Kapolresta Banda Aceh: Jual Petasan Adalah Tindakan Ilegal

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Penjualan petasan di Aceh menyambut pergantian tahun dipastikan sebagai tindakan illegal dan akan berhadapan dengan hukum. Karena pihak kepolisian tak ada mengeluarkan satu lembar izin pun bagi berlangungnya transaksi petasan di Banda aceh serta Aceh secara umum. Hal itu ditegaskan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH yang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Kapolresta Banda Aceh sedang memberikan konferensi pers penutup tahun, Senin (23/12/2019) Foto Ibrahim Sihombing

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Penjualan petasan di Aceh menyambut pergantian tahun dipastikan sebagai tindakan illegal dan akan berhadapan dengan hukum. Karena pihak kepolisian tak ada mengeluarkan satu lembar izin pun bagi berlangungnya transaksi petasan di Banda aceh serta Aceh secara umum.

Hal itu ditegaskan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH yang didampingi Wakapolresta AKBP Satya Yuda Prakasa, pada konferensi pers penutup tahun di Mapolresta Banda Aceh, Senin (23/12/2019).

Menurut Kapolresta, dengan tak adanya izin itu, berarti jika ada yang nekat melakukan transaksi petasan, maka itu dipastikan illegal dan harus siap siap berhadapan dengan konsekuensi hukum. “Hal ini sudah jauh jauh hari disosialisasikan,” tandas Kapolresta Banda Aceh.

Kebijakan itu juga menyahuti Seruan Bersama Forkopimda Kota Banda Aceh yang meminta masyarakat untuk tidak merayakan pergntian tahun serta juga Natal 2019. Seruan itu lahir sebagai hasil Rapat Forkopimda Kota Banda Aceh, dua hari silam.

Dalam kesempatan konferensi pers penutup tahun yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu Kapolresta Kombes Trisno juga mengulas seputar pelaksanaan Operasi Lilin 2019 dari 23 s/d 1 Januari 2020 atau selama 10 hari. “Dalam Operasi Lilin kita melibatkan beberaoa personil dari instansi terkait. Karena ada beberaoa hal yang harus diantisipasi. Ada pemgamanan dan pelayanan,” tutur Kapolresta.

Operasi Lilin juga mencakup pengamanan sarana ibadah bagi kaum yang merayakan Natal. Selain itu juga ada Pos Operasi Lilin di bandara, terminal dan pelabuhan penyeberangan Uleelhue, Banda Aceh. Operasi Lilin 2019 itu sendiri didukunh oleh 460 personil, dibantu prajuri TNI 20 personil, Dinas Perhubungan sebanyak 23 personil, dan Satpol PP sekitar 25 personil. Selain itu juga didukung oleh komunitas radio komunikasi berupa Orari dan RAPI, Serta intansi terkait lainnya seperti Dinkes.

Baca Juga:  Giliran Kontingen Kota Langsa Tiba di Bireuen

Banda Aceh Kondusif

Foto Ibrahim Sihombing

Pada bagian lain, Kombes Pol Trisno mengurai seputar situasi umum dalam wilayah hukum Poresta Banda Aceh tahun 2019. Disebutkan, secara umum  wilkum Polresta Banda Aceh sangat kondusif. Hal itu dibuktikan denhan pelaksanaan Pemilu yang aman. “Selama tahun 2019 tak ada konflik sosial yang terjadi. Walaupun potensi konflik tetap saja ada. Secara Kamtibmas juga menunjukkan trend menurun. Artinya, , target yang kita ingin capai dalam menjaga dan mengelola situasi kemanana di Kota Banda Aceh bisa tercapai.”

Terkait dengan pelayanan publik, tetap jadi prioritas Polresta Banda Aceh. Tahun 2017 Polresta Banda Aceh, dapat predikat baik dengan catatan, sesuai hasil yang dikeluarkan  oleh Kemenpan RB. Tahu 2018 bisa menghilangkan catatan tadi, atau predikatnya baik, dan tahun 2019, kita dapat predikat A-minus, artinya playanan sangat memuaskan.

Pelayanan yang dinilai, antara lain bidang llu lintas atau pelayanan SIM, dan bidang Intel berupa SKCK. Ini seuai dengan target kami di Polrt Banda Aceh bdan alhamdulillah tercapai. Untuk 2020 kita inginkan Polresta Banda Aceh jadi WPK (wilayah bebas korupsi).

Birokrasi bersih indah dan melayani. Ini tagrte kita di kepolisian secara umum, tentunya termasuk Polresta Banda Aceh. Kasus menonjol tahun 2019, adalah curanmor, curat dan pencurian biasa. Khusus narkoba ada trend peningktan sekitar 40 kasus ibanding tahun sebelumnya. 280 an sampai 300an perkara.

 

 

Penulis  : Ibrahim Sihombing

 

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe