BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-haytar, dalam sambutan singkatnya berharap semua pihak di Aceh dan Indonesia untuk terus merawat dan mengisi perdamaian yang kini telah terajut di Aceh, pasca MoU Helsinki 15 Agustus 2025. “Damai ini akan terus bertahan, jika kita rawat, isi dan beri makna secara bersama,” kata Malek Mahmud saat memberikan sambutan pada acara HUT ke-20 MoU Helsinki, Jumat (15/08/2025) di Gedung Balee Meuseuraya Aceh (BMA) tadi pagi.
Mantan Perdana Menteri GAM itu mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat sipil, pemuda, ulama, kaum perempouan hingga jajaran kampus dan cendikia untuk secara kolektif menjadikan Aceh benar benar berdaulat dalam damai, adil dalam pembangunan dan bermartabat di mata dunia. “Mari kita jadikan peringatan dua dekade Hari Damai Aceh ini sebagai titik balik untuk berbuat lebih baik lagi. Terutama untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat Aceh,” tutur Malek Madmud menutup sambutannya.

Sebelumnya Ketua Panitia Hari Damai Aceh, Jamaluddin yang juga Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) mengungkapkan, peringatan Hari Damai Aceh tahun ini diwarnai dengan berbagai kegiatan. Khusus untuk acara puncak Jumat pagi dirangkai dengan pemberian sertifikat tanah secara simbolis kepada perwakilan dari 150 penerima.
Sertifikat tanah itu diberikan oleh Wali Nanggroe Malik Mahmud dan Gubernur Muzakir Manaf serta Wagub Fadhlullah. Selain itu juga dilakukan penyaluran santunan untuk anak yatim, serta ditutup dengan penglepasan
Peringatan 2 Dekade Hari Damai Aceh turut dihadiri Sekda Aceh M Nasir, Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, sejumlah Gubernur Aceh periode sebelumnya, jajaran anggota DPRA serta beberapa kepala daerah di Aceh dan perwakilan NGO, LSM serta tamu undangan lainnya.



















