
BANDA ACEH I ACEHHERALD.com
DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mewacanakan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui program bantuan sepeda motor roda tiga jenis VIAR untuk dijadikan fasilitas jual beli secara mobil. “Nantinya, VIAR itu akan dilengkapi dengan boks yang membuat komodity yang dijual tetap segar dan tidak terkontaminasi dengan polusi di sekelilingnya,” kata Kadis Perindag Aceh, Ir Muhammad Tanwier MT, medio pekan ini.
Menurut pria yang akrab disapa dengan Baong itu, sepmor VIAR yang selama ini banyak digunakan sebagai armada kebersihan tersebut, akan dimodifikasi sedemikian rupa, hingga layak untuk dijadikan sebagai boks berjalan, untuk kepentingan dagang keliling. Termasuk kemungkinan didisain dengan panel surya, agar dagangan di dalam boks tetap segar. “Kami sedang merancang prototype dari boks itu sendiri. Yang penting VIAR boks itu dirasakan layak untuk jadi fasilitas dagang keliling, karena bentuknya lebih ramping, hingga mampu menjangkau lorong sempit sekalipun,” tutur Baong.
Ditambahkan Baong, sejauh ini pihaknya terus berkoordinasi dengan lintas sektor, untuk mewujudkan rencana tersebut. Karena VIAR boks itu dinilai tepat dan efektif untuk membangun serta memberdayakan ekonomi kerakyatan. Saat ini pihak Disperindag Aceh sedang merancang bagaimana bentuk boks yang paling ideal, terutama dikaitkan dengan kemampuan angkut sepmor VIAR.
Nantinya, boks VIAR itu bisa berfungsi sebagai freezer dengan listrik dari tenaga surya yang kemungkinan juga berfungsi sebagai pelindung boks srta bisa juga untuk pengemudi VIAR. “Untuk tahap awal, kita akan distribusikan VIAR itu tiga unit per kecamatan di Aceh, dengan demikian, dibutuhkan sebanyak nyaris 900 unit di seluruh Aceh. Kita sedang kaji soal biaya termasuk dengan fasilitas boks, sedangkan nilai VIAR per unit tentu sudah ada di pasaran,” kata Baong.
Lebih jauh dirincikan, VIAR boks itu akan bisa dipakai untuk jualan ikan, sayur mayur hingga sembako. Jadi tiga unit setiap kecamatan itu,masing masing untuk jualan ikan, jualan sembako dan sayur mayur. ”Soal pembagian di kecamatan kita serahkan dengan pemerintah setempat. Target kita adalah membangun ekonomi kerakyatan, di tengah berlangsungnya pandemi covid-19,” pungkas Muhammad Tanwier.
PENULIS : NURDINSYAM


















