Gara-gara Game, Ratu Ngebor Ngambek dengan Suami

Jakarta, Acehherald.com – Betaburnya game online yang dapat dimainkan dengan gadget mulai memperlihatkan dampak negatif. Beberapa kasus, bahkan menyebabkan kecanduan seperti kasus di Bekasi belum lama ini. Inul Daratista yang terkenal dengan goyang ngebornya mengakui kalau ia sempat ribut besar dengan suaminya. Keributan ini di awali dari tagihan telpon yang membengkak hingga Rp 65 Juta. … Read more

Inul Daratista

Iklan Baris

Lensa Warga

Inul Daratista

Jakarta, Acehherald.com – Betaburnya game online yang dapat dimainkan dengan gadget mulai memperlihatkan dampak negatif. Beberapa kasus, bahkan menyebabkan kecanduan seperti kasus di Bekasi belum lama ini.

Inul Daratista yang terkenal dengan goyang ngebornya mengakui kalau ia sempat ribut besar dengan suaminya. Keributan ini di awali dari tagihan telpon yang membengkak hingga Rp 65 Juta. Usut punya usut, ternyata tagihan tersebut disebabkan game online anaknya, Ivan.

“Lha aku sampai pisah ranjang sama mas Adam gara-gara itu,” kata Inul di ‘Okay Bos’, seperti dikutip dari detik hot, Selasa (2/12/2019).

Keluarga kecil Ratu Ngebor

Inul mengaku sempat bertengkar selama dua hari dua malam lantaran masalah tersebut. “Ribut aku sama mas Adam 2 hari 2 malam gara-gara ini,” tambahnya lagi.

Inul mengatakan dirinya memang sosok yang tegas dalam mendidik anak. “Kalau mas Adam kan anak adalah segalanya. Mau ngomel aja dia takut sama anak kalau aku nggak,” beber Inul.

Gadget dan Gangguan Jiwa

Sebelumnya, Dokter Spesialis Kejiwaan Anak dan Remaja RSMM, dr Ira Safitri T menjelaskan tentang fenomena gangguan kejiwaan akibat gadget. Ia mengibaratkan dengan fenomena gunung es, “Setiap tahun jumlah pasien terus meningkat”.

“Kalau selama 2019 itu kita tangani 10-15 pasien (akibat kecanduan gadget). Ada 3 orang yang sempat jalani rawat inap, tapi sekarang sudah pulang. Sampai sekarang, kita layani antara 2 sampai 3 orang (pasien akibat kecanduan gadget) yang rawat jalan setiap hari,” kata Ira Safitri ditemui di RSMM, Jalan Semeru, Bogor Barat Kota Bogor, Kamis (17/10/2019).

Jadi diperlukan pengawasan yang ketat dan konsisten terhadap pemakaian gadget bagi anak-anak. Jadi kuncinya adalah kebijaksanaan orangtua.

Ia mengaskan kembali, “Karena semuanya kan diawali oleh orang tua. Yang memberikan gadget kan orang tua, yang membelikan kuota juga orang tua, jadi orang tua di sini harus sebijaksana mungkin, memberikan gadget kepada anak. Ketika aturan itu dikasih kepada si anak, ini harus konsisten. Ini kadang orangtuanya yang tidak konsisten, apalagi anaknya merengek, akhirnya dibiarin aja (bermain gadget). Ini kan tidak konsisten, nanti yang ada kebablasan,” tutupnya. (dtc)

Baca Juga:  Nova Bahas Permulihan Ekonomi Negara IMT-GT di Era dan Pasca Pandemi

Editor: Salim

Berita Terkini

Haba Nanggroe