Disbudpar Aceh Latih 30 Pelaku Ekraf Ketrampilan Produksi Film

  BANDA ACEH | Pelaku Ekonomi Kreatif salah satu pendukung utama kemajuan pariwisata di Tanah Rencong. Karena itu, Pemerintah Aceh lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyelenggarakan Workshop Audio Visual untuk pelaku ekonomi kreatif dalam keterampilan Produksi Film, Dokumenter, dan Video. Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bidang Pengembangan Pariwisata dan Kelembagaan (PUPK) Disbudpar Aceh, kata … Read more

Keterampilan Produksi Film
Kabid PUPK Disbudpar Aceh, Ismail menyebutkan, keberadaan medium audio visual seperti film bisa mendorong promosi dan potensi pariwisata. Karena pengusaha Ekraf dilatih Ketrampilan Produksi Film

Iklan Baris

Lensa Warga

 

BANDA ACEH |  Pelaku Ekonomi Kreatif salah satu pendukung utama kemajuan pariwisata di Tanah Rencong. Karena itu, Pemerintah Aceh lewat  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyelenggarakan Workshop Audio Visual untuk pelaku ekonomi kreatif dalam keterampilan Produksi Film, Dokumenter, dan Video.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bidang Pengembangan Pariwisata dan Kelembagaan (PUPK) Disbudpar Aceh, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal melalui Kabid PUPK, Ismail  dinilai sangat strategis dalam memproduksi film-film promosi tentang kepariwisataan, destinasi, kuliner, dan kerajinan khas Tanah Rencong yang dilaksanakan .di Cempaka Inn Syariah, Sigli, Senin, 4 Juli 2022.

Sebab,  tambah Ismail kepada AcehHerald.com, keberadaan media audio visual seperti film akan sangat mendukung dan  mendorong promosi dan pengembangan potensi pariwisata yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh.

“Pelaksanaan workshop ini bertujuan mendorong promosi wisata dan kebudayaan Aceh di masa yang akan datang. Serta, output yang ingin dicapai peserta memiliki keterampilan dalam teknik pembuatan skenario film, dan desain pitch deck film,” sebutnya.

 

Film, kata, Ismail, sebagai produk kebudayaan dan juga sebagai karya seni merupakan hasil dari proses kreatif berbagai unsur, di antaranya seni musik, seni rupa, seni suara, teater, serta teknologi dengan kekuatan gambar sebagai bentuk visualisasinya.

Sebanyak 30 pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), seperti perwakilan duta wisata, konten kreator Pidie foto bersama Kabid PUPK Disbudpar Aceh, Ismail foto bersama pada pembukaan workshoop pelatihan Ketrampilan Produksi Film di Sigli.

“Perkembangan film bukan hanya sebatas ruang pengaplikasian bakat dan kreativitas, tetapi film juga mampu menceritakan kisah-kisah yang lebih kompleks tentang kondisi psikologis manusia dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Workshop yang berlangsung hingga 6 Juli ini diikuti 30 pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), seperti perwakilan duta wisata, konten kreator Pidie dan sekitarnya, yang bekerja sama dengan Yayasan Aceh Dokumenter dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh.

Baca Juga:  Ratusan PNS Pemko Lhokseumawe Terima Satyalencana Karya Satya

Dalam workshop tersebut turut juga diisi oleh para pelaku  dan praktisi yang memiliki pengalaman satu dekade di dunia perfilman, seperti Taufan Agustian, Jamaluddin Phonna, Azhari, dan Faisal Ilyas. (adv)

Berita Terkini

Haba Nanggroe