SENIN tanggal 21 November 2022, menjadi titik balik bagi dunia budidaya tani padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Hari itu, Wamentan Havich Husnul Qalbi, di depan ribuan warga dan petani Abdya, secara terbuka mengapresiasi kinerja dan totailitas Pj Gubernur Achamd Marzuki dalam membangun Aceh serta apresiasi yang sama untuk Darmansah SPd MPd, pj Bupati Abdya yang memimpin Aceh Barat Daya (Abdya).
Apresiasi yang diucapkan oleh Wamentan saat menghadiri langsung acara Panen Perdana, padi tahun 2022 di areal persawahan di Kecamatan Blangpidie, Susoh. Selain itu, juga acara khanduri molod secara kolosal yang dilakukan Pemkab Abdya, dengan melibatkan sedikitnya 10 ribu masyarakat, serta puluhan kuah beulangong, masakan khas Aceh.
Kala itu, Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Harvick Husnul Qolbi, ke Aceh Barat Daya, Di hadapan ribuan masyarakat Abdya yang memadati lokasi pelaksanaan maulid di Masjid Agung Baitul Ghafur, Harvick secara khusus mengapresiasi kinerja Pj Gubernur Aceh dan Pj Bupati Abdya. Mereka berdua dinilai telah bekerja maksimal dan mendedikasikan diri selama menjabat sebagai pimpinan di daerah.“Totalitas dari pak gubernur sangat luar biasa. Demikian juga dengan Pj Bupati yang datang bolak-balik (ke Kementerian Pertanian) menyampaikan program,” kata Wamen Harvick.
Dengan potensi sumber daya alam Aceh yang sangat besar, Harvick yakin pertumbuhan ekonomi Aceh dan khususnya Abdya, bisa terus meningkat. “Semangat pak gubernur dan bapak bupati menjadi bukti bahwa kita bekerja bersama untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Harvick.

Harvick mengatakan ia hadir ke Abdya bukan sebatas wacana. Melainkan datang untuk hadir di tengah masyarakat untuk membicarakan bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk memajukan sektor agrikultur. Ia bahkan mengundang para kelompok-kelompok tani untuk hadir bersama bupati ke kantornya di Kementerian Pertanian Jakarta untuk mendiskusikan agenda-agenda pertanian yang bisa dilakukan di daerah Abdya.
Pertemuan iu terasa mkin strategis, karena dihadiri nyaris seluruh kepala daerah dalam kawasan Barat-Selatan Aceh. Mulai dari Aceh Jaya hingga Aceh Singkil. Para kepala daerah itu bersepakat untuk menjadikan Abdya sebagai sentra pangan atau food estate untuk daerah Barat-Selatan Aceh.
Wamentan dan Pj Gubernur Aceh mendukung penuh terhadap obsesi itu. Sementara di level kepala daerah jug sudah dilakukan semacam MoU, untuk menjadikan Abdya sebagai food esteta, karena letaknya yang sangat strategis diantara semua wilayah.
Karena itu pula, Wamentan Harvic secara terbuka menyatakan siap menerima perwakilan para petani di Kementan Jakarta, untuk berdiskusi serta saling memecahkan solusi terhadap persoalan yang muncul di lapangan.
Meski baru pulih dari kondisi pandemi, kondisi pertanian berada pada posisi yang menggembirakan. Apalagi saat pandemi pun pertanian tumbuh dengan sangat baik. “Saat pandemi muncul 3 hingga ke 4 petani baru. Artinya pertanian sangat membantu negara mengatasi pandemi. Ke depan kita harus satu visi bagaimana memajukan dunia pertanian ini,” kata Harvick.
Wamentan menyebutkan pemerintah daerah harus mengedukasi masyarakat. Di mana mereka harus proaktif, memanfaatkan berbagai program pemerintah untuk memajukan pertanian. Ia juga meminta agar masyarakat menghilangkan prasangka buruk kepada pemerintah. Jika pun ada hal yang dirasa tidak baik semuanya juga harus disampaikan dengan cara yang baik-baik.
Selain itu, Wamentan kemudian juga menyerahkan bibit kepada petani. Di antara bibit yang diserahkan adalah jengkol dan sawit. Ia berpesan agar petani memanfaatkan bantuan pemerintah tersebut.
Usai dari masjid, Wamen Pertanian kemudian mendatangi lahan pertanian padi bersama rombongan. Di antara yang hadir adalah Pj Gubernur, Pj Bupati Aceh Barat Daya, Pj Bupati Aceh Singkil, Bupati Aceh Selatan, dan Pj Bupati Aceh Jaya, serta Forkopimda Kabupaten Aceh Barat Daya. Di sana mereka bersama-sama melakukan panen padi secara simbolis.
Usai panen padi, Wakil Menteri Pertanian berdiskusi dengan petani. Di antara yang petani minta kepada Wamen Harvick adalah penambahan kuota pupuk subsidi, bantuan alat mesin pertanian atau alsintan, pembangunan sarana irigasi, dan kendaraan operasional bagi penyuluh pertanian.
Menjawab hal itu, Wamen mengatakan jika dirinya akan memfasilitasi permintaan para petani. Ia bahkan berencana untuk datang kembali ke Aceh Barat Daya. “Poinnya sudah saya catat semua. Mudah-mudahan tahun 2023 bisa terealisasi. Kalau sehat saya akan ke sini lagi. Lihat apa naik nggak produktivitasnya,” kata Harvick.
Sementara itu, Penjabat Bupati Aceh Barat Daya, Darmansah, mengatakan dirinya sangat mengharapkan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk pembangunan utamanya di bidang pertanian di Abdya. Apalagi, kata dia, sekitar 21 persen masyarakat Abdya bergelut dalam usaha pertanian.
Seperti diakui Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, pupuk bersubsidi untuk Aceh tetap dikucurkan oleh pemerintah di tahun 2023. Bahkan kuotanya ditambah pada beberapa daerah, dengan pertimbangan memenuhi permintaan dari bawah atau pemerintah setempat. Hanya saja tahun ini melalui Permentan Nomor 10 tahun 2022, pupuk yang bersubsidi hanya Urea dan NPK, karena dinilai lebih efesien dan berdayaguna, Kabar Gembira! Tahun 2023 Aceh Dapat Penambahan Alokasi Pupuk Subsidi seiring makin mahaknya pupuk di pasaran dunia. (Adv)



















