Gara Gara Potongan Ceramah Tahun Lalu Diupload ke Youtube, Pesantren Dibakar

LOMBOK I ACEH HERALD PONDOK pesantren menjadi sasaran amuk ratusan warga, yang ternyata hanya gara gara sebuah potongan ceramah tahun 2020 lalu yang diupload pihak tertentu yang tak bertanggungjawab. Insiden itu menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) Assunnah, Minggu, 2 Januari 2022, sekira pukul 02.15 WITA. Seratuan orang dengan senjata pentung dan sajam menyerang ponpes yang berlokasi … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Pesantren Assunnah usai penyerangan ratusan warga tak dikenal.

LOMBOK I ACEH HERALD

PONDOK pesantren menjadi sasaran amuk ratusan warga, yang ternyata hanya gara gara sebuah potongan ceramah tahun 2020 lalu yang diupload pihak tertentu yang tak bertanggungjawab.

Insiden itu menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) Assunnah, Minggu, 2 Januari 2022, sekira pukul 02.15 WITA. Seratuan orang dengan senjata pentung dan sajam menyerang ponpes yang berlokasi di jalan Raya Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

Belakangan saat ditelusuri penyebabnya hanya gegara ceramah seorang pimpinan pesantren Assunnah, Ustadz Mizan Qudsiah, ditahun 2020 lalu. Ceramah itu diedit lalu disebarkan kembali melalui kanal youtube. Seakan akan dalam ceramah itu, Istadz Mizan melecehkan makam leluhur warga di sana, hingga mereka tak terima dan balik membakar pesantren.

Editan ceramah yang tahun lalu serta tiba tiba muncul lagi itulah, yang kini balik dipertanyakan, apa maksud dan dari kelompok mana pengupload ulang ceramah tersebut. Yang jelas ada seratuan warga menyerbu dan membakar pesantren sejenak ceramah editan itu viral.

Aksi penyerangan ini menyebabkan satu unit mobil yang terparkir di halaman ponpes dibakar. Kemudian beberapa unit mobil dan motor dan sejumlah fasilitas yang ada di sekitar ponpes itu juga ikut dirusak.

Salah satu saksi yang juga Satpam Ponpes Assunnah Irwandi menuturkan, ketika penyerangan, situasi sekitar memang sepi. Ketika itu Irwandi kebetulan sedang berada di dalam ponpes. Di pos jaga hanya ada satu satpam yang sedang piket. Seketika sekelompok orang yang tidak dikenal datang dan langsung melakukan pengerusakan dan membakar mobil yang terparkir di halaman ponpes.

“Pas kejadian lokasi sekitar memang sepi. Soalnya aksi penyerangan ini berlangsung tengah malam,” tutur Irwandi dilansir radarlombok.co.id.

Baca Juga:  Kapolres Lhokseumawe Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Santri

Para pelaku penyerangan ini lanjutnya mempersenjatai diri dengan parang. Jumlahnya sekitar seratus orang. Sebagian dari mereka datang menggunakan mobil, motor bahkan ada juga yang jalan kaki. Tak ada satu pun dari mereka dikenal karena menutup wajahnya menggunakan cadar. Bahkan para pelaku penyerangan ini juga mengikat kepalanya dengan kain putih.“Mereka datang dari arah selatan,” lanjut dia.

Karena melihat situasi yang tidak kondusif, yang bersangkutan langsung bergegas mengamankan diri ke belakang. Kejadian ini pun kemudian dilaporkan ke pengurus ponpes lainnya yang berada di sana. “Kita langsung menghubungi pihak kepolisian untuk memberitahukan kejadian penyerangan ini,” cetusnya.

Usai melakukan pengerusakan dan pembakaran, para pelaku langsung bergegas pergi. “Kita sangat menyayangkan kejadian ini,” jelasnya.

Hal sama juga disampaikan warga lainnya Darni. Aksi penyerangan itu dilakukan sekitar seratus orang. Para pelaku penyerangan datang dari arah selatan. Selain melakukan pembakaran dan pengerusakan di areal ponpes, beberapa rumah warga dan lapak yang berada di pinggir jalan tidak jauh dari ponpes juga ikut dirusak. “Kita sempat bengong melihat adanya rombongan orang yang datang. Ketika itu kami kira kelompok pandepokan silat. Pas melintas di depan kami, ya kami berupaya pelototi mereka terus. Mereka membawa berbagai jenis senjata. Ada yang bawa parang, pedang, dan senjata lainnya ” tandas dia.

Di lokasi kejadian terlihat puluhan petugas bersenjata lengkap disiagakan untuk melakukan pengamanan. Bahkan tim Inafis dari Polda NTB juga telah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Sementara itu dari pihak kepolisian untuk sementara ini belum ada satu pun yang bisa dimintai tanggapan terkait dengan kejadian ini.

Berita Terkini

Haba Nanggroe