Selasa, November 30, 2021

DPRA Siapkan Qanun TKNA, Aceh Butuh Pelabuhan Ekspor Sendiri

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh di Jln Tgk Muhammad Daud Beureu-eh, Banda Aceh

TAKENGON | ACEHHERALD.COM-

Pasang surut harga komoditas Aceh di dalam negeri dan sering tak stabilnya harga jual hasil produksi petani ke eksportir telah membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh merasa prihatin.

Sebagai wakil rakyat, anggota DPR Aceh akhirnya melakukan upaya-upaya khusus secara permanen, di antaranya dengan menyiapkan Rancangan Qanun (Raqan) Tata Niaga Komoditas Aceh (TNKA).

Untuk menyusun qanun tersebut, sejumlah anggota DPR Aceh melakukan pertemuan dengan pelaku eksportir. Salah satunya, dengan sejumlah pengusaha ekspor kopi arabika Gayo.

Lewat Tim Panitia Khusus (Pansus), Anggota legislatih yang ditugaskan DPR Aceh untuk merancang qanun TNKA tampak hadir diantaranya, Yahdi Hasan, H Khalili, Martini (Partai Aceh), Kartini Ibrahim, Khairil Syahrial (Gerindra), Bardan Sahidi, Nova Zahara (PKS), Marhaban Makam, Zaini Bakri (PPP), dan Tantawi (Demokrat).

Para anggota DPR Aceh ini dalam rangkaian mendegarkan masukan dari stake holder, antara lain mengadakan pertemuan dengan para pelaku eksportir di Kantor Koperasi Permata Gayo, di Kampung Simpang Utama, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (10/9/2021).

Yahdi Hasan mengakui kunjungan dengan pihak eksportir merupakan yang pertama mereka lakukan. “Kunjungan kami ini dalam mempersiapkan Rancangan Qanun Tata Niaga Komoditas Aceh (TNKA),” kata Yahdi Hasan kepada wartawan usai menggelar pertemuan tersebut.

Dikatakan, untuk pembahasan lebih lanjut tentang TNKA ini, mereka menjadwalkan pertemuan lanjutan di Hotel Renggali, Takengon, Aceh Tengah. “Kita akan membahas raqan tersebut bersama dengan instansi dan dinas-dinas terkait maupun dengan stake holder lainnya,” ujar Politisi Partai Aceh asal Gayo Lues, Yahdi Hasan.

Yahdi Hasan mengakui pertemuan timnnya dengan Koperasi Pertama Gayo sangat bermanfaat dalam merumuskan Rancangan Qanun Tata Niaga Komoditas Aceh yang sedang digarap DPR Aceh.

Banyak masukan yang kami peroleh dalam pertemuan dengan pengurus Koperasi Permata Gayo. Apalagi, Koperasi Permata Gayo ini merupakan eksporti terbesar di Bener Meriah dengan jumlah anggota mencapai 2.000 petani.

Informasi yang diperoleh, komoditas kopi arabika Gayo dari wilayah tengah ini saja setiap tahunnya dikirim dan diekspor lewat Palabuhan Belawan, Sumatera Utara lebih dari 3.000 kontainer.

Untuk sementara, komoditi ekspor terbanyak dari Aceh adalah kopi arabica Gayo. Khusus untuk Amerika Serikat saja, sejak Juli hingga Juli 2021, jumlah kopi Gayo yang diekspor mencapai 6.338 ton.

Ini jumlah yang sangat besar. Karena itu, Aceh sudah sepantasnya sudah mandiri dalam mengekspor komoditi unggulannya dari pelabuhan sendiri. Di Provinsi Aceh memiliki sejumlah pelabuhan ekspor. Ada Pelabuhan Kuala Langsa (Langsa), Pelabuhan Lhokseumawe, Pelabuhan Keumalahati Krueng Raya (Aceh Besar), dan juga ada pelabuhan bebas Sabang.

Selain kopi arabika Gayo yang sudah sangat populer di mata dunia, Aceh sesungguhnya memiliki puluhan mata dagangan yang siap masuk pasar ekspor. Di antaranya tercatat pinang, lada, minyak astiri.

“Data yang kita peroleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh tercatat sedikitnya ada 22 komoditi ekspor. Insya Allah, kalau qanun TNKA ini lahir, harapan kita, semua komoditas tersebut bisa diekspor langsung dari pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh,” tambah politisi Partai Aceh.

 

Padahal, kata Bardan Sahidi, orang Aceh dari dulu terkenal dengan kegigihan dalam berniaga. Namun, sayangnya, hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pertambangan tidak ke luar lewat Aceh,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dikatakan, sejak bertahun-tahun komoditas hasil pertanian, perkebunan, perikanan, industri, dan pertambangan diekspor lewat pelabuhan yang ada di luar.

“Disamping akan kehilangan peluang dan lapangan kerja bagi masyarakat Aceh, juga telah menyebabkan cost yang harus dikeluarkan jauh lebih tinggi, kalau semua produk diekspor lewat Sumatera Utara,” ujarnya.

Dulu kata Bardan, ketika gas dari LNG Arun masih jaya, Aceh lewat Pelabuhan Krueng Geukeh, Lhokseumawe, bisa mengekspor gas alam cair ke Jepang dan Korea, serta bisa mengekspor pupuk produksi PT Pupuk ASEAN Lhokseumawe ke Malaysia.

Padahal, Dataran Tinggi Gayo seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, sangat bergantung dengan pelabuhan ekspor di Krueng Geukeh. Jika produksinya bisa diekspor lewat Lhokseumawe, para eksportir dari Bener Meriah dan Aceh Tengah hanya membutuhkan waktu empat atau lima jam untuk sampai di pelabuhan. Betapa hemat ongkos dan waktunya.

Sedangkan kalau ekspornya dilakukan lewat pelabuhan Belawan, eksportir membutuhkan waktu hingga 16 jam perjalanan darat. Belum lagi biaya yang dikeluarkan akan sangat mahal.

Karena itu, tim Pansus DPR Aceh, kata Bardan Sahidi sangat serius menggodok Rancangan Qanun Tata Niaga Komoditas Aceh (TNKA) ke depan. Sehingga pada saatnya mau semua komuditas ekspor asal Aceh bisa dilakukan lewat pelabuhan utama yang tersebar di Serambi Makkah.(adv)

- Advertisement -

Related Articles

PSSB Siapkan Tim ke Liga Tiga, TC di Stadion PT Arun Lhokseumawe

BIREUEN | ACEHHERALD.com- Sebanyak 24 pemain PSSB Bireuen yang disiapkan untuk mengikuti Liga 3 PSSI, sejak kemarin mulai mengikuti pemusatan latihan yang dipusatkan di Stadion...

Satpol PP Gerebek Sejoli Dokter yang Ngamar

SINJAI I ACEH HERALD SATPOL PP Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggerebek dua orang dokter nonmuhrim di sebuah Wisma. Penggerebekan dilakukan setelah petugas menerima maraknya aksi...

Banggar DPR Aceh Bahas RAPBA 2022

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com– Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai membahas rancangan Qanun Aceh tentang R-APBA 2022 yang berlangsung dalam Rapat Paripurna...
- Advertisement -

Ikuti Kami

22,018FansSuka
0PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

PSSB Siapkan Tim ke Liga Tiga, TC di Stadion PT Arun Lhokseumawe

BIREUEN | ACEHHERALD.com- Sebanyak 24 pemain PSSB Bireuen yang disiapkan untuk mengikuti Liga 3 PSSI, sejak kemarin mulai mengikuti pemusatan latihan yang dipusatkan di Stadion...

Satpol PP Gerebek Sejoli Dokter yang Ngamar

SINJAI I ACEH HERALD SATPOL PP Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggerebek dua orang dokter nonmuhrim di sebuah Wisma. Penggerebekan dilakukan setelah petugas menerima maraknya aksi...

Banggar DPR Aceh Bahas RAPBA 2022

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com– Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai membahas rancangan Qanun Aceh tentang R-APBA 2022 yang berlangsung dalam Rapat Paripurna...

Ular Mematikan Meringkuk di Usaha Perabot

JANTHO I ACEH HERALD PASAR Lhoong yang terketak di kawasan Gampong Monmata, tiba tiba geger, Selasa (30/11/2021) pagi menjelang siang tadi. Semua itu bermuasal dari...

Polda Aceh Tangkap 100 Kg Sabu

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com- Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berhasil mengungkap dan menangkap 100Kg sabu dari jaringan internasional, Aceh-Malaysia. Bersama barang bukti, polisi juga menangkap tiga...
- Advertisement -