Lintasan Meurahdua – Ulim Rawan Begal

  MEUREDU | ACEH HERALD JIKA Anda hendak melintasi jalan provinsi lintas utara (jalur bekas rel kereta api) yang menghubungkan Kecamatan Meurahdua-Ulim atau sebaliknya, diminta agar berhati-hati khususnya pada malam hari. Rute sepanjang kurang lebih dua kilometer yang kini beraspal mulus itu, akhir akhir ini rawan terjadi pembegalan. Warga meminta pihak kepolisian untuk meningkatakan frekuensi … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Lintas jalan provinsi Meurahdua – Ulim atau jalan bekas rel kereta api selama ini rawan perampokan. (Dok. Aceh Herald/Abdullah Gani)

 

MEUREDU | ACEH HERALD

JIKA Anda hendak melintasi jalan provinsi lintas utara (jalur bekas rel kereta api) yang menghubungkan Kecamatan Meurahdua-Ulim atau sebaliknya, diminta agar berhati-hati khususnya pada malam hari. Rute sepanjang kurang lebih dua kilometer yang kini beraspal mulus itu, akhir akhir ini rawan terjadi pembegalan. Warga meminta pihak kepolisian untuk meningkatakan frekuensi patroli di lintasan yang kiri kanan terhampar areal persawahan tersebut.

Beberapa warga yang kerap melintasi jalur dimaksud pada malam hari kepada Aceh Herald, Rabu (7/12/2020) menuturkan, mereka nyaris menjadi korban ketika pergi pulang melalui jalan tersebut. Rumors yang berkembang, ada komplotan begal yang beroperasi di lintasan, dengan jumlah lebih dua

Sasaran komplotan itu adalah sepeda motor  atau barang berharga lainnya. Mereka mengutamakan jika pelintas adalah wanita. Pelintas mulai diintai di kedua sisi ujung jalan, terutama memberi tahukan kepada eksekutor, jika yang melintas wanita atau lelaki pemotor tunggal.

Disebut sebut sudah beberapa orang yang menjadi korban, termasuk beberapa orang yang menjadi target, namun berhasil lolos. Sebuah rumors terbaru beredar, jika sepekan silam, seorang wanita nyaris menjadi korban begal. Namun disebut sebut wanita yang menjadi korban itu melakukan perlawanan, hingga dua orang lelaki yang menghadangnya memilih untuk kabur.

Beberapa sumber lain di Ulim dan Meurahdua kepada Aceh Herald membenarkan, lintas jalan provinsi atau jalan bekas rel kereta api belakangan tergolong rawan terhadap pembegalan. Tujuannya merampas sepmor atau barang berharga seperti perhiasan. Karenanya, masyarakat berharap instansi terkait supaya menaruh perhatian sehingga pengguna jalan tidak merasa was-was.

Camat Meureudu, Jailani SE, MM juga membenarkan, jalan provinsi lintas Meurahdua-Ulim atau sebaliknya lebih dikenal dengan sebutan jalan bekas rel kereta api rawan kejahatan pada malam hari. Rute tersebut kiri dan kanan jalan persawahan dan tak ada rumah penduduk. Konon lagi sarana penerangan atau listrik pun belum ada di jalur tersebut. “Saya mengimbau warga agar tidak melintasi rute dimaksud pada malam hari terlebih lagi kaum hawa,” harap Jailani yang juga warga Ulim.(*)

Baca Juga:  Polres Lhokseumawe Launching Program SKCK Masuk Gampong

 

PENULIS     :     ABDULLAH GANI

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe