Kadin Aceh Harus Dipimpin Figur Jago Tandang

BANDA ACEH I ACEH HERALD SOSOK figur jago tandang sangat diharapkan untuk menakhodai KADIN Aceh saat ini, yang cendrung kehilangan peran yang sebenanya, yakni menjadi trigger pembangunan keekonomian dengan memperbanyak masuknya investasi serta membuka formasi kerja di Aceh yang kini makin booming pencari kerja. Hal itu diungkapkan oleh DR Rustam Efendi, dosen senior FEB USK … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Rustam Effendi

BANDA ACEH I ACEH HERALD

SOSOK figur jago tandang sangat diharapkan untuk menakhodai KADIN Aceh saat ini, yang cendrung kehilangan peran yang sebenanya, yakni menjadi trigger pembangunan keekonomian dengan memperbanyak masuknya investasi serta membuka formasi kerja di Aceh yang kini makin booming pencari kerja.

Hal itu diungkapkan oleh DR Rustam Efendi, dosen senior FEB USK yang juga seorang pengamat ekonomi makro, dalam bincang lepas dengan rekan medi, Senin (23/05/2022). Menurut Rustam, figur ketua KADIN Aceh hendaknya benar benar sosok enterprenuer dengan basis perdagangan, hingga lebih memiliki jiwa mandiri.

Sejarah telah membuktikan, jika entrepreneur dengan jiwa saudagar lebih memiliki jaringan atau network yang luas. “Saat ini figur untuk itu telah ada di Aceh. Kinilah moment untuk memanfaatkannya, hingga kita nanti justru tidak kehilangan momentum karena tidak bisa memanfaatkannya,” kata Rustam Effendi.

Secara terbuka Rustam mengatakan, sosok saudagar itu ada pada figur bos Trans Continent, Ismail Rasyid yang telah mendaftar di Kantor KADIN Aceh pekan lalu, untuk menjadi salah satu calon Ketua KADIN Aceh yang suksesinya berlangsung bulan juni mendatang.

Menurut Rustam Effendi, gairah pengusaha akan muncul lagi jika ada sosok pimpinan Kadin kedepan memiliki jiwa entrepreneur  sejati dan memiliki kemampuan membuka jaringan atau networking yang luas, ujar dosen bergelar doktor ekonomi ini. “Sudah lama sekali para saudagar Aceh yang tergabung di Kadin ingin  bisa eksis dalam menembus pasar internasional,” kata Rustam.

Dalam sejarah perdagangan masa lalu, di Aceh merupakan pasar internasional tersibuk, selain barang ekspor impor melalui pelabuhan yang ada dipesisir Aceh, juga para saudagarnya sangat kompak dan menyatu sehingga daerah Aceh sangat maju ketika itu, kata Rustam Effendi.

Baca Juga:  DPP Apkasindo Ingatkan, Jangan Kriminalisasi Petani Sawit

Ditambahkan, sosok jago tandang secara pasti menggambarkan langsung soal network atau jaringan. Dan ini menjadi modal kuat untuk terwujudnya KADIN Aceh yang lebih kredibel serta berdaya di masa mendatang. “Ismail Rasyid telah membuktikan ketangguhannya di bisnis logistic dan transportasi lintas daerah dan negara, dengan kantor cabang bukan hanya di Indonesia, namun juga di beberapa negaram mulai Australia, Dubai hingga Kanada,” tutur Rustam.

Dengan kata lain, Ismail Rasyid adalah figur jago tandang, yang tentu saja memiliki spirit perjuangan di atas rata rata. Selain itu juga mmiliki daya survive yang lebih, dan yang paling penting adalah memiliki network yang jauh lebih luas.

Lebih jauh disebutkan, network yang mumpuni itu menjadi salah satu jaminan untuk terwujudnya investasi baru di Aceh. Baik itu di sektor perikanan, pertanian hingga manufaktur. “Makanya saya katakana, kali ini kita jangan kehilangan moment. Jika perlu dibuat pakta integritas pada figur terpilih, dengan limit tertentu untuk melakukan perubahan. Jika tetap tak berubah, maka konsekuensinya harus mundur dari puncak. Dan itu berlaku untuk siapapun yang terpilih, hingga kesannya lebih elegant dan bertanggungjawab,” tandas Rustam Efendi.

Musprop VII KADIN Aceh itu sendiri sempat dijadwalkan berlangsung awal Juni 2022. Namun belakangan beredar kabar jika akan berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 Juni 2022.

Saat ini beberapa figur telah mendaftar ke KADIN Aceh untuk bersiap menjadi calon Ketua KADIN Aceh yang baru. Mereka antara lain, Ir Muhammad Iqbal (Iqbal Piyeung). Ismail Rasyid SE, Rizki Syahputra serta Ibnu Rusdi.

Sesuai dengan ketentuan internal KADIN Aceh, setiap pendaftar yang nantinya mencukupi syarat untuk menjadi calon, maka diwajibkan memberikan ‘mahar’ Rp 500 juta.

Baca Juga:  Rizayati Kembali Raih Penghargaan Nasional, Most Innovative Women Award 2020

Sebelumnya, saat almarhum Makmur Ibrahim SE menjadi calon tunggal Ketua KADIN disebut-sebut memberikan ‘mahar’ Rp 750 juta, dan belakangan beliau terpilih secara aklamasi.

Berita Terkini

Haba Nanggroe