Lari Malam dari Arena, EO MTQ ke-37 Diblacklist

“Sampai malam ini nomor handphone mereka tak bisa dihubungi, ini benar benar keterlaluan. Mereka abai dengan tugas mereka yang tercantum dalam kontrak, seperti menyelesaikan arena,” kata Zahrol.
Gubwrnur Aceh Muzakir Manaf bersama Bupati Pijay dan jajaran Forkopimda menekan tombol sirene pertada dibukanya MTQ ke-37 Aceh di Pijay.

Iklan Baris

Lensa Warga

MEUREUDU I ACEHHERALD.com – Event Organizer (EO) pelaksana kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya, PT Qpro Creasindo (QC) dipastikan masuk daftar black list dari kegiatan Dinas Syariat Islam  Aceh dan segera dilaporkan ke Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Aceh, atas sikapnya yang dinilai wan prestasi dalam kegiatan MTQ ke-33 Aceh.

Penegasan itu dilontarkan oleh Kadis Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, selaku Panitia Pengarah MTQ ke-37 di Meureudu Pidie Jaya (Pijay). Menurutnya, sebagai EO pihak PT QC telah kabur dari lokasi MTQ menjelang detik detik perhelatan keagamaan itu dibuka oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf. “Sampai malam ini nomor handphone mereka tak bisa dihubungi, ini benar benar keterlaluan. Mereka abai dengan tugas mereka yang tercantum dalam kontrak, seperti menyelesaikan arena,” kata Zahrol.

Sebelumnya, sebagai pengarah, pihak DSI Aceh juga meminta pihak EO untuk mengatur arena sesuai dengan juklak dan juknis dari LPTQ Nasional. Mimbar standar mimbar, jarak antararena, berikut fasilitas wajib, namun mereka seperti tak mendengar. “Akhirnya, hingga H-2 belum juga siap pengerjaan arena, dan akhirnya diambil alih. Sementara pihak EO seperti hilang ditelan bumi. Kami akan laporkan ulah ini kepada pimpinan di tingkat provinsi agar diambil tindakan dan tak terulang di masa mendatang,” tutur Zahrol, malam ini.

Akibat EO yang terkesan lari malam itu, pihak Panitia Lokal dan Provinsi mengambil alih pekerjaan, termasuk dengan mendatangkan tukang tukang dari seantero Pijay, untuk bekerja non stop hingga malam hari. Akibat EO yang lari malam itu, kegiatan lomba beberapa cabang di MTQ ke-37 tertunda hingga pukul 11.00 WIB siang tadi.

Baca Juga:  Swedia Izinkan Demo Bakar Taurat dan Alkitab di Luar Kedubes Israel

Panitia gabungan akhirnya memindahkan beberapa cabang ke gedung lain seperti Aula MPU, bahkan ada yang ke masjid dan mushalla. Karena jadwal yang molor itulah, banyak cabang yang selesai lombanya hingga menjelang magrib tadi. “Malam ini pekerjaan arena terus diburu oleh puluhan tenaga tukang dan relawan, insha Allah, besok semua kegiatan on the track kembali atau kembali on time, yaitu mulai pukul 08.00 WIB lomba telah dimulai,” tutur Zahrol.

Ditambahkan, walau pun sempat terjadi molor pada beberapa nomor lomba, namun penutupan MTQ ke-37 tetap sesuai dengan jadwal semula, yaitu Jumat (07/11/2025) malam

Ketika ditanya terkait dengan pemilihan EO dalam MTQ ke-37 di Pijay, Zahrol menyatakan itu adalah kewenangan Bupati serta panitia lokal. Sementara pihak DSI Aceh dalam hal ini Pemerintah Aceh hanya sebagai lembaga konsultatif serta pengawasan, pengarahan dan supporting dana kegiatan. Dalam kaitan peran itulah, pihak DSI telah melakukan rangkaian pemantauan dan pengawasan serta pengarahan. Termasuk dengan jajaran EO pelaksana. Namun ironisnya, pihak PT QC seperti mengabaikan saran dan arahan, hingga terjadi seperti saat ini.

Seperti diberitakan oleh beberapa media, menjelang detik-detik pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-37 di Kabupaten Pidie Jaya, pihak Event Organizer (EO) pelaksana kegiatan, PT Qpro Creasindo, dikabarkan menghilang dari tanggung jawabnya di lapangan.

Informasi yang diperoleh awak media, menyebutkan, sejak Sabtu 1 Nopember 2025 siang, tidak ada lagi aktivitas maupun perwakilan EO terlihat di lokasi. Sejumlah panitia menyebutkan, seluruh tanggung jawab pekerjaan kini diambil alih oleh panitia lokal dan relawan.

Juru bicara MTQ Aceh ke-37, Saiful Rasyid, mengatakan panitia terpaksa turun langsung menyelesaikan persiapan yang seharusnya menjadi kewenangan EO. “Karena ketidaksiapan EO, sehingga kami yang menyelesaikannya. Termasuk venue utama, tadi panitia yang menyelesaikan,” ujar Saiful yang juga Asisten III Sekdakab Pidie Jaya.

Baca Juga:  Anak Sekolah di Bireuen Dicek Suhu Tubuh, Ini Tujuannya

Dikonfirmasi secara terpisah oleh awak media, pihak PT Qpro Creasindo, Nasrullah, hingga berita ini diturunkan tidak dapat dihubungi. Saat dihubungi via telepon dan pesan WhatsApp, status pesan hanya tercontreng satu, menandakan pesan belum terbaca.

Sebelumnya, Nasrullah sempat menyampaikan kepada media bahwa venue utama sudah rampung 100 persen dan telah diserahterimakan kepada panitia. “Venue utama sudah siap semua, sudah serah terima tadi siang. Untuk WC portable memang kami yang kerjakan, tapi penempatannya itu pihak panitia,” katanya dalam pesan sebelumnya.

Namun pantauan di lapangan menunjukkan, hingga malam hari panitia bersama relawan masih bekerja keras menyelesaikan sejumlah venue lomba.

Kata Kunci (Tags):
mtq ke-37, pidie jaya, eo mtq, lari malam, muzakir manaf, gubernur aceh

Berita Terkini

Haba Nanggroe