Jenazah Edi Darmawan Asisten Umum Sekda Abdya Dilepas Dengan Upacara Purna Praja

Sempat diperbantukan di Sekrakab Abdya, Edi Darmawan, kemudian mendapat kepercayaan menempati jabatan Asisten Umum pada Sekdakab setempat, yang dilantik oleh Pj Bupati H Darmansah SPd MM pada tanggal 15 Februari 2023 lalu.
FOTO/ZAINUN YUSUF Penglepasan jenazah almarhum Edi Darmawan SSos MM, Asisten Umum pada Setdakab Abdya, dilepas ke lokasi pengistirahatan terakhir dengan upacara purna praja STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri) di halaman rumah kediaman almarhum di Jalan T Alian, Dusun Sigupai, Blangpidie, Minggu (9/6/2024) siang.

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIEIACEH HERALD.com- Jenazah almarhum Edi Darmawan SSos MM, Asisten Umum  Sekda Aceh Barat Daya (Abdya), dilepas ke lokasi pengistirahatan terakhir dengan upacara purna praja STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri) di halaman rumah kediaman almarhum, Minggu (9/6/2024) tadi siang.
Pamong senior ini meninggal dunia dalam perawatan karena sakit kronis yang diderita, di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Minggu (9/6/2024) dinihari, sekira pukul 01.20 WIB. “Dari RSUD Teungku Peukan dirujuk ke RSUZA Banda Aceh,Jumat (7/6/2024), beliau menghembus napas terakhir dalam perawatan, Minggu dinihari,” kata Firdaus, salah seorang anggota keluarga almarhum.
Jenazah Edi Darmawan dibawa pulang dengan mobil ambulans dari RSUZA Banda Aceh, tiba rumah di rumah kediaman yang beralamat di Jalan T Alian, Dusun Sigupai, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Minggu pagi, sekira pukul 09.00 WIB. Jenazah almarhum disambut isak tangis anggota keluarga dan karib serta koleganya.

Pejabat dan Staf Jajaran Pemkab Abdya yang ikut menyambut juga tampak berduka cita sedalam dalamnya atas kepergian Edi Darmawan untuk selama-lamanya.
Amatan Aceh Herald.com di lokasi rumah duka, sebelum upacara purna praja, dilaksanakan pidato penglepasan yang disampaikan Tgk Mansurni. Suasana menjadi haru ketika istri bersama tiga putra-putri almarhum dengan wajah sembab berdiri disamping peti jenazah suami dan ayah mereka tercinta.
Selain menyampaikan pesan-pesan bahwa setiap peristiwa kematian agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup, Tgk Mansurni mewakili keluarga meminta para pelayat untuk memaafkan almarhum dari segala khilaf dan salah semasa hidupnya. “Semoga Allah SWT ampuni segala dosa dan arwah almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisiNya. Keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan,” pesannya.
Sementara prosesi purna praja bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Fakhruddin SSos, MSi (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Abdya), bertindak sebagai Komandan upacara, Riki Andini Putra. Salah seorang peserta upacara, Arie Warisman berdiri di depan peti jenazah dengan memangku sebuah foto ukuran besar almarhum Edi Darmawan.
Suasana haru masih sangat terasa ketika peserta upacara yang berseragam putih-putih mengangkat peti jenazah untuk dishalatkan di sebuah Mushala, lokasi tidak jauh dari rumah kediaman almarhum yang diikuti ratusan jamaah. Usai dishalatkan, jenazah dibawa lokasi pemakaman keluarga di Desa Meudang Ara.
Keterangan diperoleh Aceh Herald.com bahwa Edi Darmawan, putra kelahiran Lawe Sawah, Kecamatan Kluet Timur (kecamatan pemekaran dari Kluet Selatan), Kabupaten Aceh Selatan tahun 1971. Menikah dengan Suretna, warga asal Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie, Abdya.
Sang istri adalah PNS/Guru pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Susoh, dikarunia tiga putra-putri. Putri pertama saat ini sedang mengambil Koas Mahasiswa Fakultas Kedokteran USK, putri kedua merupakan siswi SMA di Padang Meurantee, Susoh, dan anak ketiga adalah laki-laki atau bungsu masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Blangpidie.
Edi Darmawan menyelesaikan pendidikan di STPDN Jatinangor Angkatan 02 tahun 1993. Selesai pendidikan, ia pulang ke daerah asalnya, kemudian menjadi Ajudan Bupati Aceh Selatan saat itu dijabat Drs HM Sari Subki. Setelah terbentuk Kabupaten Abdya (pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan), Edi Darmawan pindah ke Kantor Bupati Abdya ditempatkan pada Bagian Humas, kemudian diperbantukan sebagai Ajudan Penjabat (Pj) Abdya, Baharuddin, sebagai pj bupati pertama kabupaten pemekaran tersebut.
Ketika Drs HT Burhanuddin Sampee menjabat Pj Bupati Abdya, karir Edi Darmawan mulai bersinar dengan dilantik sebagai Camat Tangan-Tangan, kemudian dipercaya menjadi Camat Blangpidie. Edi, bengitu pamong ini dipanggil, karirnya terus menanjak setelah mendapat kepercayaan memangku sejumlah jabatan penting di jajaran Pemkab Abdya.
Seperti menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4), Kepala Bappeda, Kepala Dinas Sosial. Sempat diperbantukan di Sekrakab Abdya, Edi Darmawan, kemudian mendapat kepercayaan menempati jabatan Asisten Umum pada Sekdakab setempat, yang dilantik oleh Pj Bupati H Darmansah SPd MM pada tanggal 15 Februari 2023 lalu.
Jabatan eselon II tersebut diemban selama sekitar 1 tahun 4 bulan, sampai akhir hanyatnya pada tanggal 9 Juni 2024. Bukan hanya itu, Edi Darmawan semasa hidupnya aktif dalam organisasi sosial, antara lain pernah sebagai Ketua RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Kabupaten Abdya, dan hingga akhir hidupnya masih dipercaya sebagai Ketua Penasehat RAPI Abdya. Selamat Jalan, Edi Darmawan.(*)

Baca Juga:  Dyah Erti Launching Aplikasi Simulasi Try Out ‘Meutuwah Nanggroe’
Kata Kunci (Tags):
edi darmaan, sekdakab abdya, meninggal dunia, pj bupati darmansah

Berita Terkini

Haba Nanggroe