Nelayan Pulau Banyak Tewas Diterkam Buaya Laut Saat Cari Tripang

Sempat Ditolong Rekannya yang Ikut Duel dengan Buaya SINGKIL | ACEH HERALD BUAYA laut (crocodylus porosus) Pulau Banyak kembali memakan korban jiwa. Tragedi yang sering terjadi di Darwin Australia, tempat habitat terbesar buaya laut, tersaji di Perairan Laut Pulau Panda, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kamis (18/02/2021). Seorang nelayan asal Desa Ujung Sialit Kecamatan Pulau Banyak … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sempat Ditolong Rekannya yang Ikut Duel dengan Buaya

Ilustrasi buaya laut

SINGKIL | ACEH HERALD

BUAYA laut (crocodylus porosus) Pulau Banyak kembali memakan korban jiwa. Tragedi yang sering terjadi di Darwin Australia, tempat habitat terbesar buaya laut, tersaji di Perairan Laut Pulau Panda, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kamis (18/02/2021).

Seorang nelayan asal Desa Ujung Sialit Kecamatan Pulau Banyak Barat Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, tewas diterkam buaya, saat berenang mencari ikan dan teripang. Tragis, korban berenang ternyata sudah dalam intaian buaya, hingga langsung diterkam.

Peristiwa tragis itu terjadi di perairan Pulau Panda, Kecamatan Pulau Banyak Barat. Saat kejadian, korban mencari tripang dengan rekan rekannya. Para rekan itupula yang jadi saksi hidup saat korban diterkam oleh buaya. Mereka akhirnya berjibaku dengan reptil itu.

Sekretaris Satuan Tugas SAR Kepulauan Banyak, Yudistira mengatakan, nelayan yang tewas diterkam buaya tersebut Sojinema Zega (36). Sedangkan empat rekannya Onius Gulo (27), Eli Yudi Gulo (24), Dirianus Gea (22) dan Erlin Zai (19) berhasil menyelamatkan diri.

Yudistira menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat korban bersama rekannya melaut ke perairan Pulau Panda Kecamatan Pulau Banyak Barat menggunakan perahu untuk cari ikan dan tripang.

Tiba di lokasi, mereka berenang mencari ikan, namun tiba-tiba korban berteriak karena melihat buaya mulai mendekat dan langsung menerkamnya. “Ketiga rekan korban memberikan bantuan dan menusuk buaya tersebut dengan tombak ikan hingga buaya itu melepaskan korban dari mulutnya,” ujar Yudistira.(*)

Baca Juga:  Diundang Secara Khusus, Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Pelantikan Rektor UIN Ar-Raniry

Berita Terkini

Haba Nanggroe