Menko Perekonomian Airlangga Buka IPOC 2021

Menkeu Sri Mulyani Apresiasi Kinerja Sektor Sawit Saat Pandemi JAKARTA I ACEH HERALD MENKO Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, secara resmi membuka pelaksanaan 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook (IPOC 2021) di Jakarta, Rabu (01/12/2021). Dalam kesempatan itu Hartarto kembali mengungkapkan komitmnt pemerintah untuk terusmendorong pertumbuhan sektor kelapa sawit. “Sebagai produsen terbesar minyak sawit … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Menkeu Sri Mulyani Apresiasi Kinerja Sektor Sawit Saat Pandemi

Sumber Infosawit

JAKARTA I ACEH HERALD

MENKO Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, secara resmi membuka pelaksanaan 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook (IPOC 2021) di Jakarta, Rabu (01/12/2021). Dalam kesempatan itu Hartarto kembali mengungkapkan komitmnt pemerintah untuk terusmendorong pertumbuhan sektor kelapa sawit. “Sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia, Pemerintah RI terus mendorong pembangunan minyak sawit berkelanjutan, sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku,” katanya.

Airlangga Hartarto mengucapkan Terima kasih kepada panitia dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang sudah mengadakan acara tahunan konferensi sawit tersebut.

Ditambahkan, pembangunan minyak sawit berkelanjutan Indonesia secara mandatori sudah dilakukan dan akan diperluas selama 5 tahun ke depan dengan fokus pada perkebunan Kelapa sawit milik rakyat. “Kami mengharapkan selama 5 tahun ke depan, perkebunan kelapa sawit rakyat akan mendapatkan sertifikasi ISPO,” kata Menko Airlangga

Pentingnya keterlibatan petani kelapa sawit Indonesia dalam memproduksi minyak sawit berkelanjutan menjadi bagian global dalam memajukan SDG’s di dunia.

Apresiasi kinerja sawit

Menkeu Sri Mulyani.Foto Ist

Sementara itu Menkeu Sri Mulyani yang menjadi pembicara sesi awal IPOC 2021  juga mengungkpkan tentang apresiasi Pemerintah RI tentang adanya peningkatan pendapatan pemerintah dari kinerja ekspor minyak sawit. Selama masa Pandemi Covid 19, adanya peningkatan harga komoditas termasuk minyak sawit telah mendorong pertumbuhan penerimaan pajak negara dari ekspor minyak sawit (BK/Bea Keluar) dan Pungutan Ekspor (Leavy) yang signifikan.

Minyak sawit tidak hanya penting bagi minyak makanan, tetapi juga penting bagi kemandirian energi bangsa, untuk dijadikan renewable energy. “Pemenuhan kebutuhan minyak makanan dari minyak sawit sangat penting dan kemandirian energi bangsa Indonesia juga dibutuhkan, ” ujar Sri Mulyani.

Baca Juga:  AALI Kembali Raih Status Emiten Terbaik

Katanya, keberadaan minyak sawit di pasar global termasuk Indonesia terus berkembang, tidak hanya memenuhi kebutuhan minyak makanan dari minyak goreng sawit hingga minyak specialty fats, tapi juga dapat membantu ketersediaan minyak bio energi yang ramah lingkungan. “Strategi menumbuhkan industri hilir minyak sawit di Indonesia menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan minyak makanan dan non makanan,” tutur Sri Mulyani.

Acara 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook (IPOC 2021), kembali digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) secara virtual, dengan mengambil tema “Peran Industri Kelapa Sawit Menuju Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan“.

Joko Supriono

Sementara itu Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, dalam sambutannya mengatakan, saat ini Indonesia masih menghadapi gelombang pandemi covid, banyak orang kehilangan orang tua, saudara dan sahabat. Sebab itu semua pihak berupaya untuk bisa memutus pandemi ini.

Dikala pandemi juga berdampak kepada ekonomi, maka itu pemerintah kerap membuat kebijakan guna menghadapi kondisi pandemi ini. Kata Joko, bagi industri sawit pandemi merupakan masa yang cukup menantang kendati demikian industri sawit tetap mampu memberikan kontribusi yang tidak sedikit kepada ekononomi bangsa selama pandemi. “Sebab itu kami pada acara ini mengangkat tema tentang Peran Industri Kelapa Sawit Menuju Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan,” katanya saat pidato pembukaan.

 

 

 

Joko menambahkan, industri kelapa sawit tetap tangguh kala menghadapi pandemi, seiring dengan itu upaya vaksinasi bagi karyawan di perkebunan kelapa sawit juga terus dilakukan untuk terwujudnya herd immunity, sehingga upaya pemulihan ekonomi bisa terwujud lebih cepat.

Ketua Panitia IPOC 2021, Mona Surya, dalam laporannya mengatakan, di tengah kondisi masih menghadapi pandemi Covid, GAPKI masih bisa melakukan acara 17th  Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook (IPOC 2021). “Kendati digelar secara virtual, acara ini masih menarik bagi para pelaku dan stakeholder kelapa sawit,” kata Mona Surya sembari menambahkan event itu dihadiri 0leh 1000 an orang dalam kegiatan yang berlangsung secara gabungan antara zoom meeting dan luring itu.

Baca Juga:  Banjir Akibat Hilir Sungai Dangkal, TNI Kerahkan Tim

Berita Terkini

Haba Nanggroe