
MEUREUDU I ACEHHERALD.com
SUASANA Keude Meureudu Ibukota Kecamatan yang juga Kota Kabupaten, kini kembali marak pada malam hari. Sejumlah warung kopi saat puncak Covid-19 sepi dan redup denyut usahanya, atau tutup lebih cepat, menyusul diberlakukannya News Normal (normal baru) sudah terang benderang seperti sediakala. Kegairahan juga mewarnai pedagang makanan, pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya sepanjang jalan utama dan lalu lalang kendaraan juga kembali ramai.
Walau pun demikian, untuk mengantisipasi merebaknya virus corona (Covid-19), masyarakat diimbau supaya tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan. Masyarakat diminta menghindari kerumunan dan mereka yang di warung kopi supaya menjaga jarak antar sesama. Kendati ini sering diingatkan, tapi yang namanya kerumunan tetap saja seperti biasa.
Juru bicara kesehatan pada Posko Percepatan Pemulihan Covid-19 Pijay,Eddy Azwar M Kes yang dikonfirmasi Acehherald.com membenarkan, kini jam malam sudah dicabut Plt Gubernur `Aceh dan kehidupan malam kembali marak. Pun begitu, pihaknya berharap agar masyarakat tidak berkerumun atau dengan kata lain masing-masing menghindari tempat keramaian. Kalau di warkop duduknya harus terpisah minimal 1, 5 meter. “Hindari kerumuman orang dan jaga jarak saat duduk,” pinta Eddy Azwar.
Pantauan Acehherald.com dalam sepekan terakhir, suasana Kota Meureudu marak siang dan malam. Lalu lalang kendaran terutama sepanjang Jalan Iskandarmuda yang merupakan jalan utama di kota tersebut nyaris tak pernah sepi. Apalagi sejumlah pedagang menggelar dagangannya kiri dan kanan badan jalan. Antara lain, pakaian jadi, sepatu dan sejenisnya, pedagang buah, aneka jenis makanan dan minuman serta lainnya. Beberapa pedagang mengaku kembali bergairah dalam berjualan.
“Kami ini sudah diperbolehkan buka seperti biasa,” kata salah seorang pengusaha warkop di Meureudu. Kesemarakan juga terlihat di beberapa warkop sepanjang jalan Nasional Banda Aceh-Medan seperti seputaran jalan layang dan kawasan Simpang tiga Meureudu dan Simpang Empat Meurahdua. Sementara sebelumnya atau saat gejolak Covid-19 suasana sepi. Kala itu, ada juga warkop yang bagian luar remang-remang tapi di dalamnya orang lumayan ramai ngopi. Itu adalah gambaran saat diberlakukan jam malam, tapi kini sudah berubah jadi terang benderang, timpal seorang warga.
PENULIS : ABDULLAH GANI (PIDIE JAYA)


















