Orang Meninggal Tercatat Sebagai Penerima BST

Data Bantuan Diklaim Kacau, Warga Demo ke Kantor Geusyik LANGSA I ACEHHERALD.com – Data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan melalui PT Pos Langsa dinilai tidak mencerminkan kondisi riil sebenarnya, karena banyak orang merasa tak mampu namun tak menerima bantuan itu. Bahkan ada yang warga yang telah lama meninggal, justru tercatat sebagai penerima BST. … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Data Bantuan Diklaim Kacau, Warga Demo ke Kantor Geusyik

Ibu ibu menggeruduk Kantor Keuchik Sukorejo, pertanyakan BST. Foto Ridwan Suud
Zubir, keuchik Sukorejo

LANGSA I ACEHHERALD.com – Data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan melalui PT Pos

Langsa dinilai tidak mencerminkan kondisi riil sebenarnya, karena banyak orang merasa tak mampu namun tak menerima bantuan itu. Bahkan ada yang warga yang telah lama meninggal, justru tercatat sebagai penerima BST.

Akumulasi kekecewaan itu berbuntut demo ke kantor keuchik  atau kepala desa untuk meminta penjelasan, bahkan sebagian memilih ke kantor dinas sosial  karena di desa, mereka mengakui tertutup informasi soal itu.

Sebagaimana dilakukan ibu- ibu di  Desa Sukarejo Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Senin (18/05/2020) pagi. Mereka datang bergerombol ke kantor keuschik dan mempertanyakan kenapa ada perangkat desa hingga kepala lorong (Keplor) justru mendapat.

Terhadap kejanggalan itu, diakui oleh Zubir, Kepala Desa Sukarejo dan Sekdesnya Tuti Ningsih. ” Kami memang dibuat pusing oleh data penerima BST. Malah ada orang  yang telah meninggal masih tercatat sebagai penerima,” ungkap  Zubir prihatin.

Namun demikian, Zubir mengaku telah memberikan penjelasan  kepada puluhan ibu- ibu yang ikut  berdemo ke kantornya. Kepada mereka yang tidak menerima bantuan apapun, lajur Zubir, akan dimasukkan ke daftar penerima bantuan dari dana desa meski tak akan tertampung seluruhnya.

Dikatakan, sedikitnya ada 95 orang yang telah didata untuk dimasukkan dalam daftar penerimaan dana desa atau lebih dikenal dengan nama BLT ( bantuan langsung tunai) yang sumbernya dari ADG 2020.

Ironisnya lagi, Zubir lagi-lagi mengaku untuk membantu warganya yang 95 orang dari bantuan ADG sebagaimana dijanjikan di depan kaum hawa itu, belum diketahui juga dari pos mana diambil uangnya.

Dirincikan, warga Sukarejo yang tercatat menerima bantuan  BST dari PT Pos Langsa sebanyak 80 orang atau KK. Bantuan warga miskin dari BRI sebanyak 12 orang serta dari BNI tercatat 11 orang.

Baca Juga:  Tanjakan Wisata Puncak Pantan Terong Kembali Makan Korban, Dua Ibu-ibu Pelancong dari Langsa Tewas di Tempat

Karena banyak yang belum mendapat bantuan dari pemerintah, maka Kades Sukarejo, Zubir memasukkan 95 nama lain untuk calon penerima BLT (bantuan  langsung tunai) yang dananya dari dana  desa atau ADG 2020.

Sementara Kadis Sosial Kota Langsa, Armia yang dikonfirmasi Acehherald.com, Senin (18/05/2020) siang mengaku tidak terkejut mendengar ada demo disejumlah tempat terkait bantuan kepada warga miskin yang tidak sesuai fakta.

Sebab, lanjut Armia, data penerima bantuan BST yang disalurkan melalui kantor PT Pos merupakan data dari Kemensos RI. Begitupun, lanjut Armia, pihaknya tetap berupaya memverifikasi data yang kurang valid tersebut agar kedepan lebih terarah dan layak dalam penyalurannya.

Dikatakan Armia, dari 66 desa  yang ada dalam lima kecamatan di wilayah Kota Langsa, tercatat ada 8.321 penerima manfaat lewat BST yang disalurkan melalui kantor PT Pos Langsa.

Terkait adanya bantuan BST yang diterima perangkat desa dan Keplor di Desa Sukarejo Langsa Timur, Kadis Sosial ini enggan menanggapinya. ” Saya kurang tau juga kenapa bisa begitu. Dulu mungkin dia miskin, tapi sekarang sudah berbeda sehingga dianggap tak layak  lagi menerimanya.

 

Penulis : Ridwan Suud (Kota Langsa/Aceh Tmur)

Berita Terkini

Haba Nanggroe