Kehadiran Gerai Modern Dinilai Ancam Toko Tradisional

“Peraturan itu sering diabaikan. Akibatnya, toko modern bisa berdiri sangat dekat dengan pasar tradisional, yang tentu saja semakin memperlemah posisi pedagang kecil,” jelas Fahmiwati.
Fahmiwati

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com – Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKA) menyoroti maraknya kehadiran gerai modern seperti Indomaret dan Alfa Mart di sejumlah daerah di Aceh, yang dinilai berdampak pada pergeseran minat konsumen dari toko tradisional. Kondisi ini berpotensi melemahkan keberadaan atau eksistensi pasar rakyat dan pedagang kecil, terutama dari sisi pendapatan.

Ketua YaPKA, Hj Fahmiwati SE, mengatakan, keberadaan gerai ritel modern memang menawarkan kenyamanan dan variasi produk, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan serius bagi toko tradisional. “Konsumen sekarang cenderung lebih memilih berbelanja ke toko modern, sehingga pedagang kecil kehilangan pelanggan. Ini menjadi ancaman terhadap keberlangsungan ekonomi lokal,” ujarnya, Rabu (3/9).

Selain itu, Fahmiwati menilai persoalan ketenagakerjaan juga ikut muncul. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja lokal sering terhambat karena minimnya kesiapan serta faktor psikologis masyarakat setempat. “Ada rasa malu atau kurang percaya diri untuk bekerja di toko modern, sehingga pihak pengelola kerap mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fahmiwati menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aturan jarak antara toko modern dan toko tradisional yang seharusnya diatur pemerintah daerah. “Peraturan itu sering diabaikan. Akibatnya, toko modern bisa berdiri sangat dekat dengan pasar tradisional, yang tentu saja semakin memperlemah posisi pedagang kecil,” jelas Fahmiwati.

Untuk itu, ia mendesak pemerintah daerah agar lebih tegas dalam menata kehadiran toko modern. Menurutnya, Pemda perlu membuat regulasi yang jelas dan tegas terkait izin, jarak, serta kewajiban toko modern dalam menyerap produk-produk UMKM lokal. “Jika aturan ditegakkan, toko modern justru bisa menjadi mitra strategis UMKM dengan menyediakan ruang bagi produk lokal. Tapi kalau dibiarkan, maka dampaknya sangat besar bagi keberlangsungan usaha masyarakat kecil,” tegasnya.

Baca Juga:  Di Sigli, Nasabah Bank Aceh Apresiasi Action Mobile dan Minta Layanan ATM BAS Terus Ditingkatkan

Fahmiwati juga mengingatkan pentingnya menciptakan masyarakat yang cerdas dalam berbelanja. “Konsumen harus bisa menimbang aspek harga, kualitas, dan dampak sosial dari pilihan belanja mereka. Dengan begitu, pasar tradisional bisa tetap hidup berdampingan dengan toko modern,” pungkasnya.

Kata Kunci (Tags):
fahmiwati, yapka, indomaret, alfa mart, umkm, produk lokal

Berita Terkini

Haba Nanggroe