LHOKSUKON | ACEHHERALD.com – Hujan lebat yang mengguyur pedalaman Aceh Utara selama tiga hari bertutt-turut menyebabkan Krueng Arakundo meluap dan sejumlah desa Kabupaten Aceh Utara terdampak. Puluhan warga yang rumahnya digenangi banjir setinggi satu meter hingga satu setengah meter terpaksa diungsikan.
Kapolres Aceh Utara AKBP Deden Heksaputera turun langsung ke lapangan untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir di Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Minggu 22 Januari 2023 malam.

Kapolres Deden Heksaputera selain mengerahkan sejumlah peralatan dan personel, juga terlihat ikut menggendong balita yang terpaksa diungsikan ke tempat yang aman. Dalam evakuasi tersebut turut menggunakan peralatan milik Polres Aceh Utara. Untuk masyarakat korban banjir, sementara waktu ditempatkan di lokasi pengungsian menunggu air surut dan cuaca kembali normal.
Banjir tersebut akibat hujan deras yang terus mengguyur, sehingga sungai Arakundo meluap dan merendam Desa Buket Linteng, serta menggenangi rumah warga dengan ketinggian air 100-150 cm, bahkan di beberapa titik tertentu capai 200 cm.
“Kita membantu mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke tempat yang lebih aman. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun untuk kerugian material belum bisa dipastikan,” ujar Deden, dalam kesempatannya.
Deden berharap, air dapat segera surut dan masyarakat kembali bisa menempati rumahnya dan beraktivitas seperti biasa.
Sementara itu beberapa penduduk Langkahan kepada AcehHerald.com mengatakan hujan lebat yang mengguyur pedalaman Aceh Utara itu memang sempat membuat mereka was-was tentang kemungkinan banjir. Apalagi, bagi warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Krueng Arakundo dan Krueng Keureutoe.
“Akhirnya, apa yang kami cemaskan terjadi juga. Banjir telah membuat warga terpaksa menyelamatkan diri ke pengungsian,” ujar Ibrahim dengan nada sedih.(*)
Penulis Yuswardi/M Nasir Yusuf




