Elegi dari Labuhan Haji, ‘Cinta Dipaksa’ Tali Pinggang Kain Ikut Bicara

TAPAKTUAN I ACEH HERALD JIKA ini benar adanya, yakni tentang elegi dari Kecamatan Labuhan Haji Gampong Ujong Batu,Aceh Selatan, yang berlatar cinta yang dipaksa. Inilah pelajaran paling berharga untuk orang tua dan keluarga manapun. Diduga karena cinta yang dipaksa, gadis muda Sul (21) memilih tindakan hara-kiri. Wanita malang ditemukan tergantung di kamar tidurnya, sejenak pintu … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Foto Ist

TAPAKTUAN I ACEH HERALD

JIKA ini benar adanya, yakni tentang elegi dari Kecamatan Labuhan Haji Gampong Ujong Batu,Aceh Selatan, yang berlatar cinta yang dipaksa. Inilah pelajaran paling berharga untuk orang tua dan keluarga manapun. Diduga karena cinta yang dipaksa, gadis muda Sul (21) memilih tindakan hara-kiri. Wanita malang ditemukan tergantung di kamar tidurnya, sejenak pintu kamar didobrak.

Drama itu tiba tiba mengingatkan kita tentang cinta berujung duka dalam dua novel kondang, Siti Nurbaya karya Marah Rusli dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya ulama besar negeri ini ayang juga seorang pujangga Buya Hamka.

Dalam kisah Siti Nurbaya, wanita itu dari keluarga kaya Siti Nurbaya menjalin kasih dengan Samsul Bahri, namun datang pria bangkotan Datuak Maringgih yang mengubur kisah asmara Siti dan Samsul.

Kisah senada juga dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, dimana cinta tulus Hayati dengan Zainuddin dipatahkan oleh pria kaya Azis. Keluarga Siti Nurbaya dan Hayai akhirnya memilih gelimang harta sebagai kompensasi cinta.

Berbeda dengan Siti Nurbaya dan Hayati yang akhirnya menjalani cinta dalam lara, gadis muda Sul yang berkulit putih malah memilih langkah hara-kiri dengan menggantung diri.

Memang klaim itu belum bisa dikatakan sebagai sebuah penyebab pasti, karena polisi kini sedang menelusuri kasus kematian Sul, yang ditemukan tergantung di kamarnya, Rabu (18/05/2022) sekira pukul 18.45 WIB detik detik menjelang azan magrib.

Polisi yang turun ke TKP sempat meminta izin kepada keluarga korban untuk dilakukan visum terhadap Sul, namun keluarga menolak dan menyatakan ikhlas atas kepergian Sul secara tragis. Hal itu diakui Kapolres Aceh Selatan melalui Kapolsek Labuhan Haji Iptu Syahrul kepada awak media, Kamis (19/05/2022).

Baca Juga:  Dua Oknum Polisi Pengeroyok Mantan Pasien RSJ Diadukan le Polres Aceh Timur

Jasad Sul dalam kondisi tergantung ditemukan oleh abgn iparnya Safrizal (34), setelah korban dipanggil panggil namun tak menyahut. Saat pintu didobrak baru diketahui jika Sul dalam kondisi tergantung. Bersama Saf (ayah korban) jasad Sul yang tergantung dengan tali pinggang kain itu diturunkan.

Personil Piket Polsek Labuhanhaji, sekira pukul 19.30 WIB  mendapat informasi dari masyarakat, adanya salah seorang warga Gampong Ujung Batu Kec. Labuhanhaji dalam keadaan gantung diri di dalam kamar/

Selanjutnya Personil Piket mendatangi TKP. Berdasarkan keterangan saksi Safrizal, korban ditemukan di dalam kamarnya dalam keadaan gantung diri.

Sekira pukul 19.45 wib Personil Piket sampai dirumah korban, posisi korban saat itu sudah di atas tempat tidur. Kemudian salah seorang Kakak korban mengatakan bahwasanya “adek saya (korban) masih hidup”. Lalu Personil Piket menawarkan untuk mendatangkan dokter Puskesmas Labuhanhaji untuk dipastikan keadaan korban. Saat itu juga kakak korban setuju dan mengatakan kpd Personil piket ” iya pak panggil dokter kemari sekarang pak”. Kemudian saat itu juga Personil piket menelphon dokter Puskesmas. Lebih kurang 15 menit kemudian dokter sampai ke rumah korban dan langsung memeriksa korban, saat itu dokter mengatakan kepada kakak korban bahwasanya korban sdh meninggal dunia.

Karena dijodohkan?

Beredar kabar jika peristiwa tragis itu karena berlatar gadis cantik ini tak terima dijodohkan oleh ortunya. Disebut-sebut lakilaki itu bukan pilihan Sul, dan berembus kabar jika sang calon juga pemuda Labuhan Haji yang kini merantau di Jakarta.

Bahkan sebuah sumber dengan lugas menyebutkan rencana perjodohan itu sedang berproses, dan rencananya Selasa pekan depan akan dilakukan ijab kabul. Namun rencana tinggal rencana, gadis Sul telah memilih jalan sendiri. Jasad korban selesai dikebumikan sekitar Kamis jelang subuh tadi atau sekitar pkl 03.00 dinihari WIB.

Baca Juga:  Rumah Herlina dan Ihsan Bocor dan Berlubang 'Keliling' Berharap Kepedulian Pemerintah

Tak pelak anggota keluarga Sul serta karib kerabatnya begitu terpukul dengan kepergian gadis muda itu. Bahkan sempat terdengar tangis berkepanjangan dari dalam rumah korban.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe