BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bulog Aceh, Ir Ikhsan mengingatkan pihak pihak yang telah mendapat lisensi untuk menyalurkan beras SPHP atau Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan untuk tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.100/kg.
Hal itu diungkapkan Ikhsan dalam sebuah kesempatan coffee break, Kamis (14/08/2025) petang. Menurutnya, Bulog Aceh membuka diri kepada pihak pihak yang ingin menjadi penyalur beras SPHP, dan tentu saja dengan regulasi tersendiri. “Termasuk soal harga jual ke pasaran, jika melepas dengan harga di atas HET, kami akan mencabut izin, karena pemerintah hanya untuk membantu rakyat, terutama dalam peran penyangga untuk harga,” kata Ikhsan.
Saat ini di pasaran Aceh, harga beras konsumsi rata rata dalam kisaran Rp 15.000 s/d 16.000/kg. Untuk memberi ruang beli kepada masyarakat terutama kelompok ekonomi lemah, Bulog dengan menggandeng beberapa pihak seperti TNI/Polri, Koperasi hingga Pemerintah Aceh dan Pemkab/Pemko se-Aceh melakukan Operasi Pasar. “Alhamdulillah kita telah melakukannya secara merata di Aceh, bermitra dengan pihak pihak yang juga kompoeten untuk membantu rakyat yang membutuhkan,” tutur Ikhsan, putra Aceh dari Tapaktuan itu.
Lebih jauh dirincikan, selain menyalurkan beras SPHP untuk kestabilan harga, Bulog Aceh juga terikat kontrak pemerintah untuk menyalurkan beras bantuan sosial (Bansos) yang kini disebut sebagai Bantuan Pangan (Banpang). Dengan peran seperti itu, stok beras di Bulog Aceh saat ini tetap melimpah, hingga akhir tahun bahkan hingga kuartal kedua tahun 2026.
Dengan kondisi over stock itu, Ikhsan meluruskan sinyalemen yang nyaris digoreng beberapa kalangan, yaitu Bulog Aceh ‘menjual’ 4000 ton beras ke Sumut, dalam kondisi harga beras di Aceh yang melambung. “Ini yang harus diluruskan, Bulog bukan menjual beras ke Bulog Sumut, tapi hanya menjalankan SOP Bulog secara nasional yaitu keterjangkauan (Assessibility). Menggeser stok dari daerah surplus ke daerah minus, dalam hal ini ke Sumut,” ujar Ikhsan.
Bahkan Kakanwil Bulog Aceh itu meluruskan, jika stok beras yang digeser itu bukan hanya 4000 ton, namun sesuai perintah Pusat dilakukan pergeseran sebanyak 8000 ton. Tentu saja itu dengan kajian mendalam stok beras Bulog Aceh yang mencukupi hingga musim panen ke depan.
Secara umum Ikhsan menjelaskan, tugas pokok Bulo gada tiga hal, yaitu ketersediaan (Availability) : Melaksanakan pembelian Gabah Beras Petani agar petani mendapat jaminan harga gabah/beras. Sehingga petani mendapat untung dari kegiatan usaha taninya,dengan harga yg ditetapkan pemerintah.

Keterjangkauan (Accessibility) : Menjamin agar beras tersedia di seluruh wilayah tanah air. BULOG memindahkan stock yg telah dimiliki dari daerah surplus ke daerah minus baik antargudang hingga antarpropinsi. Disamping itu pemerataan stock juga berfungsi untuk mengatur masa simpan gabah/beras agar tidak terlalu lama yg mungkin bisa menurunkan kualitas beras. Sehingga ketika musim panen berikutnya BULOG bisa menyerap Gabah/Beras petani kembali agar harga gabah/tidak anjlok saat panen yg bisa merugikan petani padi.
Kestabilan (stability) : pada saat harga beras di pasar naik maka bulog melaksanakan tugasnya menekan harga agar bisa terjangkau oleh masyarakat melalui pendistri busian beras Bantuan Pangan dan Penjualan Beras SPHP. “Harapan kami dengan bantuan dari semua pihak serta sebentar lagi akan memasuki musim panen gadu di bulan September, Oktober dan Nopember diharapkan harga beras bisa menjadi lebih stabil,” papar Ikhsan.
Analisa stock beras kanwil Aceh :
Stock Awal Bln Juni = 120.358.423 Kg
SPHP sd Des 2025 seb. 27.431.594 Kg
Banpang Jun-Jul = 10.891.080 Kg
Cadangan beras untuk Banpang bln Agts sd bln Des = 27.227.700 Kg
Move Nas Ke Sumut = 8.000.000 Kg
Sisa Stock Akhir Tahun = 46.808.049 Kg
Ketahanan stock dari bulan Desember 2025 sampai 5 bulan dengan rincian penyaluran (SPHP 3.918 ton per bulan + 5.445 ton per bulan = 9.364 ton per bulan)
Perkiraan puncak panen rendengan tahun 2026 di bulan Maret – April 2026 dan dengan ketahanan stok BULOG Aceh sebanyak 46.808 ton setelah dikurangi Move Nas 8000 ton ke sumut, cukup sampai bulan Mei 2026. Bulan Maret 2026 Bulog bisa melakukan penyerapan gabah/beras petani kembali. Dengan harapan masyarakat Aceh dapat menikmati beras yg lebih fresh karena masa simpan yang tidak terlalu lama.





















