Dyah Bagi Wastafel Portabel Bantuan CSR Perusahaan untuk Masyarakat

BANDA ACEH – Sebanyak 20 wastafel potable yang dirakit mahasiswa Teknik Mesin Unsyiah, Banda Aceh akan dibagi-bagikan untuk mendukung program cuci tangan yang digalakkan Pemerintah Aceh guna pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di Tanah Rencong. Dilansir AcehHerlad.com dari Humas Pemerintah Aceh, Selasa (14/4/2020), wastafel portabel yang merupakan bantuan dana CSR dari sejumlah perusahaan di Aceh diserahkan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Ny Dyah Erti Idawati Nova Iriansyah menyerahkan bantuan wastafel portabel bantuan beberapa CSR perusahaan di Aceh, untuk difungsikan pada tempat layanan Publik, Banda Aceh, Senin, (13/4/2020). DOTO HUMAS ACEH

BANDA ACEH – Sebanyak 20 wastafel potable yang dirakit mahasiswa Teknik Mesin Unsyiah, Banda Aceh akan dibagi-bagikan untuk mendukung program cuci tangan yang digalakkan Pemerintah Aceh guna pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di Tanah Rencong.

Dilansir AcehHerlad.com dari Humas Pemerintah Aceh, Selasa (14/4/2020), wastafel portabel yang merupakan bantuan dana CSR dari sejumlah perusahaan di Aceh diserahkan Dr Dyah Erti Idawati MT dan ditempatkan di sejumlah fasilitas umum, di antaranya masjid, pasar, dan rumah sakit.

Secara khusus istri Plt Gubernur  Aceh, Nova Iriansyah itu menyerahkan secara langsung bantuan tersebut ke Pasar Peunayong, Masjid Baitussalihin Ulee Kareng, dan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, Senin (13/4/2020).

Beberapa perusahaan yang diketahui membantu pengadaan wastafel portabel adalah PT Medco yang sedang mengebor minyak di kawasan Aceh Timur dan Pertamina EP Rantau. Bantuan juga diberikan oleh Badan Pengelolaan Migas Aceh dan LPJK Provinsi Aceh. Sementara beberapa instansi pemerintahan yang juga memesan wastafel itu adalah Kantor Gubernur Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh.

“Hingga saat total ada 20 unit wastafel pesanan dari berbagai instansi,” kata Akhyar, dosen pendamping dari Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala yang didampingi oleh Koordinator program, Wardhana.

Akhyar menjelaskan, pengadaan wastafel portabel itu merupakan program yang dibuat oleh Jurusan Teknik Mesin dengan menggandeng Mahasiswa Pecinta Alam Leuser Unsyiah. Sedikitnya ada 20 unit yang dibikin oleh tim dan disebar di beberapa tempat layanan publik di Aceh.

Secara umum, wastafel portabel itu merupakan tanki air berkapasitas 300-500 liter yang dirakit di atas dudukan besi. Kemudian dipasangkan sebuah wastafel dan sabun cuci tangan.

Baca Juga:  Keluarga Besar Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan untuk Tim Medis Covid-19

Pemilihan lokasi sebaran adalah di tempat-tempat keramaian seperti pasar, rumah sakit,  dan masjid. Dengan demikian, masyarakat umum dapat menggunakannya setiap saat usai beraktivitas.

“Cuci tangan dengan air bersih dan mengalir sangat penting untuk pencegahan penyebaran covid di Tanah Rencong. Alhamdulillah angka kasus Covid-19 di Aceh saat ini sudah pada posisi nol. Dengan terus meningkatkan kesadaran masyarakat, mudah-mudahan tidak ada lagi kasus covid ini di Aceh,” kata Dyah yang juga tenaga pengajar di Fakultas Teknik Unsyiah.

Penulis : M Nasir Yusuf

Berita Terkini

Haba Nanggroe