Gol Martunis di Penghujung Injury Time, Lambungkan Persiraja ke Posisi Lima

BANDA ACEH I ACEHHERALD – Skuadra Persiraja Banda Aceh, seakan kembali menjemput tuah Stadion Lampinueng, setelah sempat redup ketika pekan lalu, pasukan Washyatul Akmal itu gagal tampil ke lapangan, akibat insiden genset ‘abeh minyeuk’ alias kehabisan bahan bakar, Sabtu (10/09/2022) petang tadi, Fahrizal Dillah dkk membungkam PSKC Cimahi 2-1, dalam laga match day 2 Persiraja … Read more

Gol kedua Persiraja Banda Aceh oleh Martunis di menit 90+4. dari Kumparan.com

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH I ACEHHERALD – Skuadra Persiraja Banda Aceh, seakan kembali menjemput tuah Stadion Lampinueng, setelah sempat redup ketika pekan lalu, pasukan Washyatul Akmal itu gagal tampil ke lapangan, akibat insiden genset ‘abeh minyeuk’ alias kehabisan bahan bakar, Sabtu (10/09/2022) petang tadi, Fahrizal Dillah dkk membungkam PSKC Cimahi 2-1, dalam laga match day 2 Persiraja di Liga 2.

Gol penentuan kemenangan itu harus menunggu penghujung injury time atau waktu tambahan menit terkhir atau menit ke-4 (90+4), lewat hentakan Martunis setelah berkolaborasi tiktak dengan si degil pemain pengganti Rizki Tangse. Gol pertama Persiraja dicetak melalui titik penalty di menit 54 lewat hentakan eksekutor Zikri Ferdiansyah.

Gol kemenangan Martunis itu langsung melambungkan Persiraja ke posisi lima klasemen sementara. Puncak klasemen masih dikuasai oleh dua tim Sumatera Utara, yaitu PSMS Medan dan Karo United. Khusus PSMS Medan mengutip angka penuh dari kandang Persiraja, karena gagal dihelatnya pertandingan dan PT LIB memberi kemenangan WO 3-0 kepada PSMS Medan.

Persiraja yang tampil dengan sebagian besar muka baru serta semuanya produk lokal, sejujurnya masih tampil rikuh di babak awal. Tak heran, anak PSKC besutan Joko Susilo tampil lebih dominan. Sebuah serangan terukur di menit ke-31berakhir dengan sepak pojok untuk PSKC. Tendangan bola mati itu  diakhiri dengan heading keras I Nyoman Sukarja membobol gawang Persiraja. Stadion Lampinueng tiba tiba senyap dengan gol yang terhitung indah itu.

Gol kemenangan tim tamu itu bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Washyatul Akmal melakukan rotasi pemain, termasuk dengan memasukkan pemain veteran Fahrizal Dillah serta Rizki Tangse yang dikenal lebih bernyali.

T

klasemen sementara

uan rumah meningkatkan pressure serta berusaha mengatur tempo. Taktik itu membuahkan hasil ketika 50, Martunis yang lolos ke penalti area dilanggar pemain belakang PSKC, Ahmad Maulana. Wasit meniup peluit dan menghadiahkan penalti bagi Persiraja.

Baca Juga:  Uneg Uneg Warga Saat Reses Pak Ketua, Mulai Layanan Covid Hingga Jual Ikan Online

Keputusan ini diprotes pemain dan ofisial PSKC. Sejumlah pemain cadangan bahkan masuk ke lapangan. Adu mulut antara ofisial PSKC dan hakim pertandingan berlangsung sekitar 4 menit.

Akhirnya Menit 54, Zikri Ferdiansyah dipercaya jadi eksekutor penalti. Sepekannya sukses bobol gawang PSKC Cimahi. Setelah skor imbang 1-1, kedua terlibat jual beli serangan hingga penghujung babak ke dua. Dan penantian kemenangan tuan rumah akhirnya tercapai jua di penghujung injury time.

Adalah duet Riski Tangse dan Martunis di menit tambahan waktu membuat Persiraja unggul. Gol dicetak oleh Martunis di menit keempat tambahan waktu setelah mendapat umpan dari Riski Tangse di sisi kanan gawang.

Hingga laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan Persiraja Banda Aceh.

Berita Terkini

Haba Nanggroe