BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Di tengah geliat bursa kontestasi politik Pilkada Aceh yang makin dinamis, sebuah rumors baru mencuat deras di tengah masyarakat Aceh. Sebagian masyarakat menyuarakan tentang kandidat baru untuk Aceh 1. Tak tanggung tanggung dua nama disebut sebut bakal meramaikan bursa kandidat Aceh 1 tersebut, yaitu Mayjen TNI (Purn) Teuku Hafil Fuddin SH SIP MH dan Irjen Pol (Purn) Husein Hamidi.
Keduanya adalah mantan Panglima Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh. Mereka dinilai telah memikili basis pemahaman tentang keinginan rakyat Aceh kepada pemimpin Aceh masa depan. Selain itu, keduanya dipercaya mampu menjadi jembatan kuat untuk harmonisasi Aceh dengan Jakarta.
Menurut salah seorang pengamat sosial politik dan budaya, DR Wiratmadinata SH MH, kemunculan figur Ampon Hafil (sapaan akrab Hafil Fuddin) dan Husein Hamidi menjadi oase akan dahaga kepemimpinan Aceh yang lebih inclusif dan tidak monoton pada pilihan sosok yang ada selama ini. “Masyarakat Aceh terkenal lebih dinamis dan hal itu juga menyangkut figur figur pemimpinnya, hingga mereka lebih bebas memilih sosok pimpinan pilihan, dan tidak dijejali dengan pilihan yang monoton,” ujar Doktor Wira, demikian Wiratmadinata disapa rekan dan koleganya.

Ditambahkan, kehadiran sosok Jenderal Hafil dan Husein Hamidi juga memunculkan rasa nasionalisme bagi sosok pemimpin Aceh. Bukan hanya itu keduanya telah punya jam terbang untuk mengelola teritorial Aceh dengan puluhan ribu personil. “Setidaknya kedua figur itu telah mumpuni di bidang strata pendidikan baik secara khusus maupun jenjang pendidikan umum. Jadi saya pikir ini patut menjadi pertimbangan dalam kontestasi politik di Aceh, terutama dalam pesta demokrasi dalam Pilkada Aceh yang beberapa bulan lagi,” kata Doktor Wira yang juga dosen senior Unaya dan mantan Dekan FH Unaya.
Baik Hafil maupun Husein Hamidi, saat ini menjalani keseharian dengan melakoni profesi sebagai pekebun. Keduanya juga memegang cabang olahraga, khusus Hafil kini tercatat sebagai Presiden Kurash Indonesia (Ferkushi), sedangkan Husein Hamidi tercatat sebagai pengurus Cabor Golf Aceh.
Sebelumnya, beberapa nama telah digadang gadang untuk bakal calon (Bacalon) Gubernur Aceh, seperti Muzakir Manaf, M Nasir Jamil, Sudirman serta TA Sany.
Bahkan santer diberitakan, beberapa partai nasional saling ‘berebut’ untuk menjadi wakil Muzakir Manaf, hingga hal itu memunculkan sinisme terhadap ‘tidak bernyalinya’ Parnas di Aceh mandiri atau berkoalisi dalam mengusung kader untuk Aceh 1.
Sementara beberapa kalangan berharap agar Aceh dipimpin sosok yang benar benar kredibel dan mumpuni, termasuk dari sisi keilmuan dan kemampuan dalam melakukan kerja kerja kolaboratif dengan ‘Jakarta’, sehingga Aceh mampu lebih baik ke depan.




