KONI Aceh Memulai Road to 10 Besar PON NTB

“Kita harus belajar dari Jawa Barat atas prestasi fenomenal mereka, ternyata kunci utamanya adalah tata kelola organisasi yang benar benar mumpuni. Kita ingin bercermin dari mereka, sebagai bagian untuk bertahan di posisi 10 besar PON ke-22 NTB-NTT,” kata Bahtiar.
Rapat Gabungan KONI Aceh, Jumat (14/02/2025). Foto Nurdinsyam.

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – KONI Aceh memulai perjalanan panjang menuju status 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-22 NTT dan NTB yang dijadwalkan berlangsung tahun 2028 mendatang. Salah satu langkah awal adalah dengan melakukan perbaikan tata kelola organisasi KONI Aceh, melalui restrukturisasi pola komando dalam bentuk tata kerja baru KONI Aceh.

Untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut, Jumat (14/02/2025), dilakukan rapat gabungan di Ruang Rapat Utama Sekretariat KONI Aceh. “Kita ingin bekerja secara lebih efesien, terukurdan profesional, termasuk dalam kaitan penentuan Cabor menuju PON 2028 di NTB dan NTT,” kata Muhammad Saleh, yang memimpin rapat bersama Bahtiar (keduanya Wakil Ketua KONI Aceh).

Saleh mengingatkan semua jajaran KONI untuk membangun soliditas dan team work yang kuat, karena tantangan ke depan lebih kompleks.

Sementara Bahtiar yang pada PON 21 menjadi Ketua Pelatda Atlet PN Aceh mengatakan, saat ini sebanyak 32 atlet Aceh yang berada di Pelatnas berbagai cabang olahraga (Cabor). “Mereka akan mendapat prioritas, terutama dalam cabang olahraga terukur, untuk ikut PON Lombok,” kata Bahtiar.

Namun di sisi lain Bahtiar mengatakan, tentu saja mereka tak otomatis bisa ikut PON ke-22, mereka juga ditracking prestasinya hingga penetapan akhir atlet PON Aceh menuju PON XII. Karena di PON NTB/NTT itu Aceh menargetkan 32 medali emas.

Seperti diketahui dalam PON XXI Aceh-Sumut, tuan rumah Aceh sukses menduduki posisi ke-6 dengan torehan medali 65 emas, 48 perak dan 79 perunggu. Sementara Sumut meraih posisi ke-4 dengan raihan 79 medali emas, 59 perak dan 116 perunggu. Jawa Barat meraih sukses besar dengan ketrik juara umum lewat 195 medali emas, 63 perak dan 182 medali perunggu. “Kita harus belajar dari Jawa Barat atas prestasi fenomenal mereka, ternyata kunci utamanya adalah tata kelola organisasi yang benar benar mumpuni. Kita ingin bercermin dari mereka, sebagai bagian untuk bertahan di posisi 10 besar PON ke-22 NTB-NTT,” kata Bahtiar.

Baca Juga:  SAG : Aceh Tambah 2 Covid-19 Dari Klaster Temboro

Dengan tata kelola yang baru serta seleksi atlet yang juga harus terukur serta mengacu penuh ada rekam jejak prestasi, KONI Aceh akan melakukan seleksi secara berlapis, dimulai dari Pra PORA, PORA, Pra PON hingga lahir atlet yang benar besar dengan prestasi yang diawasi oleh Tim Monev KONI yang mumpuni. “Ingat di PON XXII hanya 40 Cabor yang dipertandingkan, sementara di PON Aceh-Sumut mencapai 65 Cabor. Tentu ini membuat persaingan makin ketat, termasuk hanya mengirim atlet dengan prestasi nomor 5 di Pra PON. Artinya bukan hanya sekadar lewat Pra PON langsung dikirim, tapi juga dilihat kualitas prestasinya,” tandas Bahtiar.

Dalam kesempatan itu juga disinggung tentang bonus atlet dan pelatih Aceh peraih medali pada PON Aceh-Sumut. Samsul Bahri, Sekum KONI Aceh, berjanji akan terus menelusuri keberadaan bonus itu, dan meminta atlet dan pelatih untuk bersabar. “Kita akan bicarakan secara lebih intens dengan Gubernur Muzakir Manaf, karena beliau juga mantan Ketum KONI Aceh, yang tentu sangat memahami kondisi atlet dan pelatih serta ekspektasi mereka tentang bonus,” demikian Samsul.

Rapat Gabungan itu juga mengumumkan tentang restrukturirasi KONI Aceh, termasuk revisi beberapa personil KONI Aceh, sesuai dengan tuntutan tata kelola organisasi baru.

Kata Kunci (Tags):
koni aceh, bahtiar, muhammad saleh, pon lombok, rapat gabungan

Berita Terkini

Haba Nanggroe