
IDI, ACEHHERALD.COM – Terkait isu terpaparnya bangkai babi di perairan Aceh Timur beberapa waktu lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh akan melakukan pengecekan terhadap hasil tangkapan nelayan di wilayah setempat.
Kabar akan turunnya tim dari provinsi itu ke Aceh Timur, disampaikan Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kuala Idi, Ermansyah, saat dihubungi wartawan kemarin.
“Tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, sedang bertolak ke Aceh Timur untuk melakukan pengecekan. Insya Allah besok (Kamis (28/11), tim sudah berada di Aceh Timur,” ujar Ermansyah
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Nelayan Julok, Aceh Timur, Rahmatsyah meminta pihak dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan ikan hasil tangkapan nelayan Aceh Timur.
Hal ini perlu dilakukan pemerintah untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat, sehingga dengan dilakukan pengecekan tersebut, masyarakat tidak ragu untuk mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein, ujar Rahmatsyah, Rabu (27/11/2019).
Dikatakan Rahmat, ikan hasil tangkapan nelayan Aceh Timur khususnya dan Aceh pada umumnya tidak terkontaminasi dengan virus atau bahan berbahaya apapun. Karena pada hakikatnya laut itu bersih, semua sampah atau bangkai itu tidak ada ditengah laut, dan telah dihempas ombak ke pinggir pantai.
“Selain itu, kadar garam yang tinggi yang terkandung dalam air laut dapat membunuh berbagai jenis bakteri atau kuman. Kendati pun demikian, kita juga meminta pihak Pemerintah untuk melakukan pengecekan, sehingga dugaan yang selama ini beredar tidak menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat,” pungkas Rahmatsyah.
Penulis: Ridwan Suud
Editor : M Nasir Yusuf





















