Menteri PPPA: Saya Mantan Atlet, Uji Keperawanan Sejak Dulu Tak Ada

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga. JAKARTA, ACEH HERALD.com – Isu tak sedap kembali menghinggapi atlet senam Indonesia yang disiapkan untuk berlaga di Sea Game Manila, Filipina. Pertama Shalfa Avrila Siani (17) disebut-sebut dipulangkan dari pelatihan karena dia tidak perawan. Setelah masalah keperawanan seorang atlet, ternyata bukan hal yang menghalangi … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga.

JAKARTA, ACEH HERALD.com – Isu tak sedap kembali menghinggapi atlet senam Indonesia yang disiapkan untuk berlaga di Sea Game Manila, Filipina. Pertama Shalfa Avrila Siani (17) disebut-sebut dipulangkan dari pelatihan karena dia tidak perawan.

Setelah masalah keperawanan seorang atlet, ternyata bukan hal yang menghalangi seseorang untuk membela Indonesia, kini muncul tudingan baru bahwa Shalfa dipulangkan karena faktor indisipliner.

Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyatakan pemulangan itu karena faktor indisipliner. Isu tes keperawanan telanjur berembus, Menteri Bintang akan mencari tahu.

“Nah, tapi nanti kita akan cari, dan itupun sudah kita tanyakan kebenarannya kalau terkait dengan uji keperawanan ini datangnya dari mana. Menpora juga belum tahu ini datangnya dari mana,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bernama lengkap I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga itu, di Plaza Senayan Barat, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

“Saya mantan atlet, saya dua periode adalah pembina atlet pengurus. Uji keperawanan dari sejak zaman dulu kala itu tidak pernah ada,” kata Bintang.

Sebelumnya, aktivis perempuan menilai isu tersebut melanggar hak atlet untuk berprestasi. “Itu pelanggaran hak atlet. Kita butuh atlet buat apa? Untuk melakukan peran, dia kan atlet senam, kita butuh keterampilan dan prestasi dia pada senam. Nggak ada hubungan selaput dara masih utuh atau tidak. Itu tidak ada hubungannya, dan itu pelanggaran,” kata Deputi Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia, Sutriyatmi, Minggu (1/12/2019).

Sutriyatmi tak setuju apabila urusan prestasi atlet dihubungkan dengan keperawanan seseorang. Menurutnya, yang seharusnya jadi fokus, yakni tes kemampuan, bukan tes keperawanan.
“Kami tidak setuju, urusan prestasi dihubungkan perawan atau tidak. Ini harusnya dilakukan ke atlet pria juga, dia perjaka nggak. Tapi saya tidak ingin ada tes ini ke laki atau perempuan. Yang benar, harusnya dites kemampuan,” ujarnya.

Baca Juga:  Das'ad Latif : Maulid Wujud Kecintaan Pada Rasul

“Buat kami, buat apa sih tes itu? Keperawanan itu buat apa? Lalu di pegawai negeri, tes keperawanan, buat apa. Dan tidak ada gunanya. Keperawanan itu definisi dan fungsinya apa? Kita semua sudah tahu, selaput dara pecah ada berbagai macam hal penyebabnya, jadi buat apa lagi. Tes itu nggak ada gunanya,” imbuhnya.

Dia menuturkan, jika terkait olahraga dan prestasi, yang harus ditekankan adalah bicara soal kemampuan atlet. Pemerintah, lanjut Sutriyatmi, harus melakukan pendidikan bahwa keperawanan bukanlah suatu standar dalam suatu pekerjaan.

Editor  : M Nasir Yusuf

Berita Terkini

Haba Nanggroe