Ketegangan dengan AS Meningkat, Iran Gelar Latihan Perang

TEHERAN | ACEHHERALD.com- Militer Iran memulai latihan perang tahunan di daerah pesisir Teluk Oman, pada Ahad (7/11). Latihan tersebut berlangsung kurang dari sebulan sebelum pembicaraan kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dengan negara Barat. Televisi pemerintah Iran seperti dilansir Republika melaporkan, latihan perang itu diikuti oleh pasukan angkatan laut, angkatan udara serta angkatan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

ta tentara Iran ikut ambil bagian dalam latihan militer tahunan, yang dijuluki `Zolphaghar 99`, di Teluk Oman, Iran, 7 September 2020. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

TEHERAN | ACEHHERALD.com-

Militer Iran memulai latihan perang tahunan di daerah pesisir Teluk Oman, pada Ahad (7/11). Latihan tersebut berlangsung kurang dari sebulan sebelum pembicaraan kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dengan negara Barat.

Televisi pemerintah Iran seperti dilansir Republika melaporkan, latihan perang itu diikuti oleh pasukan angkatan laut, angkatan udara serta angkatan darat. Mereka berpartisipasi dalam sebuah latihan di area seluas lebih dari 1 juta kilometer persegi, di sebelah timur Selat Hormuz yang strategis. Diketahui hampir 20 persen dari semua pengiriman minyak melewati Selat Hormuz untuk menuju ke Teluk Oman dan Samudra Hindia.

Televisi pemerintah mengatakan, barisan brigade termasuk komando dan infanteri udara dikerahkan untuk latihan tahunan.  Jet tempur, helikopter, pesawat angkut militer, kapal selam dan drone juga diharapkan ambil bagian dalam latihan tersebut. Tidak diketahui berapa lama latihan itu akan berlangsung.

Latihan militer dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Pada 2018, AS menarik diri secara sepihak dari JCPOA dan menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Iran. Ketika itu, AS dipimpin oleh mantan Presiden Donald Trump.

Kesepakatan nuklir atau JCPOA, menjanjikan insentif ekonomi bagi Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya. Kesepakatan ini bertujuan untuk mencegah Teheran mengembangkan bom nuklir.

Baca Juga:  Bukan Palestina, PM Israel Ungkap Siapa 'Musuh' Bebuyutannya

Setelah AS menarik diri dari JCPOA, dan menjatuhkan sanksi, Iran secara  bertahap meningkatkan persediaan uranium yang diperkaya. Peningkatan  tersebut berada di atas ambang batas yang disepakati dalam JCPOA.

sumber republika

Berita Terkini

Haba Nanggroe