Dokter Dharma Ditengarai Korban Dari Pasien Covid Yang Membandel

LANGSA I ACEHERALD.com – SETELAH sempat muncul sedikit polemik, akhirnya dipastikan jika kematian dr Dharma Widya (Direktur RSUD Sultan Abdul Azisi Syah, Peureulak) akibat terpapar virus covid-19. Kepastian itu menyusul pernyataan resmi Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Aceh Timur, dr Edy Gunawan, siang ini. “Almarhum dr Dharma Widya memang benar terpapar Covid-19. … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Penguburan jenazah almarhum dr Darma Widya di Gampong Jawa Belakang Kota Langsa dilakukan dengan Prokes Covis-19, menjelang shalat Jumat. foto ist.

LANGSA I ACEHERALD.com –

SETELAH sempat muncul sedikit polemik, akhirnya dipastikan jika kematian dr Dharma Widya (Direktur RSUD Sultan Abdul Azisi Syah, Peureulak) akibat terpapar virus covid-19. Kepastian itu menyusul pernyataan resmi Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Aceh Timur, dr Edy Gunawan, siang ini. “Almarhum dr Dharma Widya memang benar terpapar Covid-19.  Beliau meninggal dunia saat dalam perawatan medis di RSU Adam Malik Medan,” ujar dr Edy.

Ironisnya, awal dari terpaparnya almarhum diduga akibat bersentuhan dengan pasien bandel, yang sudah dinyatakan reaktif saat hasil rapid test, namun menolak diswab, dan bahkan tidur di mushalla rumah sakit.

Seperti diungkapkan Edy, awal mula dr. Dharma Widya terpapar wabah Covid-19, berat dugaan setelah bersentuhan dengan salah seorang pasien Covid asal Aceh Utara berinisial MN di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, Rabu (19/08) lalu. “MN mengunjungi keluarganya di Peureulak. Tiba-tiba MN sakit dan memiliki gejala Covid-19, lalu dibawa ke RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, guna dilakukan rapid test,” kata Edy.

Hasil rapid test MN ternyata reaktif, lalu dianjurkan untuk dilakukan swab test di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, tetapi MN tidak mau dilakukan swab test. Ia menolak dan bahkan melakukan perlawanan dengan alasan tidak sakit. Bahkan MN saat itu tidak mau menjalani isolasi dan memilih tidur di mushalla rumah sakit.

Foto Ist

Melihat MN berada di mushalla, sejumlah petugas medis, termasuk pihak pengamanan diperkirakan sempat kontak dengan MN ketika membujuk MN untuk dilanjutkan swab. “Keesokan harinya, MN di jemput ke Aceh Utara dan dilakukan swab test dan hasilnya ternyata MN benar-benar positif,” sebut Edy.

Baca Juga:  Rocky Apresiasi Warga Tetap Ikut Vaksin Meski Pada Hari Libur

Selang beberapa hari kemudian,  dr Dharma Widya kabarnya melakukan rapid test dengan hasilnya reaktif Covid-19. “Nah, saat diketahui hasil rapid testnya reaktif, lalu dr Dharma Widya, memutuskan untuk melakukan isolasi di rumah.”

Namun kondisi kesehatannya menurun sehingga dirujuk ke RSU PTP Langsa, Minggu (06/09). Setelah dua hari disana, kemudian dirujuk ke RSU Royal Prima Medan, Selasa (08/09). Setelah dua hari disana, kondisi kesehatannya terus menurun, sehingga  dr Dharma Widya dirujuk ke RSU Adam Malik Medan, Kamis (10/09).

Selama dalam perawatan di RSU PTP Langsa, RSU Royal Prima Medan dan RSU Adam Malik Medan, Dr. Dharma Widya diperlakukan dengan protokol kesehatan lengkap. “Apalagi hasil rotgen diketahui paru-parunya terlihat seperti pasien Covid-19 lainnya,” terang dr. Edy.

Beberapa jam disana, dr Dharma Widya meninggal dunia.  Berdasarkan riwayat penyakit yang dideranya, kesehatan Direktur RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak ini dengan cepat mengalami penurunan akibat memiliki penyakit penyerta yakni Diabetes Mellitus (DM).

PENULIS               : RIDWAN SUUD (ACEH TIMUR/KOTA LANGSA)

Berita Terkini

Haba Nanggroe