
JAKARTA I ACEH HERALD.com – Pelaksana Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh dari tahun ke tahun terus meningkat. Dan ini menjadi perhatian utama Pemerintah Aceh ke depan.
Hal itu dikemukakan Nova Iriansyah dalam dialog pembangunan pariwisata pada Forum Silaturahmi Aceh Meusapat II, di aula kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Desember 2019.
Dikatakan, dengan meningkatnya jumlah arus kunjungan wisatawan manca Negara (Wisman) dan wisatawan nusantara (Wisnus) juga berefek pada peningkatan kontribusi pemasukan daerah dari sector pariwisata.
Berdasarkan data Aceh Dalam Angka, tambah Nova Iriansyah, sektor pariwisata rata-rata setiap tahun telah mampu memberikan kontribusi berkisar 5 % kepada PDRB Aceh.
Dibanding sektor usaha lainnya, memang kontribusi pariwisata ini masih berada pada urutan ke 8 (delapan). Dengan meningkatnya perkembangan tersebut, Pemerintah Aceh yakin bahwa kontribusi sektor pariwisata bisa naik hingga ke posisi 4 (empat) besar.
Karena itu, pihaknya begitu optimis bahwa sektor pariwisara bisa menjadi salah satu penyangga perekonomian Aceh di masa depan.
“Oleh sebab itu, upaya untuk pengembangan sektor pariwisata ini harus segera ditingkatkan. Selain terus melakukan promosi dan perbaikan di berbagai bidang, tentu saja kami juga siap belajar dari pengalaman berbagai daerah yang sudah mencapai kesuksesan dalam mengembangkan usaha pariwisatanya,” jelas dia.
Siap Belajar Sampai ke Lombok
Lebih Plt Gubernur Aceh mengatakan Pemerintah Aceh siap untuk belajar cara-cara pengembangan sektor pariwisata yang sudah sukses seperti Lombok, Nusa Tenggara Timur dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kedua daerah tersebut sector pariwisatanya telah mampu membawa dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Karena itu, kata Nova, Pemerintah Aceh ingin juga belajar dari suksesnya pariwisata Bali dan Lombok. Selain itu, Nova juga ingin belajar dari kisah sukses Kabupaten Banyuwangi yang telah mendapat penghargaan dari Badan Pariwisata PBB sebagai destinasi wisata yang mengalami perkembangan sangat pesat.
“Masukan dari para akademisi, pengelola usaha pariwisata dan para traveller juga sangat kami harapkan. Dengan demikian, upaya kita untuk mempopulerkan branding ‘The Light of Aceh’ atau ‘Cahaya Aceh’ dapat menuai hasil yang memuaskan,” jelas dia.
Terakhir, Nova mengatakan Pemerintah Aceh akan bertekad menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi dalam memajukan sektor wisata di Tanah Air kita.
“Situasi keamanan Aceh yang sangat kondusif, ditambah lagi maraknya berbagai atraksi budaya yang diselenggarakan masyarakat di berbagai daerah, membuat kami sangat percaya diri untuk membangun sektor pariwisata tersebut,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah pemateri yang berasal dari berbagai kalangan, seperti Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yuana R. Astuti, yang berbicara seputar perlunya sinergitas antarsektor dalam membangun periwisata.
Selain itu ada Diky Andriansyah dari Traveloka, yang mengajak pelibatan generasi milineal dalam mengembangkan pariwisata. Sementara Kadis Pariwisata Banyuwangi M. Y. Bramuda memberikan materi tentang tantangan dan strategi pengembangan pariwisata yang berhasil diterapkan pihaknya di Banyuwangi, dan juga ada Doto Yogantoro yang merupakan Pelopor Desa Wisata.
Penulis/Editor : M Nasir Yusuf




















