Dinas Pariwisata Aceh Gandeng Kemenparekraf Benahi Lokasi Wisata di Aceh

  BANDA ACEH | acehherald.com DINAS Pariwisata Aceh akan menggandeng Kemenpar dan Ekonomi Kreatif RI untuk membenahi lokasi wisata di Aceh pada tahun anggaran 2021 mendatang. Pembenahn yang dilakukan adalah menyangkut penyediaan sarana ibadah serta MCK di lokasi wisata. Hal itu diungkapkan Kadis Pariwisata Aceh, Jamaluddin, sejenak membuka secara resmi acara bakti sosial Ikatan alumni … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Jamaluddin

 

BANDA ACEH | acehherald.com

DINAS Pariwisata Aceh akan menggandeng Kemenpar dan Ekonomi Kreatif RI untuk membenahi lokasi wisata di Aceh pada tahun anggaran 2021 mendatang. Pembenahn yang dilakukan adalah menyangkut penyediaan sarana ibadah serta MCK di lokasi wisata.

Hal itu diungkapkan Kadis Pariwisata Aceh, Jamaluddin, sejenak membuka secara resmi acara bakti sosial Ikatan alumni SMAN3 (Ikasmantig) Banda Aceh, di Pantai Pasir Putih Lhok Mee Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Menurut Jamaluddin yang juga salah seorang alumni SMAN3 Banda Aceh itu, bantuan fasilitas ibadah dan MCK itu akan disalurkan ke lokasi wisata yang belum memilikinya. Nantinya lokasi tersebut akan dibagi secara proporsional, dengan menggandeng pelaku serta pengelola wisata di kabupaten/kota. “Kita akan lakukan koordinasi dengan teman teman di kabupaten/kota, hingga nantinya lokasi yang diusulkan benar membutuhkan fasilitas dimaksud.”

Kadis Pariwisata itu menambakan, sedikitnya ada lima paket meunasah/MCK yang diplot untuk tahun 2021. Selain itu pihak Kemenparekraf RI juga telah menyatakan kesediaan untuk membantu melalui dana APBN. Nantinya, bantuan dari Kemenparekraf itu dikoordinasikan dengan Disbudpar Aceh, hingga lokasinya tidak tumpang tindih. “Kami telah memetakan lokasi lokasi yang akan dibenahi. Kini tinggal para pengelola atau masyarakat di lokasi wisata untuk merawat dan membersihkannya, hingga tamu-tamu wisatawan itu betah berada di lokasi wisata Aceh,” tutur Jamaluddin.

Ditegaskan, paket pembenahan lokasi wisata tersebut akan direalisasikan secepatnya di tahun 2021. Sedangkan pihak Kemenkeu juga telah memetakan lokasi yang akan dibantu. Soal lokasi bukan hanya diplot untuk wisata bahari, namun juga wisata alam di kawasan pegunungan atau lainnya.

 

PENULIS               : NURDINSYAM

Baca Juga:  Kabareskrim: Tersangka Skandal Djoko Tjandra Bisa Saja Bertambah

Berita Terkini

Haba Nanggroe