LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Langkah kongkret dilakukan pemerintah Kota Lhokseumawe dalam penyusunan anggaran tahun 2023. Proyek fisik.yang tidak efektif tidak boleh dimasukkan sebab tidak ada penambahan anggaran untuk hal itu.
Demikian antara lain penekanan Walikota Lhokseumawe Dr Imran pada apel pagi di Lapangan Hiraq, Senin (17/10/2022). Apel pagi yang digelar satu bulan sekali terutama pada hari-hari bersejerah menjadi ciri khas Walikota Imran.
Momentum ini digunakan untuk menyampaikan program, evaluasi dan bahkan “menyemprot” ASN yang tidak bisa bekerja sesuai tugas dan fungsinya.
Khusus selama 90 hari Imran menjadi Pj Walikota Lhokseumawe (17 Juli – 17 Oktober) putra kelahiran Desa Meunasah Masjid, Muara Dua, Lhokseumawe mulai ngegas.
Khusus menyangkut penggunaaan anggaran APBK, Imran ingin penganggaran tahun 2023 terencana dengan baik. Program yang muncul tidak bersifat tiba-tiba atau insidentil, hit and run.
“Penyesuaian anggaran harus dimulai dengan cara yang lebih baik. Tinggalkan pola lama dan mulai dengan sesuatu yang baru dan inovatif,” ujar Pj Walikota Lhokseumawe.
Perencanaan yang tidak efektif, ujar Imran tidak boleh. Perbaikan diperlukan sehingga tidak muncul perencanaan yang asal jadi atau cilet-cilet.
Anjuran lain pinta Imran berupa tidak menambah anggaran untuk bangunan baru, bagi proyek yang tidak efektif. Sudah tahu itu tidak operasional masih tetap dibangun dan ada beberapa bangunan yang saya temukan di Lhokseumawe.
Imran juga meminta jajaran Pemkab untuk melakukan perencanaan dan penganggaran yang efektif, berdampak pada luas bagi masyarakat. Sebab, begitu banyak masyarakat Lhokseumawe membutuhkan bantuan yang bersumber dari APBK.
Penulis : Yuswardi



















