JAKARTA I ACEHHERALD.com – Komunitas diaspora (perantau) Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Aceh Rayeuk (KEKAR) yang ada di Jakarta dan sekitarnya, melakukan aksi sosial di bidang pertanian. Sebagai wujud kepedulian untuk meningkatkan perekonomian di ‘Tanoh Indatu’, KEKAR melaksanakan kegiatan “Peduli Gampong- Membangun Kesejahteraan Dengan Hortikulturasi Lahan Aceh Rayeuk ” dengan mendistribusikan bibit tanaman unggul kepada petani di Aceh Besar.
Ketua Panitia kegiatan Hortikultura, Muhammad Zaki Jamal mengatakan, penyaluran bibit unggul dilakukan dalam 2 tahap, tahap pertama berupa pengiriman dan pendistribusian 2.000 bibit unggul Durian Musangking dan 120 bibit unggul Jambu Jumbo, sedangkan tahap kedua berupa pendistribusian 4.000 bibit unggul Alpukat Miki. Pengiriman bibit unggul untuk tahap pertama dari Bogor – Jawa Barat sudah dilakukan pada tanggal 21 April 2024 dan tiba di Aceh Besar tanggal 25 April untuk selanjutnya disalurkan ke beberapa daerah di Aceh Besar berdasarkan data yang sudah dimiliki KEKAR.
Penyaluran bibit dilakukan bekerja sama dengan para ‘Imam’ atau koordinator di wilayah kebun diantaranya di Kecamatan Lhoong, bibit dibagikan kepada petani yang berkebun di Gle Geunteut, untuk Kecamatan Kuta Cot Glie tersebar di Gle Siron, Gle Bungsimek, Gle Alue, dan Gle Maheng. Untuk Kecamatan Lhoknga bibit horti unggul disalurkan di Gle Ceuk, Pusat Nawah, Alu Sungko, Lange, Aki Paku, Lam Nerah, Irah, Gle Tui, dan Lamchun. Di Kecamatan Leupung, bibit unggul di bagikan kepada petani di Gampong Meunasah Mesjid, Meunasah Pulot, Meunasah Bak U, dan Deah Mamplam. Untuk Kecamatan Sukamakmur, bibit dibagikan kepada petani di Gampong Lambirah, Tampok Cut, Luthu, Aneuk Batee, Lamteh, Lamteh Dayah, Tampok Jeurat Raya, Niron, dan Aneuk Galong. Bibit juga disalurkan kepada petani di Lamteuba, Kecamatan Seulimum dan Jantho.
Pemilihan lokasi penyaluran bibit unggul Durian Musangking dilakukan berdasarkan kesesuaian lahan di Aceh Besar yang memiliki unsur logam seperti emas dan tembaga. Ir. Syahril, tokoh pertanian nasional, putra Aceh Besar yang berdomisili di Bogor mengatakan, lahan di wilayah pantai barat Aceh Besar dari segi unsur tanah dan agroklimat sesuai untuk budi daya Durian disamping tanaman hortikultura lain yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Ir. Iskandar Zamzami, M. Eng., Ketua Umum KEKAR menjelaskan program bantuan bibit unggul dan bimbingan budidaya Hortikultura untuk masyarakat merupakan program KEKAR peduli Syedara di Gampong.
Menurut Iskandar, bantuan bibit ini juga dilatarbelakangi saat ia menyaksikan beberapa kebun durian dan alpukat sudah sukses di Pantai Barat dan Timur Aceh Besar. Tapi pemiliknya punya modal yg besar, sementara masyarakat strata ekonomi menengah ke bawah punya keinginan menanam hortikultura unggulan ( punya nilai ekonomis yang tinggi) , tapi tak punya dana utk pengadaan bibit.
Ketua KEKAR juga berharap Pemkab Aceh Besar, Sabang dan Banda Aceh ikut aktif membantu masyarakat dalam budidaya Hortikultura , Aceh Besar harus bangkit kembali sebagai sentra buah buahan unggulan yg punya nilai ekonomi tinggi, diharapkan dapat bermuara menaikan kesejahteraan masyarakat. Ke depan nanti diharapkan masyarakat Aceh Rayeuk membantu Aceh menjadi sentra buah buahan unggul.
Aceh Besar akan jaya kembali seperti di era 80an. Diharapkan penyaluran bibit unggul dilakukan dengan serius dan profesional untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Mulai dari pemetaan agroklimat untuk mengetahui kecocokan tanaman dengan kawasan tanam, survey bibit unggul pada pelaku yang sudah teruji (sukses tumbuh dan produktif) yang mirip daerahnya dengan karakteristik Aceh Besar, survey calon lokasi tanam dan calon penerima bibit untuk melihat kelayakan, pengiriman bibit ke lokasi tanam yang diketuai oleh beberapa ‘Imum’ (koordinator), penyuluhan, hingga membuat media komunikasi intens untuk berdiskusi dan memonitor perkembangan. Beliau juga berterima kasih atas urunan zakat dan sumbangan dari warga KEKAR sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Koordinator pendistribusian bibit KEKAR, Ir. Sanusi Hasyim MM , turut terjun langsung ke setiap lokasi penurunan bibit unggul sekaligus memberikan semangat kepada Ketua kelompok tani (Imum Tani). Sanusi yang juga pelaku pertanian yang sedang menanam kurma, alpokat dan durian di Kawasan Barbate – Aceh Besar .
“Kami ingin memastikan bibit unggul Durian Musangking dan Jambu Jumbo ini benar-benar ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, sehingga benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan petani Aceh Besar, InsyaAllah. Maka dari itu kami KEKAR akan konsen memberikan bantuan, penyuluhan, konsultasi, hingga memonitor,” ujar Sanusi yang juga pemilik Kafe Mountes Kupi di kawasan elit Jakarta Selatan.



















