Mukhlis Yunus : Pertamina dan Pelindo Jangan Jadi Bieng di Babah Bubee KEK Arun

  Pakar Ekonomi Unsyiah, DR Mukhlis Yunus. FOTO ACEH HERALD.COM/M NASIR YUSUF BANDA ACEH | ACEH HERALD.com — Pakar ekonomi Unsyiah, Dr Mukhlis Yunus meminta agar Pertamina dan Pelindo 1 memiliki komitmen untuk menghidupkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh. Sebagai perusahaan yang telah bersepakat menjadi konsorsium, harusnya kedua perusahaan milik BUMN … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

 

Pakar Ekonomi Unsyiah, DR Mukhlis Yunus.       FOTO ACEH HERALD.COM/M NASIR YUSUF

BANDA ACEH | ACEH HERALD.com — Pakar ekonomi Unsyiah, Dr Mukhlis Yunus meminta agar Pertamina dan Pelindo 1 memiliki komitmen untuk menghidupkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh. Sebagai perusahaan yang telah bersepakat  menjadi konsorsium, harusnya kedua perusahaan milik BUMN itu memiliki komitmen tinggi seperti yang diperlihatkan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Hal itu dikemukakan mantan Direktur Pascasarjana Unsyiah, Mukhlis Yunus, menyikapi pernyataan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, yang menyatakan kedua perusahaan BUMN itu dan tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe, tapi sampai saat ini, mereka belum memiliki komitmen untuk penyertaan modal.

Padahal, tambahnya, Peraturan Pemerintah (PP) tersebut sudah 3 tahun lebih sejak ditetapkan, yaitu pada 17 Februari 2017 di Lhokseumawe. “PP itu jelas disepakati untuk mengembangkan kegiatan perekonomian Aceh dan nasional,” jelasnya.

Mukhlis Yunus mengaku sangat kecewa terhadap sikap kedua perusahaan BUMN tersebut. Karena itu, pakar ekonomi Unsyiah meminta Pertamina dan Pelindo 1 segera merealisasi keikutsertaannya dalam konsorsium tersebut. “Janganlah kedua BUMN itu masuk dalam konsorsium hanya sekadar menjadi bieng di babah bubee (menjadi kepiting di mulut bubu),” ujarnya.

Sebab, kalau kedua perusahaan BUMN itu menjadi bieng di babah bubee, ya dia tidak mau mengambil peran, sementara investor lain tidak boleh dan tidak mau masuk ke Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Rakyat Aceh, menurut mantan Ketua KNPI Banda Aceh, sangat mengharapkan keterlibatan Pertamina dan Pelindo 1 dalam konsorsium  PT Patriot Nusantara Aceh, yang di dalamnya juga terlibat PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Lhokseumawe dan PT Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh.

Baca Juga:  SPBU dan Agen LPG Ditutup Sampai 17 Juli, Apa Kata Pertamina?

KEK Arun Lhokseumawe terletak di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh dan dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017.

KEK ini bertumpu pada lokasi geografis Aceh yang dilintasi oleh Sea Lane of Communication (SloC), yaitu Selat Malaka dan mempunyai keunggulan komparatif untuk menjadi bagian dari jaringan produksi global atau rantai nilai global.

Namun, seperti dinyatakan Nova iriansyah, hingga hari ini, komitmen penyertaan modal oleh para Konsorsium baru direalisasi oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). “Artinya, dua nggota konsorsium lain dari Pertamina, dan Pelindo 1 belum merealisasikan komitmen mereka,” kata Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT saat mengikuti rapat virtual membahas permasalahan KEK Arun, Kamis, 13 Agustus 2020, di Jakarta.

Akibatnya, kata Nova,  pengembangan KEK Arun hingga saat ini belum bisa bergerak. Padahal, untuk berfungsinya KEK Arun itu menjadi tanggungjawab semua pihak, Pemerintah Pusat lewat Pertamina dan Pelindo 1, serta PT PIM dan PDPA.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe