
BANDA ACEH – Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkungan Pemerintah Aceh telah memasuki tahapan akhir.
Sejak Senin (22/2) hingga tanggal 1 Maret mendatang, sebanyak 145 peserta seleksi akan mengikuti tes presentasi dan wawancara, kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto di ruang kerjanya, Selasa (23/2/2021).
“Sejak kemarin hingga tanggal 1 Maret mendatang, para peserta seleksi JPT Pratama akan mengikuti tes Presentasi dan Wawancara. Setiap harinya, sebanyak 17 hingga 18 peserta akan menjalani tes presentasi dan wawancara. Ini merupakan tahapan akhir dari serangkaian tes yang telah dijalani oleh para peserta,” ujar Karo Humpro.
Iswanto menambahkan, sebelum tahapan ini, para peserta telah melalui beberapa tahap seleksi, yaitu seleksi administrasi, tes psikometris, tes penulisan makalah atau in-basket, dan tes Leaderless Group Discussion (LGD).
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh telah mengumumkan Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Aceh, pada Kamis (28/1/) lalu. Sejak pendaftaran dibuka pada tanggal 1-5 februari lalu, sebanyak 167 orang telah mendaftar atau menyampaikan berkas fisik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147 orang dinyatakan lulus seleksi administrasi.
Selanjutnya, proses seleksi berlanjut pada Rabu (17/2) lalu. Panitia Seleksi yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah telah melakukan tes psikometri. Pada hari Kamis (18/2) para peserta seleksi menjalani tes makalah (in-basket). Sejak kemarin (Senin, 22/2) hingga tanggal 1 Maret mendatang, para peserta menjalani tes lanjutan, yaitu tes Presentasi dan Wawancara.
Iswanto menjelaskan, Pemerintah Aceh menyambut baik dan mengapresiasi antusiasme Pegawai Negeri Sipil yang mendaftar pada Seleksi Terbuka ini. “Ramainya PNS yang mendaftar ini sangat baik bagi sistem pemerintahan, karena hal ini membuktikan bahwa proses pengkaderan dan pembinaan karier di Pemerintahan Aceh berjalan baik.”
Pada tahap awal pembukaan seleksi, Sekda Aceh selaku Ketua Panitia Seleksi Taqwallah menyebutkan, panitia seleksi mengundang para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di jajaran Pemerintah Aceh. Taqwallah menegaskan, proses seleksi JPT Pratama dilakukan secara transparan, objektif, kompetitif dan akuntabel.
Setidaknya ada 15 jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon II yang lowong. Ke 15 jabatan tersebut adalah Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, Kepala Dinas Pengairan Aceh, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, Kepala Dinas Sosial Aceh, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.
Selanjutnya, Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Aceh, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Aceh, Wakil Direktur Pengembangan SDM Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin, Wakil Direktur Penunjang RSUD dr. Zainoel Abidin, Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUD dr. Zainoel Abidin.
Seleksi terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Aceh dilakukan sesuai dengan Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor B-420 / KASN / 01/2021 tanggal 27 Januari 2021 Hal Rekomendasi Rencana Seleksi Terbuka Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Aceh.
Untuk diketahui bersama, sejumlah tokoh lintas sektor terlibat dalam seleksi JPT Pratama ini. Selain Sekda Aceh selaku Ketua, Tim Pansel juga diisi oleh Inspektur Aceh, Ir Zulkifli selaku Wakil Ketua. Posisi Sekretaris Tim Pansel diisi oleh mantan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Aceh Makmur Ibrahim SH, yang juga merangkap sebagai anggota.
Mantan Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Abdi A Wahab dan Prof Al Yasa Abubakar serta Kepala Kantor Regional BKN XIII Aceh Ojak Murdani, Assesor Utama BKN Aceh Yulina Setiawati Ningsih, juga masuk dalam jajaran Tim Pansel sebagai anggota. Selain itu, M jafar, selaku Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh dan Iskandar AP, selaku Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh juga menjadi bagian dari Tim Pansel JPT Pratama ini.




















