
PEUREULAK | ACEH HERALD – Tragis.. Sungguh sedih nian nasib penghuni rumah petak di Dusun Damai Kampong Beusa Meurano Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Betapa tidak, rumah yang didiami lima kepala keluarga itu, terbakar menjelang subuh, Kamis (25/2/2021).
Saat mulai membakar, para penghuni rumah masih terlelap tidur. Dengan mata masih dibalut rasa kantuk, mereka hanya mampu menyelamatkan diri dari amukan si jago merah. Dalam rasa kantuk, mereka nyaris tidak menyelamatkan harta bendanya, termasuk sepeda motor yang kini hanya tinggal rangka.
Akibat kebakaran itu, pemilik rumah yang terdiri Amiruddin bin Azis (48), Anwar bin Ismail (56), Nurbaiti (50), Asnawi (38) dan Ismail Alamsyah (40) mengaku mereka mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Kapolres Aceh Timur melalui Kapolsek Peureulak, AKP Pidianal Limbong mengutip pengakuan Amiruddin, salah seorang korban menyebutkan, pada Kamis (25/2/2021) sekira pukul 04:15 WIB, Amirudin terbangun dari tidur dan keluar kamar tidur.
Namun setibanya di ruang tamu, Amirudin terkejut melihat api sudah membakar TV dan dinding ruang tamu yang terbuat dari kayu.
Dalam hitungan detik, api terus membara hingga menyambar empat rumah lainnya yang bergandengan dengan rumah Amiruddin.
Dalam situasi gaduh pada subuh hari tersebut, tetangga Amiruddin pun terbangun dan bersama warga sekitar berusaha memadamkan dengan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran.
Namun, karena kondisi rumah tersebut terbuat dari papan ditambah tiupan angin yang cukup kencang, mengakibatkan api cepat membesar hingga seluruh bangunan itu habis terbakar.
Untuk mengetahui persis penyebab kebakaran, aparat kepolisian hingga kini masih melakukan penyidikan penyebab utama kebakaran yang menghilangkan tempat berteduh kelima warga Gampong Beusa Meurano.
Akibat kebakaran yang menghanguskan lima rumah kopel itu diperkirakan pemilik rumah mengalami kerugian mencapai Rp 300 juta.
Akibat kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga Peureulak itu, telah menyebabkan seluruh kepala keluarga korban kebakaran terpaksa mengungsi.
Penulis Ridwan Suud



















