Dilepas Oleh Pj Bupati, 540 Goweser Ramaikan ‘Jejak’ 3 Jajal Waduk Keuliling Hingga Lintas Jantho–Lamno

KOTA JANTHO I ACEH HERALD – Sebanyak 540 orang goweser mountain bike (MTB) atau sepeda gunung lintas komonitas dari seluruh Aceh dan Sumatera Utara, Minggu (21/08/2022), menjajal kawasan pegunungan seputar Waduk Keuliling dan lintas Jantho-Lamno dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer. Goweser gabungan itu dilepas oleh Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM dengan … Read more

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto saat melepas pesrta goweser Jejak 3. Foto Prokopim Abes.

Iklan Baris

Lensa Warga

KOTA JANTHO I ACEH HERALD –  Sebanyak 540 orang goweser mountain bike (MTB) atau sepeda gunung lintas komonitas dari seluruh Aceh dan Sumatera Utara, Minggu (21/08/2022), menjajal kawasan pegunungan seputar Waduk Keuliling dan lintas Jantho-Lamno dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer.

Goweser gabungan itu dilepas oleh Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM dengan mengibaskan bendera star. Penglepasan juga dilakukan bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh Brigjen Pol Drs Heru Pranoto, M.Si , Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra Bustamam, Ketua KONI Aceh Besar Muhibuddin ‘Ucok’ dan unsur terkait lainnya.

Para pesepeda itu menempuh rute sepanjang 18 Kilometer yang dimulai dari Waduk Keuliling Desa Bak Sukon – Desa Siron Krueng – Jalan Jantho-Lamno arah Lamno. Pesepeda kemudian berbelok ke kanan memasuki kawasan pinggir Waduk Keuliling, melewati jalan menuju arah kawasan Pentagon dan kembali ke garis finish.

Sebagian penerima doorprize dari panitia

Pj Bupati Muhammad Iswanto menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih telah memilih Waduk Keuliling sebagai lokasi gowes. Hal itu diharapkan akan membantu mempromosikan alam Aceh Besar dengan segala keindahannya.

Saat melepas peserta gowes, Muhammad Iswanto mengingatkan agar tetap mengutamakan keselamatan dalam menempuh trek yang ada. “Terima kasih kepada seluruh peserta. Tetap utamakan keselamatan, karena ini sifatnya olahraga gembira buka prestasi,” ujar Iswanto.

Sementara itu Ketua MTB Koetaradja, Cek Yoen, menjelaskan bahwa Gowes Bersama Jelajah Alam Kutaraja (Jejak) merupakan agenda rutin tahunan dari MTB Kutaraja. Sebelumnya mereka telah menggelar kegiatan itu sebanyak dua kali. Namun karena pandemi Covid-19 akhirnya membuat kegiatan itu sempat tertunda selama dua tahun setelah jejak 2 di tahun 2019.

Baca Juga:  Menuju Pilgub, Bustami - Tusop Resmi Daftarkan Diri ke KIP Aceh

“Insyaalaah mulai saat ini dan ke depannya Gowes ini akan kita lanjutkan lagi,” kata Cek Yoen.

Sebagian peserta jejak 3 menikmati sejuknya Krueng Siron, setelah acara gowes berakhir. Foto Ist

Sebelumnya saat Jejak 1 dilakukan di seputaran Kecamatan Blangbintang dan Kutabaro. Sedangkan Jejak 2 menempuh medan ekstrem di Pegunungan Kuta Malaka hingga puncak air terjun serta helipad.

Secara umum rute Jejak 3 itu dinilai aman, walau ada medan turun naik yang kadang juga sedikit ekstrem karena batu lepas. Sedikitnya du orang peserta mengalami cedera bahu dan muka akibat terjatuh dari sepeda. Keduanya langsung dilarikan ke unit perobatan terdekat.

Layanan suplai logistik pada check point yang dibentuk panitia juga membuat peserta merasa sangat terbantu, karena mengayuh sepeda di pegunungan dengan suhu hingga 34 derajat celcius. Karena ada peserta yang sampai dari Takengon langsung gowes tanpa istirahat. Tampak juga komonitas dari Meulaboh, Medan serta dari kawasan lintas timur Aceh. “Terimakasih untuk Panitia yang telah bekerja dengan sanat terukur, event ini akan menjadi contoh untuk yang lain,” ujar Muhammad Saleh, salah seorang peserta dari komunitas MTB, Hospital bike community (Hobic).

Para peserta tampak terpana dengan pesona alam sepanjang rute, termasuk pemandaganan bukit teletubies di sisi jalan Jantho Lamno, yang memang telah menjadi trending dalam dua tahun terakhir.

Berita Terkini

Haba Nanggroe