Lhokseumawe Terpilih sebagai Kota Layak Anak

*PARIWARA LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD.com- Kota Lhokseumawe yang sebelumnya … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

                                                                                             *PARIWARA

Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadis DP3AP2KB) Kota Lhokseumawe, Dra Mariana Affan MM saat berkunjung  ke Mahkamah Syari’ah. Foto Ist

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD.com-

Kota Lhokseumawe yang sebelumnya dikenal sebagai kota industri yang penuh hiruk pikuk dengan berbagai aktivitas, ternyata sangat sigap dalam menyiapkan generasi Aceh yang islami ke depan.

Sejumlah industri raksasa yang bertumbuh di Kota Lhokseumawe dan daerah penyangganya, Aceh Utara. Tidak mempengaruhi kaum ibu di bekas ibukota Aceh Utara itu dalam mempersiapkan anak-anaknya menuju era …

Sejak ditemukan cadangan gas alam di ladang Arun, Kecamatan Syamtalira A, dan persiapan kilang pengolah gas di Blang Lancang, Kota Lhokseumawe nyaris hidup 24 jam.

Namun, duet Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dan Wakil Walikoya Yusuf Muhammad, tidak melupakan masalah persiapan generasi baru Lhokseumawe yang siap bersanding dengan anak-anak dari daerah lainnya. Sejumlah infrastruktur telah disiapkan. Termasuk lembaga pendidikan yang siap mendidik anak-anak Lhokseumawe menuju era baru.

Dalam menyiapkan generasi baru, Pemko Lhokseumawe didukung Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah berhasil memperoleh sejumlah penghargaan di tingkat nasional.

Menurut catatan AcehHerald.com, keberhasilan Lhokseumawe meraih berbagai prestasi di level nasional itu tidak lepas dari rasa aman, nyaman, dan ramah terhadap anak yang diberikan Pemko Lhokseumawe.

Forum anak Kota Lhokseumawe. Foto Ist

Ini telah menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mewujudkan wilayah yang ramah anak. Sejumlah infrastruktur yang mendukung program kota ramah anak juga sudah disiapkan.

Untuk menjadi Kota Ramah Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah bekerja maksimal. Dan, alhamdulillah berkat kerja keras aparat DP3AP2KB, Lhokseumawe berhasil meraih penghargaan kota layak anak dariKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Baca Juga:  Membenahi Sistem Pengelolaan ZIS, Suaidi Yahya Peruat Baitul Mal

Pada tahun 2021, Kementerian PPPA Republik Indonesia yang melakukan evaluasi terhadap kabupaten dan kota, telah memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang telah menyelenggarakan kebijakan, program, dan kegiatan dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, melalui apresiasi Layak Anak.

Setelah melalui proses verifikasi secara bertahap, tahun ini Kota Lhokseumawe dapat meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak dengan katagori Pramata.

Sebagai peraih Kota Layak Anak, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, SE, M.Si pada Kamis tanggal 29 Juli 2021 secara virtual menyerahkan penghargaan Pemko Lhokseumawe. Penyerahan secara virtual dilakukan mengingat pada saat itu, Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19.

Dan pada tahun 2021 merupakan penghargaan pertama yang diterima Kota Lhokseumawe sebagai Kota Layak Anak. Saat itu, ada 5 kabupaten/kota yang meraih penghargaan tersebut.

Sedangkan pada tahun 2021, selain Kota Lhokseumawe, ada 7 kabupaten/kota lain yang meraih penghargaan yang sama, Kota Kota Banda Aceh, Kota Langsa, Kota Sabang, Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Barat.

Lagi-lagi karena kondisi pandemi Covid-19, penyerahan penghargaan tahun ini juga berlangsung secara virtual, yang berlangsung di Oproom Setdako Lhokseumawe dan dihadiri oleh Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Lhokseumawe, Dra Mariana Affan MM, mengatakan bahwa semua anak harus terpenuhi hak-haknya, termasuk hak untuk memperoleh akte kelahiran.
Sebagaimana tercantum di dalam 24 indikator penilaian KLA yaitu klaster satu hak sipil dan kebebasan.
Lalu klaster dua lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, dan Klaster tiga kesehatan dasar dan kesejahteraan, kemudian klaster empat pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta klaster lima perlindungan khusus.

Penulis Yuswardi

Berita Terkini

Haba Nanggroe