Mobil Angkutan Umum Diseret Arus Krueng Beukah Blangpidie Abdya

Arus sungai tersebut membesar dalam waktu singkat, kemudian dengan mudah menyeret mobil nahas itu dengan jarak puluhan meter dari titik semula menuju arah bangunan Meuligoe Bupati yang kini difungsikan sebagai Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya di kawasan Desa Lhueng Tarok.
FOTO/TRC BPBK ABDYA Satu unit mobil minibus penumpang merek KIA Travello terseret arus sungai Krueng Beukah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya yang meluap secara tiba-tiba, Minggu (6/6/2024) sore.

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIE | ACEH HERALD.com- Satu unit mobil angkuran umum/ penumpang merek KIA Travello terseret arus sungai Krueng Beukah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang meluap secara tiba-tiba, Minggu (16/6/2024) sore.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kondisi mobil angkutan umum tersebut mengalami penyot-penyot di sejumlah titik serta kaca samping dan kaca depan pecah setelah diseret arus banjir dengan jarak puluhan meter.

Kalak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Armayadi, S.T dihubungi Aceh Herald.com membenarkan peristiwa tersebut. Dijelaskan, pada Minggu (16/6/2024) sore, sekira pukul 15.00 WIB, TRC BPBK menerima laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi peristiwa satu unit mobil angkutan umum jenis KIA terseret arus sungai Krueng Bekah, dekat tebing arah Desa Lhueng Asan, Blangpidie.

Kalak BPBK Abdya Armayadi, S.T melalui Sekretaris BPBK dan Kabid Kedaruratan dan Logistik menginstruksikan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan penanganan darurat di lokasi. TRC dibantu masyarakat akhirnya berhasil menarik mobil kembali mobil ke tepi sungai.

Belakangan diketahui kalau mobil angkutan umum nomor pilisi BL 1899 AL itu atas nama M. Safrizal (45 tahun) beralamat di Kota Subussalam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kondisi fisik mobil mengalami kerusakan berat.

Sementara keterangan diperoleh Aceh Herald.com dari masyarakat sekitar bahwa mobil angkutan umum merek KIA Travello tersebut sebelumnya bergerak melayani angkutan penumpang dari Kuta Cane, Kabupaten Aceh Tenggara menuju Blangpidie, Abdya.

Tiba di Blangpidie, mobil tersebut dicuci oleh sopirnya di Krueng Beukah, sebuah aliran sungai besar yang membelah kawasan Kecamatan Blangpidie, Abdya. Sang sopir memilih lokasi pencucian di aliran sungai dekat tebing/pantai arah Desa Lhueng Asan. Lokasi ini memang sering digunakan pemilik mobil sebagai tempat mencuci kendaraan roda empat karena permukaan air tidak begitu dalam.

Baca Juga:  Brimob Polda Aceh Perkuat Sinergi dengan Wartawan dan Masyarakat

Konon, menurut keterangan warga bahwa selesai dicuci, mobil angkutan umum warna krim tersebut masih tetap berada di lokasi, sedangkan sang sopir tertidur di dalam mobil. Waktu tidak berapa lama, hujan intensitas ringan mulai turun diwarnai mendung hitam menghiasi langit kawasan Blangpidie. “Info kami dapat, sopir sempat tertidur di dalam mobil yang sudah selesai dicuci. Baru tersadar/terkejut ketika mobil mulai bergerak-gerak diseret arus sungai yang mulai meluap. Segera saja, sopir menyelamatkan surat-surat kendaraan, kemudian meloncat keluar seraya meminta bantuan,” kata Rais, warga Desa Kedai Siblah, Blangpidie.

Arus sungai tersebut membesar dalam waktu singkat, kemudian dengan mudah menyeret mobil nahas itu dengan jarak puluhan meter dari titik semula menuju arah bangunan Meuligoe Bupati yang kini difungsikan sebagai Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya di kawasan Desa Lhueng Tarok.

Peristiwa mobil dibawa luapan sungai itu sempat menjadi tontonan menarik puluhan warga yang menyaksikan dari atas tebing kanan kiri aliran sungai besar tersebut. Tidak sedikit diantara mereka mengabadikan momen itu dengan foto dan memvideokan detik-detik peristiwa menegangkan itu. Kemudian, foto dan video peristiwa tersebut beredar luas di media sosial, terutama di sejumlah WAG.

Mobil yang diseret arus tersebut menurut keterangan berhasil diselamatkan oleh puluhan warga yang turun tangan membantu bersama TRC dari BPBK Abdya. Diselamatkan dengan seutas tali nilon yang diikat pada bodi mobil, kemudian ditarik beramai-ramai menuju tebing sungai arah Dusun Jalan Manyang (Dusun IV) Desa Kedai Siblah. “Setelah diselamatkan, mobil tersebut kini diparkir di lokasi RPH (Rumah Potong Hewan) di Dusun IV Kedai Siblah,” ungkap salah seorang warga setempat.

Berdasarkan catatan Aceh Herald.com, pada tanggal 23 Mei 2020 lalu, juga pernah terjadi peristiwa serupa. Satu unit mobil double cabin tenggelam, kemudian dibawa arus Krueng Beukah yang meluap secara tiba-tiba. Mobil nahas itu juga sedang dicuci pemiliknya di dekat tebing sungai arah Desa Meudang Ara, Blangpidie.

Baca Juga:  Pj Walikota A Hanan Resmikan PLHUT Kemenag

Bukan saja mobil yang diseret banjir, melainkan empat awak mobil sempat terperangkap di atas kap mobil yang nyaris tenggelam saat itu. Penyelamatan empat awak yang terperangkap di atas kap mobil berlangsung sangat dramatis. Sedangkan mobil dalam kondisi rusak berat berhasil dievakuasi dari dalam sungai dengan bantuan alat berat jenis excavator.(*)

Kata Kunci (Tags):
krueng beukah, travelo, meluap, tdrc abdya, blangpidie

Berita Terkini

Haba Nanggroe