BANDA ACEH | ACEHHERALD.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masayakat, mahasiswa, dan pelajar di Tanah Rencong. Hal ini, penting di samping untuk meningkatkan minat baca, sekaligus untuk mencerdaskan anak bangsa.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Zulkifli MPd kepada AcehHerald.com mengakui keberadaan lembaganya sangat straetgis dalam dunia modern. Dengan berbagai program yang sudah dikembangkan sangat memudahkan bagi warga yang ingin membaca. Ya cari buku dalam genggaman. Artinya semua jenis buku yang tersedia di perpustakaan bisa diakses lewat handphone yang ada dalam genggaman!
Karena, kata mantan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (Kabid SMA dan PKLK) Zulkifli, M. Pd, kini buku-buku yang disediakan perpustakaan milik Pemerintah Aceh tidak hanya bisa dibaca di ruang perpustakaan. Tapi, bisa dibaca di warung kopi atau berbagai kawasan wisata sambil berlibur.
Sebab, tambah Zulkifli, hampir seluruh buku yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh sudah tersedia dalam bentuk digital. “Jadi, buku yang tersedia disini, ya bisa dibaca sambil liburan di pantai atau di destasi wisata lainnya, sambil menikmati keindahan alam. Yang penting di lokasi tersebut tersedia jaringan internet,” ujarnya.
Lebih jauh, Zulkifli MPd juga mengatakan sebagai lembaga pemerintah daerah, pihaknya tidak luput evaluasi terhadap program yang dilakukannya.
Salah satunya, adalah Komisi Informasi Aceh melakukan visitasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh dalam hal menindak lanjuti rangkaian tahapan evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik tahun 2022.
Tim Komisi Informasi Aceh disambut oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Zulkifli, MPd, dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh mengatakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan telah melaksanakan keterbukaan informasi dengan membentuk tim PPID.
Selain itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh juga telah melaksanakan beberapa inovasi untuk mendukung keterbukaan informasi bagi publik, diantaranya JIKN, yang merupakan arsip digital yang dapat diakses oleh masyarakat luas, selain itu juga ada I-Pustaka yang merupakan aplikasi khusus pemustaka untuk meminjam buku secara online. (Adv)



















