Mantan Sekda Aceh, Husni Bahri TOB Meninggal Dunia

BANDA ACEH I ACEH HERALD.com Innalillahi Wa inna Ilaihi Rajiun… Kabar duka atas meninggalnya mantan Sekda Aceh, Husni Bahri bin Teuku Oesman Basyah (69) yang lebih akrab dipanggil Husni Bahri TOB, Selasa (30/6/2020) subuh cepat beredar di berbagai Grup WhatsApp. Husni Bahri TOB meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Selasa sekitar pukul 05.00 … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Mantan Sekda Aceh, Husni Bahri TOB, SH M.Hum

BANDA ACEH I ACEH HERALD.com

Innalillahi Wa inna Ilaihi Rajiun… Kabar duka atas meninggalnya mantan Sekda Aceh, Husni Bahri bin Teuku Oesman Basyah (69) yang lebih akrab dipanggil Husni Bahri TOB, Selasa (30/6/2020) subuh cepat beredar di berbagai Grup WhatsApp. Husni Bahri TOB meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Selasa sekitar pukul 05.00 WIB.
Mantan Sekretaris Daerah Aceh yang juga mantan Komisaris Utama Bank Aceh ini, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta, sempat dirawat di rumah sakit di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Pada suatu, sore selepas shalat Ashar di Mushalla Al Muhajirin, Lamlagang, Husni Bahri rajin jalan-jalan sore bersama  Drs Yusni yang akrab disapa Ayah Ni.

Kalau ngak salah, Jumat petang, dua pekan sebelum kepergiannya, Pak Husni, masih sempat jalan-jalan sore. Namun, langkahnya mulai terlihat agak berat. “Ketika saya tanyakan kok langkah bapak seperti agak berat, Pak Husni dengan tangkas menjawab. Iya lah. Saya baru habis puasa kemarin,” kata Yah Ni mengutip ucapan mantan atasan di Pemerintah Aceh.
Husni Bahri TOB sebelumnya dikenal sangat aktif jalan-jalan pagi. Selesai shalat subuh di Mushalla Al Muhajirin Lamlagang bersama Yah Ni dan jamaah subuh lainnya sering melintasi rute Jln Teuku Hasan Masjid Raya menujut Jln Residen Danubroto, Masjid Teuku Umar, masuk jln Seulawah, Jln Pinggir Kali Kreung Daroy menuju Neusu dan kembali lagi ke Lamlagang.

Tapi hari-hari terakhir,  mengubah jadwal jalan-jalan pagi menjadi lebih banyak pada sore hari atau setelah shalat ashar. Meski jalan pada pagi hari tetap dilakukan.
Namun, seperti diakui Ayah Ni, mantan staf di Setda Aceh yang kini menjadi sahabatnya, pada suatu sore, Pak Husni mengaku kondisi kesehatannya agak menurun.
Setelah beberapa lama berjalan dari Lamlagang ke Neusu, terpaksa beristirahat di sebuah warung.
“Tradisi transit di warung, memang sudah menjadi salah satu tradisi jalan-jalan pagi atau jalan sore kami,” kata Yah Ni, yang selalu jalan bersama dengan mantan Sekda Aceh dan mantan pengacara Irwandi Yusuf itu.
Namun, tambahnya, pada suatu sore, memang Pak Husni tidak seperti biasanya. Beliau mengeluh agak sesak di dada dan kami beristirahat agak lama di sebuah warung, dibanding hari-hari biasanya.
Pada Jumat petang itu, bahkan kami sudah janjian Sabtu pagi untuk melakukan jalan bareng lagi. Tapi, pagi itu, beliau sudah tidak terlihat pada saat shalat subuh berjmaah di mushalla. Dan pada hari Minggu pihaknya, Husni Bahri TOB yang sempat menjadi Pejabat Bupati Bener Meriah itu dilaporkan sudah masuk ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Baca Juga:  Satgas TMMD 109 Kodim 0102/Pidie Berikan Sosialisasi Budidaya Pertanian

Dan, setelah dirawat beberapa hari di RSUZA, karena gagal dalam pemasangan ring Jantung, atas saran dokter, pihak keluarga sepakat membawa mantan Sekda Aceh itu ke RS Harapan Kita di Jakarta.
Husni Bahri TOB memulai karirnya sebagai PNS di lingkungan Dinas Peternakan Aceh kemudian pindah ke Setda Aceh.
Sejak pindah ke Sekretariat Daerah Aceh, Husni Bahri TOB meniti karirnya dengan cemerlang.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh itu mendapat kepercayaan menempati sejumlah jabatan strategis, di antaranya, kepala Biro Hukum dan Humas, Kepala Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Asisten I Setda Aceh, Pj Bupati Bener Meriah, dan terakhir menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh menggantikan Thantawi Ishak SH.

Bersamaan saat menjabat Sekda Aceh, Husni Bahri TOB, juga dipercayakan menjadi Komisaris Utama Bank Aceh.

Usai menjabat Sekda Aceh, Husni Bahri kemudian diangkat menjadi Widya Iswara Utama di lingkungan Departemen Dalam Negeri.

Sebagai Widyaiswara I nasional, mantan sekda Aceh itu lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengajar di berbagai lembaga pendidikan dinas di lingkungan Kementerian Dalam Negeri baik di Tanah Rencong di berbagai daerah lainnya di luar Aceh.

Sedangkan menyangkut pelaksanaan fahdhu kifayah, pihak keluarga dan keuchik Lamlagang, Samsul Bahri  ditemui di rumah duka Jln Danubroto, Lamlagang, sepakat prosesi pemakaman mantan Sekda Aceh itu akan dilaksanakan Rabu (1/7/2020) pagi.

Penulis: M Nasir Yusuf

Berita Terkini

Haba Nanggroe