itu, Keuchik Blang Padang, Marta Dinata mengucapkan terimakasih kepada Panwaslih Aceh yang telah memilih Gampong Blang Padang sebagai Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif. Pihaknya menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dalam mengawasi Perhelatan Pemilu.
“Di gampong kami sudah lama lahirnya komunitas dengan nama komunitas “Jeup Kopi. Komunitas ini bertugas memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Pemilu dan Pilkada. Kami bangga dan mendukung penuh program ini,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi yang digelar Bawaslu/Panwaslih Aceh ini, menampilkan dua pemateri, yaitu Pj Bupati Abdya, Sunawardi, dan Mantan Ketua Bawaslu/Panwaslih Abdya, Ilman Ilman Sahputra.
Adapun peserta sosialisasi dilaporkan sejumlah 25 orang, terdiri dari pegiat pemilu, pengurus NU, HMI, SEMMI, Media Massa, dan SKPP.
Selain unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimkab) Abdya, kegiatan sosialisasi yang berlangsung satu hari itu, juga dihadiri Kabag Pengawasan dan Humas Panwaslih Aceh, Yudi Ferdiansyah Putra, Muspicam Tangan-tangan serta unsur terkait lainnya.
Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)





















